Jerat Cinta Sang Penguasa.

Jerat Cinta Sang Penguasa.
Bab 277. Aku Tahu aku salah


“Bukannya Antonys sedang ada di luar negeri?” tanya Graciella.Setidaknya itulah yang dia tahu dari berita.


“Benar. Tapi secara diam-diam Beliau pulang kemarin. Saat ini kami sedang mengikuti beliau dari jarak jauh. Pengamanannya sangat ketat dan kami harus terus berganti orang agar penjaganya tidak curiga. Salah satu sumber mengatakan bahwa Beliau tidak pulang ke istana kepresidenan. Lagi pula, sepertinya Ibu negara juga sudah mengirimkan beberapa orang untuk mengikuti Tuan Antony. Itu yang membuat kami juga kesulitan. Kami harus saling mengawasi,” jelas orang yang diperintahkan Graciella untuk mengikuti Antony.


Graciella mendengarkan penjelasan dari orang suruhannya hanya mengerutkan dahinya. benarkah begitu? kalau begitu, Antony memang sedikit mencurigakan.


“Laporkan saja padaku. Pastikan apakah benar ada keberadaan Nona Laura di sana? aku hanya butuh itu,” ujar Graciella.Dia tidak ingin tahu tentang Antony ataupun tentang Adelia. Itu urusan rumah tangga mereka. Tapi kalau memang ini ada urusannya dengan Laura. Maka dia tidak bisa  tinggal. Kira-kira ke mana Antony pulang jika tidak ke istana kepresidenan.


***


Laura membuka matanya dengan sedikit berat. Sebuah senyuman tersunging di wajahnya saat dia melirik pria yang ada di sampingnya. Masih menutup matanya dengan rapat. Mungkin karena kelelahan dari perjalanan jauh sebelumnya dan lagi pergumulan mereka tadi.


Laura mengambil pakaian yang berhambur paling dekat dengannya. Dia melihat pakaian yang ternyata adalah kaos Antony. Dia melihat ke sekelilingnya dan tak menemukan di mana pakaiannya. Jadi dia pikir tak apa jika menggunakan kaos Antony.


Laura segera menutup tubuhnya yang polos dengan pakaian itu. dia segera menjejakkan kakinya ke lantai yang tertutup karpet tebal berjalan perlahan ke arah kamar mandi untuk sedikit membersihkan dirinya. 


Laura melirik sejenak sebelum masuk ke dalam kamar mandinya. Sepertinya mereka tertidur begitu pulas hingga tak terasa hari sudah menjelang sore. Pantas saja begitu dia bagun. Perut Laura langsung terasa keroncongan. 


Laura segera masuk ke dalam kamar mandi. Membersihakan tubuhnya yang tadi penuh keringat karena pergumulannya dengan Antony. Laura menatap wajahnya sejenak di kaca yang ada di kamar mandi itu. Menata sedikit rambutnya dengan mengikatnya dengan ikatan cepol lalu menurunkan sedikit anak-anak rambut yang ada di dahinya.


Saat dia melakukannya. Pintu kamar mandi itu terbuka. Laura membesarkan matanya melihat sosok pria yang tampak tetap begitu menarik sekarang walaupun baru bangun tidur. Antony hanya menggunakan celana tidurnya. Bertelanjang dada memperlihatkan tubuhnya yang begitu seksi.


Antony dengan mata yang masih terlihat berat berjalan ke arah Laura yang hanya menggunakan jas mandinya. Dengan cepat memeluk Laura dari belakang. Laura yang melihat kelakukan Antony hanya tertawa kecil.


“Kenapa cepat sekali bangunnya?” tanya Antony yang memang masih merasa butuh lebih banyak tidur. Di luar negeri kemarin dia melakukan pekerjaannya dengan sangat cepat hingga tidak memiliki waktu tidur yang cukup hanya supaya dia bisa mendapatkan sedikit waktu belum dia pulang ke negaranya. Antony dengan manja meletakkan kepalanya di bahu Laura.


“Cepat? ini sudah sore. Aku bahkan melewatkan makan siang dan sekarang perutku keroncongan.” Laura melihat Antony yang masih menutup matanya.


“Benarkah? kau lapar?” tanya Antony membuka sedikit matanya yang sipit. 


Laura melepas pelukan dipinggannya. Lalu melihat ke arah Antony. “Iya, lapar.”


