
Monica mengerutkan dahinya. Benar juga, dia lupa ini adalah pernikahan kedua bagi Xavier dan juga Graciella. Membuat sebuah pesta yang terlalu mewah akan menjadi pembicaraan orang-orang. Monica hanya terlalu bersemangat. Pernikahan Xavier sebelumnya, dia bahkan tak membuat pesta sama sekali karena Xavier harus terus diberikan obat oleh David Qing hingga efek sampingnya sesuai dengan keinginan suaminya.
“Ya, benar juga. Kalau gitu Ibu akan meminta beberapa dekorasi yang mungkin lebih sederhana. Tak perlu takut, mereka pasti punya." Monica segera mengambil ponselnya dan tentu saja menghubungi pihak dekorasi yang akan dia sewa.
Di saat yang bersamaan, ponsel Graciella pun berdering. Tampak nama Daren ada di layar ponsel itu. Graciella tentu harus menjawabnya, bagaimana pun dia masih terikat pekerjaan dengan Daren. Saat ini dia sudah terlalu lama tidak bekerja. Untung saja Daren selalu bisa memakluminya.
“Ibu, aku mengangkat telepon dari tempat pekerjaanku dulu,” izin Graciella pada Monica yang sepertinya sedang mendengarkan perkataan dari seberang. Monica melepas ponselnya sejenak lalu mengangguk mengerti. Graciella langsung berdiri dan segera pergi menjauh, menuju ke arah balkon ruang tengah itu, dia menyipitkan matanya ketika berada di luar karena silaunya langsung menusuk matanya yang masih tampak sembab akibat menangis kemarin.
“Halo? Graciella?” ujar Daren segera setelah Graciella menyentuh tombol untuk mengangkat panggilan itu.
“Halo? Ya, ada apa kak? Maaf, saat ini aku tidak bisa ke kantor,” ujar Graciella. “Ada beberapa hal yang harus aku lakukan.”
“Ya, tidak apa-apa. Aku tidak meneleponmu karena kau tidak ke kantor. Aku juga mengerti, ibu hamil pastinya harus banyak istirahat. Kau bahkan boleh tidak ke kantor selama masa kehamilanmu. Aku bisa mengirim semua data-datanya langsung padamu atau meminta pegawai yang lain untuk mengirimkan data-datanya padamu jika diperlukan,” ujar Daren selalu dengan suara ramahnya. Hal ini langsung membuat Graciella membayangkan senyumannya yang begitu mengayomi, senyuman seorang kakak pada adik kecilnya.
“Eh?” ujar Graciella. Ternyata masih ada yang salah paham tentang kehamilannya. Dia memang masih mengatakan hal ini pada Xavier dan Monica. Bahkan Liliana saja belum dia beritahukan, Monica bilang agar jangan dahulu. Sudah begitu lama Monica tidak melihat Liliana punya semangat dan sesehat ini dalam menjalani hidupnya. Monica hanya minta untuk secepatnya benar-benar memberikan Liliana cicit, itu akan membuat kebahagiannya tak akan sia-sia.
“Ehm, maaf aku akan memotong pembicaraanmu. Tapi ada hal penting yang harus segera aku beritahu padamu.” Daren langsung saja memotong perkataan Graciella. Selain itu dia harus segera memimpin rapat yang cukup penting.
“Apa itu?” tanya Graciella mengerutkan dahinya. Mendengar suara Daren yang nada suaranya begitu serius membuat Graciella juga menjadi serius. Saking seriusnya dirinya hingga tak menyadari dari arah belakang, Xavier sedang mendekatinya.
“Begini, Kau kenal Antony bukan?” ujar Daren mengerutkan dahi. Dia sudah tahu jawabannya bahwa Graciella pasti mengenal pria yang sangat tergila-gila dengan Laura dulu.
“Antony? Tentu aku kenal dengannya, lalu?” ujar Graciella. Lekukan di dahinya makin dalam. Xavier yang ada di belakang Graciella hanya mengerutkan dahinya. Mencoba mendengar apa yang dibicarakan oleh Graciella dengan Daren. Dia tahu siapa lawan bicara Graciella sekarang karena sebelumnya dia sudah bertanya dengan ibunya dan mengatakan Graciella ada di balkon dan sedang berbicara tentang pekerjaannya.
“Dia menyewa kita untuk melakukan pengusutan kematian dari Tuan Robert Kim,” ujar Daren langsung.
