
“Ya, karena itu aku bertanya apakah kalian punya tim yang bisa memperbaiki gambar ini. Lihatlah di bagian tubuh pria ini. Pegangan itu ada di bagian dadanya. Dan di bagian depannya terlihat sebuah gambar berwarna merah,” ujar Graciella lagi.
“Lalu? Pegangan dengan warna hitam dan merah tentu saja juga banyak,” ujar Daren lagi.
“Aku pernah menyewa sebuah mobil saat di Amerika. Dan mereka memberikan logo perusaan mereka di bagian bantalan kepalanya sehingga bisa dengan mudah mereka lihat bahwa itu adalah mobil sewaan milik mereka dan susah untuk di lepaskan. Jadi … bagaimana jika ada perusahaan mobil penyewaan yang juga menggunakan hal seperti ini? Apa kalian tidak merasa gambar ini tidak biasa. Biasanya selalu dengan kartun atau yang lainnya. Tapi ini seperti simbol? Benar tidak?” ujar Graceilla menganalisa apa yang dipikirkannya.
Mendengar itu Daren dan Stevan langsung saling memiringkan kepalanya mencoba menganalisa gambar yang ditunjukkan oleh Graciella. Begitu kabur tapi kenapa bisa Graciella berpikir seperti itu?. tapi apa yang dijelaksan oleh Graciella langsung masuk ke dalam otak mereka.
“Mobil itu menggunakan plat nomor palsu. Seorang pembunuh, juga pastinya memikirkan cara agar tidak bisa dideteksi. Jika aku jadi dia, aku pasti memikirkan untuk menyewa sebuah mobi untuk melancarkan seranganku. Itu cara yang paling mudah untuk tidak bisa dilacak oleh polisi,” ujar Graciella lagi.
Daren dan Stevan saling melirik daan dengan cepat Daren mengangguk bersamaan dengan Stevan.
“Itu adalah mobil jeep wrangler tahun 2018, Mobil yang jarang dijadikan mobil sewaan. Tapi kita bisa mencari tempat-tempat penyewaan jeep ini dan --- Violah, ada 5 tempat penyewaan mobil ini yang tersebar di negara ini,” ujar Daren yang menggunakan mesin pencarian khususnya.
“Aku akan meminta tim ku untuk memperbaiki kualitas dari gambar ini. Mencoba untuk memperjelasnya. Jika sudah, aku akan mengabarinya. Aku juga akan meminta anak buahku untuk segera datang ke tempat itu jadi kau tidak perlu mendatanginya satu persatu. Jika sudah mendapatkan tempat yang sesuai dengan kriteria, maka aku akan mengabari kalian. Tenang saja, aku tidak akan mengambil bagian kalian,” ujar Stevan sedikit tersenyum melihat ke arah Graciella dan juga Daren yang menatapnya.
“Bolehkah aku datang ke TKP?” tanya Graciella pada Stevan.
“Boleh saja. Aku bisa mengaturnya. Kau ingin pergi kapan?” tanya Stevan.
“Tentu saja secepatnya. Bagaimana jika siang ini?” tanya Graciella.
“Bisa saja. Tapi kita harus melakukan pertemuan dengan Antony dulu. Dia sudah ada di ruang tunggu," ujar Daren menunjukkan pesan dari asistennya.
“Baiklah,” ujar Graciella.
“Aku akan menunggu di sini,” kata Stevan. Bagaimana pun walau dia bekerja sama dengan Graciella dan Daren tapi sebenarnya dia tidak termasuk dalam tim penyelidikan swasta milik mereka. Ikut dalam pertemuan itu akan membuat klien mereka pastinya tidak nyaman.
Daren dan Graciella segera bersiap untuk bertemu Antony yang sudah menunggu mereka. Saat masuk ke dalam ruangan itu, Graciella melihat sosok Antony yang tampak berbeda dari yang pernah dia kenal sebelumnya. Bukan karena penampilannya yang sekarang terlihat lebih dewasa akibat potongan rambutnya yang dia sisir ke belakang. Tapi aura yang di dapatkan oleh Graciella pun berbeda. Terasa tak bersahabat.
“Tuan Antony,” ujar Daren yang segera mengulurkan tangan ke arah Antony yang langsung menyambutnya dengan senyuman tipis. Walaupun tipis lesung pipi itu langsung terlihat menghiasi pipinya.
Antony langsung tampak tersenyum lebih lebar ketika melihat Graciella yang juga hanya membalasnya dengan senyuman. Walaupun Graciella tidak begitu mengenal pria ini, beberapa kali melihatnya membuat Graciella bisa merasakan langsung perubahan dari pria itu. Pria yang biasanya selalu ramah dan juga tampak begitu hangat bersahabat sekarang lebih terlihat lebih diam dan serius. Ada aura yang cukup mencekam dari sorot matanya yang tampak datar dan juga senyumnya yang entah kenapa malah terlihat licik bagi Graciella. Graciella benar-benar seperti baru menemui pria ini.
