
"Kita tak punya hubungan apa-apa lagi. Bukannya kita sudah bercerai. Lagi pula aku sudah menikah. Lebih baik kau terima saja semuanya dan cari orang lain untuk bisa bersamamu," ujar Graciella dengan keteguhan walau hati kecilnya masih ciut.
Adrean menyeringai lalu dia menarik tubuhnya menjadi tegak. Dia memandang Graciella. Dulu, saat wanita ini miliknya. Dia sangat muak melihat wajah Graciella. Saat ini, dia baru sadar betapa cantiknya wanita ini. Tapi sayang, dia bukan lagi miliknya.
"Bagaimana kau bisa menikah dengan Xavier! Aku tidak akan pernah mengakui hal itu! Greciella! Kau adalah milikku selamanya!" Adrean langsung mencengkram kedua pipi Graciella dengan tangan kirinya. Graciella langsung ingat dengan hal ini. Adrean dulu selalu melakukannya. Jika dulu, dia akan pasrah menerimanya. Tapi Graciella bukan wanita yang menyedihkan dulu. Dia bukan seperti dulu.
Graciella mencoba berontak dan menapis tangan Adrean yang buat cengkraman itu terlepas.
"Berhentilah! Aku sudah katakan aku bukan lagi milikmu!" marah Graciella menatap Adrean dengan sangat tajam.
Adrean tentu kaget dengan kelakuan dari Graciella ini. Wanita ini sangat berbeda dengan Graciella yang dulu. Wanitanya dulu akan tampak menyedihkan dengan sorot mata suram dan pasrah.
"Lagi pula! Berhentilah! Kau sudah membunuh ibuku! Bukannya dendammu sudah terbalaskan! Caramu selama ini salah! Kau tidak seharusnya menyiksaku untuk membalaskan dendammu karena aku juga adalah korban dari semua kelakuan ibuku!" Teriak Greciella. Awalnya dia simpati dengan keadaan Adrean. Pasti berat menerima kematian ibunya saat itu. Tapi mengingat semua perlakuannya dulu dan sekarang. Dia malah menjadi marah. Kenapa dia harus menumpahkannya pada Graciella.
"Kau masih berpikir aku menginginkanmu karena balas dendam? Aku sudah membantainya. Tapi, kau adalah obsesiku sekarang. Kau yang sudah membuat aku tidak bisa lagi berpaling dengan wanita lain. Kau yang selalu menghantui pikiranku. Graciella! Aku bisa gila jika aku tidak mendapatkanmu!"
Greciella mendengar itu langsung kaget. Dia menjadi obsesinya! Tentu hal itu tak bagus sama sekali.
"Tidak! Kau tidak bisa mendapatkanku! Kau yang sudah membunuh rasaku padamu! Aku sudah milik Xavier!"
"Jangan pernah sebut lagi nama itu di depanku! Graciella! Dulu kau begitu mencintaiku! Aku yakin, kau bisa kembali mencintaiku!" Adrean kembali mencengkram rahang mungil Graciella. Kali ini menatap dalam ke dalam mata Graciella. Perlahan mendekat seolah ingin mencium Graciella.
Graciella tentu langsung mendorong tubuh Adrean. Adrean langsung terdorong beberapa langkah ke belakang.
Melihat Adrean yang menjauh. Greciella tak ambil waktu lama. Dia segera turun dari ranjang dan mencoba keluar dari kamar itu. Diam-diam dia mengamati dan mencoba menganalisa. Bagaimana cara dia keluar dari kamar ini.
Greciella langsung saja berlari melewati lorong yang rasanya aneh. Kenapa rumah berbentuk seperti ini. Sedangkan Adrean hanya tenang menaikkan sudut bibirnya. Kenapa Greciella akan lari. Di sini dia tak akan bisa lari darinya.
Napas Greciella memburu. Jantungnya berdegup dengan sangat keras. Dia tidak ingat lagi bahwa dia harus istrahat total. Baginya melarikan diri dari cengkraman iblis bernama Adrean lebih penting sekarang.
Dia terus berlari ke tempat yang dia bisa. Mencoba mencari jalan keluarnya. Greciella segera menaiki tangga ke atas dan saat dia ke atas. Angin laut malam langsung menerpa dirinya.