“Baiklah, aku akan memerintahkan mereka memasak makanan, ingin makan apa?” tanya Antony.


“Apa kita tidak bisa keluar lagi?” tanya Laura berharap. Sepuluh hari terkekang di rumah ini, dia merindukan udara bebas.


“Nanti jika semuanya sudah selesai, kita bisa keluar lagi.” Antony mencoba membujuk Laura.


Laura memandang Antony sejenak. saat dia melakukannya tiba-tiba saja ponsel yang ada di saku celana Antony berdering. Antony segera melihat ke ponselnya, begitu juga Laura. Laura mengerutkan dahi melihat nama Adelia muncul di sana. 


Antony dengan cepat menolak panggilan itu dan segera mematikan ponselnya. Dia memang lupa melakukannya. Seharusnya dia terus mematikan ponselnya agar Adelia atau siapa pun tidak mengganggunya.


Laura mengulum bibirnya saat Antony memandangnya. Ada perasaan tidak nyaman yang menjalar seketika dalam perasaan Laura. Wanita itu, pastilah sangat khawatir dengan keadaan suaminya. Sedangkan sekarang, suaminya sedang bersama dengan Laura. Bagaimana Laura bisa lupa hal itu? pria di depannya ini sudah terikat tali pernikahan dengan wanita lain. Laura merasa pastilah Adelia sangat terluka jika tahu apa yang sudah mereka lakukan tadi. Jika Laura ada diposisi Adelia. Dia pasti sangat hancur. Bagaimana bisa dia menjadi penghancur rumah tangga seseorang?


 


“Sepertinya ini salah,” ujar Laura. Dia memang wanita yang sedikit aneh. Dia suka melakukan hal-hal yang menurutnya dia sukai dan benar. Tapi Laura bukan wanita yang suka mengambil hak orang lain. Bahkan dulu, seberapa kagum pun dia dengan Xavier. Dia tidak akan mengambilnya dari Graciella.


Tapi sekarang kenapa dia malah menjadi wanita simpanan? Dan sialnya, semua ini dia lakukan dengan sadar.


Laura segera keluar dari kamar mandi itu dan membuat Antony merasa Laura marah karena panggilan dari Adelia.


“Laura!” Antony segera mengejar Laura dan akhirnya menangkap pergelangan tangan Laura yang seketika membuat tubuh Laura berhenti menjauh darinya. Antony menarik Laura yang membuat wanita itu menatap dirinya.


Laura terdiam terhenti. Dia menggigit bibirnya dalam memperhatikan kedua bola mata yang begitu indah dan menggetarkan jiwanya. Sepertiya Laura memang gadis aneh seperti yang biasa dikatakan oleh Graciella. Dia rasa sekarang dia akhirnya sadar. Mungkin dia merasa punya perasaan seperti ini karena kehidupan percintaannya dengan Antony sudah tidak selurus dulu. Mungkin perasaan ini sama seperti saat Laura menggoda Antony dulu. Dia hanya tertantang karena status pria ini sudah beristri. Laura! kenapa kau selalu melakukan hal yang seperti ini?


“Maafkan aku, aku tahu aku salah.” Laura mengatakannya dengan gemetar. Perlakuan Antony yang begitu perhatian sekarang malah menyadarkannya bahwa semua hal ini memang salahnya. Antony bagaimana pun sudah milik wanita lain, dan kenapa dia malah tidur dengan pria ini?


“Apa maksudmu?” tanya Antony yang mengerutkan dahinya. Melihat Laura menunduk di depannya.


“Aku sudah mengerti. Semua ini memang salahku. Seandainya aku melepaskanmu saat kau ingin menikahi Adelia dulu, atau seandainya aku tidak pergi saat pernikahan kita. Semua ini tidak akan terjadi. Antony, maafkan aku, tapi aku tidak bisa hidup seperti ini.” Laura menatap ke arah Antony yang tampak hanya menatap ke arah Antony. “Sekarang, kau adalah pria milik orang lain ….” Suara Laura bergetar mengatakannya. Kenapa tiba-tiba terasa begitu sakit mengatakan hal ini. Laura juga merasakan air matanya mulai keluar


...****************...


Pojok Author


kakak, maaf sudah lama tak up, dikarenakan ada keperluan dan juga kabar duka dari keluarga jadi ga bisa up konsisten di sini.


terima kasih juga yang sudah mau menunggu karya saya. terima kasih, semoga ini bisa membalas penantian kalian, hehhe