“Ha? Dia menyewa kita untuk mengusut kematian dari Tuan Robert Kim?” tanya Graciella dengan suara yang sedikit naik. Kaget mendengarnya. Untuk apa dia menyewa jasa mereka.
“Sejujurnya dia ingin menyewa hanya dirimu. Tapi kami menolaknya. Dia harus tetap mengikuti kebijakan dari perusahaan ini, bukan? lagi pula aku merasa sedikit aneh, tentu aku tidak bisa melepasmu sendiri bekerja untuknya,"
“Ya, tentu. Lalu untuk apa dia menyewa kita? Apa dia memintaku untuk mencari tahu kebenaran dan memastikan bahwa Xavier yang membunuh Robert Kim?” tanya Graciella dan menebak sebenarnya apa yang terjadi. Tentu dia tak mau diadu domba nantinya.
“Bukan. Dia ingin kita menyelidiki kematian Robert Kim bukan untuk mengusut kembali masalah Xavier. Keterbalikan dari itu , sepertinya dia memang ingin tahu siapa pembunuh Tuan Robert Kim."
“Ya, benar. Aku juga sedikit kaget saat dia datang dan meminta hal itu. Aku tentu tidak bisa menolaknya. Jadi bagaimana? dia khusus memintamu walaupun aku sudah mengatakan bahwa kemungkinan kau tidak bisa menerimanya. Tapi dia mengatakan bahwa dia akan menunggu jawaban darimu. Jadi Graciella? Bagaimana? jika kau menolak, aku juga tak akan masalah,” ujar Daren.
Graciella menggigit bibirnya sejenak. Dia juga sebenarnya masih penasaran dengan kasus ini. Tapi karena dia harus mengurus tentang pernikahan mendadak ini. Pikirannya menjadi terbagi.
“Baiklah, boleh aku memikirkannya hingga nanti malam. Malam ini aku akan langsung menjawabnya,” ujar Graciella lagi. Dia berpikir sepertinya dia harus mengatakan hal ini pada Xavier dulu. “Aku harus mengatakan pada Xavier dahulu.”
“Mengatakan apa?” tanya Xavier tiba-tiba dengan suara beratnya. Tentu langsung membuat Graciella kaget dan hampir saja menjatuhkan ponselnya.
“Xavier? Kenapa tiba-tiba ada di sini?” tanya Graciella kaget. Kapan pria ini datang? Kenapa dia tidak tahu sama sekali? Graciella menutup speaker ponsel itu sejenak.
“Dari tadi, selesaikan dulu percakapanmu,” ujar Xavier. Dia tidak ingin percakapannya nanti dengan Graciella akan terganggu oleh pekerjaan ini.
“Eh? Halo kak, maaf, aku sedikit terkejut tadi karena sesuatu, bagaimana?” tanya Graciella lagi.
“Tak apa-apa. Kabariku secepatnya ketika kau sudah mendapatkan kepastiannya,” ujar Daren lagi pengertian.
“Baiklah kakak, aku putus dulu panggilan teleponnya,” ujar Graciella seraya menatap wajah dingin di depannya. Selalu saja datar dan dingin tapi Garciella selalu bisa merasakan hangatnya perlakuannya pada dirinya.
“Baiklah,” ujar Daren sebelum Graciella memutuskan panggilannya.
Graciella menatap kembali ke arah Xavier. Pria itu masih lengkap dengan pakaian dinasnya. Sepertinya setelah selesai bekerja, dia langsung pulang untuk bertemu dengan kekasih. Pria itu menuntut penjelasan yang tampak sekali dari wajahnya.
“Begini, ehm, kak Daren mengatakan bahwa dia butuh kepastian apakah aku bisa mengambil sebuah tugas,” jelas Graciella pada Xavier.
"Tugas apa?" tanya Xavier langsung.
“Antony ingin menyewa penyelidik dari institusi kami, untuk menyelidiki kematian Robert Kim dan dia khusus meminta agar aku menjadi salah satu penyelidik itu," Graciella langsung bisa melihat kerutan yang ada di bagian tengah alis Xavier.
“Antony?” tanya Xavier yang kaget. Tentu saja, bukannya dia sama sekali tidak punya hubungan apa-apa dengan kasus ini? Kenapa dia tiba-tiba menyewa seorang detektif swasta untuk melakukan penyelidikan? Ada apa dengannya? lalu, kenapa dia secara khusus meminta Graciella?