Graciella yang tadinya hendak berlari kencakarena merasa mendapatkan jalan keluar seketika terdiam. Matanya menatap tak percaya apa yang ada di depannya. Degub jantung nya bisa dia dengarkan saking cepatnya. Angin yang cukup kuat menerbangkan rambut dan pakaian yang dia gunakan.
"Pilihanmu cuma dua! Melompat? Atau kembali ke dalam?" Tanya Adrean yang santai mengikuti Graciella.
Graciella langsung menatap ke arah Adrean. Pria itu tampak santai saja. Bagaimana dia bisa membawa Graciella ke tengah laut kelam begini?
"Adrean! Kenapa kau selalu menghancurkan semua hidupku! Bukannya kau sudah berjanji akan melakukan apapun untukku?" Tanya Greciella dengan air mata yang mulai mengalir. Rasa putus asa mulai timbul. Bagaimana cara Xavier bisa mengetahui keberadaannya?
"Aku pernah berjanji tapi kau juga pernah mengikari janjimu! Aku mengatakan bahwa aku sudah menemukan Moira dan kau akan bersamaku, tapi kau malah tetap bersama Xavier! Jika kau bisa menghancurkan harapanku! Maka aku bisa tidak menepati janjiku!"
Graciella terdiam. Dia memang pernah tidak menepati janjinya pada Adrean. Tapi semua itu demi Moira. Bagaimana pun dia tidak ingin hidup.lagi dengan pria ini!
"Kalau begitu! Aku lebih baik memilih melompat dari pada denganmu lagi!" Ujar Graciella.
"Kau ingin membawa mati anakmu? Apakah kau seputus asa itu? Aku yakin walaupun sedikit kau pasti berharap Xavier menemukanmu. Bagaimana jika saat kau melompat dia sudah dekat? Pikirkan, kau biarkan Moira menjadi anak tanpa ibu?"
Kata-kata Adrean seketika menghentikan langkah Graciella. Benar? Bagaimana jika itu terjadi. Xavier pasti sia-sia melakukan penyelamatan. Dan dia tahu, pria itu pasti melakukannya. Lagi pula dia tidak bisa melakukan hal bunuh diri ini lagi. Kalau dia bunuh diri, bukan hanya dirinya yang mati. Anak dalam kandungannya pun juga akan mati. Dia akan menjadi pembunuh. Graciella hanya menatap permukaan laut yang bergelombang. Membuatnya limbung, entah memang karena goyangannya atau karena efek bius yang masih ada.
"Masuklah, angin di luar kencang." Tiba-tiba Adrean sudah ada di belakang Greciella hendak menyelimut tubuh Greciella dengan jasnya. Pria ini selalu bisa berubah dari iblis menjadi melaikat dalam sekejap.
"Tidak!" Tapis Greciella. Dia segera berjalan ke bawah. Berjalan cepat menuju ke arah kamar tempat tadi dia bangun. Dia segera mengunci pintunya sebelum Adrean datang. Dan untung saja dia melakukannya. Karena tak lama knop pintu itu berputar-putar.
"Graciella! Buka pintumya!" Teriak Adrean.
"Tidak! Aku tidak akan membuka pintunya! Jika kau berani menerobosnya! Kau akan benar-benar melihatku melompat ke lautan!" Ancam Graciella. Dari pada di sentuh oleh Adrean.
"Baiklah kalau begitu. Lagipula kau tak bisa ke mana-mana. Dan Xavier juga tidak akan bisa menemukan kita. Kita akan ada terus di lautan lepas. Aku akan lihat seberapa lama kau akan bisa bertahan terus di dalam sana?"
Greciella menggigit bibirnya. Entahlah, apakah benar yang dikatakan oleh Adrean. Apakah Xavier tidak bisa menemukan mereka? Tapi jika memang mereka di lautan lepas yang luas. Maka, bisa saja itu terjadi. Mencari satu kapal bagikan mencari jarum ditumpukan jerami.
Graciella meringkuk di ranjangnya. Dia harus apa sekarang dia juga tak tahu. Hanya bisa berdoa agar ada secercah harapan agar dia bisa keluar dari sini segera.