“Lalu bagaimana?” tanya Antony. Nada suaranya pun tampak berubah. Datar dan tak lagi terasa ramah.
Antony tak langsung menjawab. Dia hanya mengamati Daren sejenak. “Baiklah.” Tak banyak kata-kata keluar dari mulutnya.
“Boleh aku bertanya?” tanya Graciella tiba-tiba. Daren langsung melihat ke arah Graciella.
“Tentu, Ada apa Nona Graceilla?” tanya Antony. Graceilla merasa tak nyaman dengan nada bicara Antony.
Graciella ingat bagaimana nada kecewa yang sangat keluar dari pria ini saat dia menyampaikan kabar pernikahannya. Apakah kekecewaan itu yang sudah mengubah total pria ini?
“Anda tidak punya hubungan apa pun dalam kasus ini, tapi kenapa Anda sangat ingin kami mengungkapkan kasus ini?” tanya Graciella.
Antony hanya memiringkan sedikit kepalanya. Memandang Graciella dengan sudut matanya seolah menganalisa. Dia memainkan sedikit bibirnya lalu tak lama menyungingkan senyuman hambarnya. Antony lalu menegakkan tubuhnya lalu kembali melihat Graciella dengan serius.
“Nona Graciella. Kau adalah wanita yang cerdas. Aku tidak perlu gamblang mengatakan apa tujuanku memintamu untuk memecahkan kasus ini. Tapi aku yakin, hasilnya akan sama-sama menguntungkan bagi kita. Kau akan bisa mengungkapkan siapa yang sudah berani memfitnah suamimu dan aku mendapatkan apa yang aku butuhkan sekarang. Kalian tidak perlu takut. Aku akan memfasilitasi semua kebutuhan kalian untuk penyelidikan ini. Bahkan aku akan menjamin keselamatan Nona Graciella jika kalian merasa terancam,” ujar Antony lagi dingin.
Daren dan Graciella saling memandang. Kasus pembunuhan dari Robert Kim termasuk sebuah berita yang cukup besar. Jika mereka benar-benar bisa mengungkapkannya maka elektabilitas dari Antony akan segera naik.
“Baiklah, kami akan berusaha untuk memecahkan kasus ini.” ujar Daren.
“Baguslah jika begitu. Aku ke sini hanya ingin memastikan bahwa Anda benar-benar menerima permintaanku. Kalau bisa beritahu aku tentang perkembangan kasus ini.” ujar Antony segera berdiri dari tempat duduknya. Menarik jasnya agar terlihat lebih rapi tapi wajahnya yang dulu penuh dengan tawa dan senyuman tak lagi menunjukkan hal itu. Datar.
“Ya, baiklah, aku akan memberitahu Anda tentang semua perkembangan kasus ini,” ujar Daren segera membukakan pintu untuk Antony.
"Aku harap kalian bisa memecahkan kasus ini dengan cepat. Pasti sangat tidak nyaman tidur dengan memikirkan orang yang sudah membunuh apalagi memfitnah orang terdekat kita. Kita tak tahu apalagi yang bisa dia lakukan pada keluarga kita, bukan?" ujar Antony lagi sambil menatap dingin. Graciella tak tahu apa maksudnya? apakah dia sedang bersimpati dengan Graciella atau malah mengancam Graciella. Tapi yang pasti, Graciella merasa tak nyaman dan merasa sedikit kasihan dengan perubahan Antony ini.
“Antony," panggil Graciella yang segera menghentikan langkah Antony.
“Ya?" tanya Antony.
“Maaf aku tidak bisa datang ke pernikahanmu waktu itu,” Ujar Graciella. Bukannya Antony mengundangnya tapi Graciella merasa tak enak hati untuk datang ke pesta pernikahannya. Karena bagaimana pun, temannya yang bodoh itu sudah membuat pria ini patah hati.
Antony naikkan sudut bibir hingga menjadi sebuah senyuman yang licik. “Tak masalah. Hanya saja jika kau bertemu dengannya. Lebih baik memintanya untuk terus lari.”
Graciella terdiam mendengarkan kata-kata Antony yang dingin dan seperti sebuah ancaman. Kenapa sekarang Graciella merasa Laura sudah membangunkan singa yang tertidur. Temannya yang bodoh itu sudah mengubah pria yang begitu baik hati, menjadi seorang yang perlahan terasa mengerikan.