Jerat Cinta Sang Penguasa.

Jerat Cinta Sang Penguasa.
Bab 224. Tapi di mana wanita itu berada?


Graciella sedikit tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Wanita sempurna di depannya ini ingin menyerahkan suaminya karena suaminya mencintai sahabatnya itu? Benarkah?


"Tapi, Ibu negara, kau adalah istrinya sekarang. Lagi pula selama ini aku tidak pernah tahu di mana keberadaan ehm, Laura," ujar Graciella, hampir saja dia mengatakan 'wanita bodoh'. Temannya itu memang sangat bodoh. Seharusnya dia sudah jadi Ibu negara sekarang.


"Status, itu hanya sebatas status. Status ku adalah istrinya. Tapi jiwa dan raga Antony hanya milik Laura, aku tak akan pernah bisa memilikinya. Dari pada harus menahan diri dan menyakiti satu sama lain, aku rasa aku lebih baik melepaskannya," ujar Adelia.


Graciella menatap wanita itu dengan wajah tak nyaman. Bijak atau kebodohan lainnya?


"Nona Graciella, bagaimana?" Tanya Adelia lagi melihat Graciella hanya tertegun.


"Aku benar-benar tak tahu dia ada di mana. Aku juga tak tahu harus ke mana dan di mana mencarinya."


"Aku benar-benar serius. Saat ini Antony sedang menjabat. Aku tak bisa mengajukan perceraian padanya. Tapi percayalah setelah itu aku akan menyerahkannya. Menggenggam mawar, walau terlihat indah, tapi durinya sangat menyakitkan," ujar Adelia menghapus air matanya.


Graciella menggigit bibirnya. Rasanya dulu dia juga pernah begini. Hanya saja dulu dia lebih bodoh. Sudah tahu berdarah, tapi malah mencoba untuk menggenggamnya lebih erat berharap terbiasa tapi yang ada, duri itu merusak segalanya.


"Percayalah padaku, aku hanya ingin melakukannya demi kebahagiaan pria itu. Jika memang hanya Laura yang ada dalam hatinya, aku tak akan memaksakan untuk masuk ke dalamnya. Hati Antony terlalu sempit untuk menerima diriku," ucap Adelia lagi dengan senyuman pilu.


"Aku tak janji bisa membantu. Mungkin aku hanya akan mencoba memberimu informasi jika aku menemukannya. Tapi, Nyonya yakin? Tak inginkah mempertahankannya? Atau berusaha untuk memenangkan hati Antony?"


"Aku bukan orang yang suka memaksakan. Mungkin cenderung terlalu merelakan. Jika sebuah sangkar burung yang kecil telah ada yang menghuni. Untuk apa berusaha menyempiti, yang ada semua akan tersakiti. Bukankah aku juga berhak bahagia? Kalau Antony memang tak cinta lebih baik untuk merela," ujar Adelia lagi.


Graciella menggigit bibirnya. Seperti hal ini yang dulu seharusnya dia sadari dari awal.


"Baiklah, aku akan mencoba membantu sebisaku. Tapi aku juga tak janji." Graciella masih tak bisa menerimanya. Bagaimana pun ini menyangkut sahabatnya. Lagipula dia juga mengambil cuti untuk sementara dan ini terasa begitu tak benar. Ada ragu. Semenjak kejadian Antony kemarin, Graciella benar-benar mencoba percaya dengan instingnya. Dan, Graciella tak bisa menerima ini semata-mata.


"Terimakasih, aku yakin Antony juga akan senang jika dia mengetahui keberadaan Laura. Dia benar-benar tergila-gila dengan wanita itu," Ujar Adelia dengan senyumannya. Menyeruput teh yang sudah berulang kali dia aduk.


"Eh, sama-sama," ujar Graciella yan merasa masih tidak percaya. Seorang istri rela menyerahkan suaminya untuk kembali kepelukan wanita yang suaminya cintai. Kenapa mendrama sekali?


****


Xavier melirik wajah istrinya yang tampak berkerut dari awal dia mereka bertemu setelah pertemuan itu.


"Kamu tahu apa yang tadi dikatakan oleh Adelia padaku?" Tanya Greciella.


Xavier mengangkat bahunya. "Tidak."


"Jadi dia ingin aku mencari Laura agar dia bisa menyerahkan suami pada Laura. Menurut kamu? Bagaimana?" tanya Graciella serius menatap suaminya yang hanya fokus dengan jalan di depannya.


"Aneh. Tapi juga bisa terjadi. Mungkin dia wanita yang lebih memikirkan semuanya dengan logika daripada perasaan. lagipula mereka menikah karena terpaksa. Mungkin juga Adelia tak terlalu punya perasaan dengan Antony," ujar Xavier menganalisa.


"Tidak! Wanita itu punya perasaan dalam pada Antony. Kalau tidak dia tak akan gemetar dan juga menangis." Analisa Graciella.


"Jika begitu mungkin memang dia hanya ingin membuat Antony bahagia," ujar Xavier enteng. Pikirannya lurus saja. Dia tak ingin menganalisa bagaimana Adelia itu. Karena terkadang dia menganalisa istrinya saja masih tak tepat.


Benarkah hanya itu? Greciella menarik napasnya panjang dan segera menghembuskannya. Terkadang wanita adalah makhluk paling sulit untuk ditebak apa maksud dan tujuannya.


...****************...


Adelia menghapus air matanya kala dia sudah masuk ke dalam mobilnya. Wajahnya yang tadi ramah mengeras tiba-tiba. Dia mengambil sapu tangannya dan mengusap air matanya pelan.


Ternyata tak semudah itu. Graciella hingga akhir tak juga mengatakan ya. Dia selalu mengatakan tidak berjanji bisa membantunya. Hal itu sungguh membuatnya frustasi.


Tentu yang dikatakannya pada Graciella adalah bohong semata. Mana mungkin dia akan rela menyerahkan Antony pada wanita itu lagi.


Dia hanya ingin memperdaya Graciella agar dia mencari keberadaan Laura dan melakukan tindakan sehingga Laura selamanya tak akan ditemukan. Greciella adalah sasaran yang tepat, selain dia memang penyelidik yang handal. Laura juga sahabatnya. Jadi mungkin saja mereka pernah berhubungan sebelumnya.


Namun, Graciella walaupun tampak simpati, tapi dia terlalu berhati-hati. Adelia tahu ini tak akan semudah itu. Dia harus mencari cara lain untuk menemukan wanita itu sebelum Antony menemukannya. Bagaimana pun dia tahu, dengan kekuasaannya sekarang. Antony sudah pasti mencari wanita jal*ng itu!


Adelia menggenggam tangannya erat hingga kuku-kukunya yang panjang menancap ke kulitnya. Dia harus kembali mencari orang yang tepat untuk melenyapkan wanita itu selamanya dari dunia ini!


Tapi di mana sebenarnya wanita itu berada?