
“Eh? itu Devina, bukan?” Graciella panik, bagaimana jika Devina melihat Graciella di sini. Bagaimana pun dia adalah sepupu Adrean. Dia pastinya akan melaporkan keberadaan Graciella. Belum lagi dia akan mengatakannya kepada Kakek mereka atau orang tua Xavier. Pasti akan ada fitnah lagi nantinya.
Graciella langsung melihat ke arah Xavier yang hanya menyipitkan matanya melihat sosok wanita itu keluar dari mobilnya. Jelas sekali itu adalah Devina. Dia tampak kesal dengan para penjaga yang melarangnya untuk masuk. Xavier tahu, pasti wanita itu ingin menemuinya karena permasalah pembatalan pertunangan mereka.
“Tunggu di sini,” ujar Xavier yang tanpa menunggu jawaban dari Grwcy dan langsung saja keluar. Graciella dengan penasarannya mengikuti segala pergerakan Xavier. Dia baru sadar, saat berjalan dari belakang saja Xavier tampak begitu gagah.
“Eh? apa kaca mobil ini tembus dari luar?” tanya Graciella, dia tidak ingin terlihat dari luar sedang memperhatikan Xavier.
“Tidak Nona, mungkin hanya terlihat siluetnya saja," ujar supir yang sekarang hanya berdua di mobil itu bersama dengan Graciella.
“Oh, baiklah," kata Graciella yang segera melihat kembali ke arah Xavier yang langsung berjalan ke arah Devina.
Devina memandang kesal ke arah Xavier yang sekarang berdiri di depannya dengan wajahnya yang selalu tak ramah jika melihatnya.
“Ada apa?” tanya Xavier dingin.
“Dari mana saja kau? aku menghubungimu semalaman tapi kau tidak mengangkatnya sama sekali?” cerca Devina tak lagi bisa menahan rasa kesalnya. Semalaman dia menangis karena pria ini karena Xavier membatalkan pertunangan mereka. Tapi pria ini malah terlihat seolah tak ada apa-apa.
“Aku punya banyak tugas. Lebih baik kau pulang sekarang. Di dalam sedang ada pelatihan sehingga bagaimana pun kau tidak akan diperbolehkan untuk masuk."
“Xavier? Apa kau sama sekali tidak memikirkan bagaimana keadaanku? apa kau tahu aku menangis semalaman karena kau membatalkan pertunganan kita begitu saja? kau punya hati tidak?!" Devina tak menyangka Xavier benar-benar tak punya hati. Dia benar-benar tak memikirkan tentang dirinya.
Xavier menyipitkan matanya, dia tahu bahwa Devina pastinya akan menyalurkan semua emosinya, dia selalu begitu sedarj kecil. Xavier mengeluarkan gestur agar bawahannya menjauh dari mereka berdua. Graciella mengerutkan dahinya melihat para penjaga yang pergi meninggalkan Xavier dan Devina.
Devina yang melihat Xavier dengan wajahnya yang semakin kesal karena mendapati pria itu juga seolah tak menanggapi apa yang dia katakan. Meninggalkan dia dalam keheningan.
“Katakan padaku? apa kau pergi dengan wanita itu lagi?” tanya Devina menahan emosinya menatap ke arah Xavier yang juga hanya melihat Devina dengan tatapan datarnya.
“Pulanglah, lebih baik kau pulang. Kau hanya menyakiti dirimu sendiri jika begini," ujar Xavier mencoba untuk setenang mungkin menghadapi Devina.
“Sial! Aku tahu, kau pasti semalaman dengan wanita pelacur itu? Benar bukan? bagaimana bisa kau malah bersama dengan wanita murahan itu? dia itu adalah istri kakak sepupuku! Kanapa kau tidak berpikir tentang hal itu! wanita itu cuma wanita murahan yang menginginkanmu karena kedudukanmu dan hartamu! Apa yang sudah dia lakukan padamu? Sial! bagaimana dia menggodamu hingga seperti ini! wanita murahan itu!” teriak Devina tanpa memperdulikan lagi dimana dia sekarang. Dia tak peduli jika ada orang yang mendengar tentang hal ini. Biar semua tahu bahwa wanita yang sekarang berasama Xavier adalah wanita penggoda dan murahan.
“Devina! jaga bicaramu!” suara Xavier mulai meninggi. Dia tak ada masalah jika Devina ingin marah padanya. Dia tahu bahwa wanita ini pastinya kecewa dengan apa yang dia lakukan. Tapi, jika sudah menyangkut Graciella. Entah kenapa dia tidak suka mendengarnya.
“Kenapa? kau malu? kau marah karena aku mengatakan Graciella adalah wanita murahan! bertanyalah pada semua orang! tanya pada semua orang yang sekarang melihat kita! apa sebutan untuk wanita yang sudah bersuami tapi tetap menggoda pria lain? apa sebutan wanita bersuami yang menghabiskan malam dengan pria lain? apa sebutannya selain wanita murahan! jawab aku!” teriak Devina lebih besar agar semua orang tahu. Para bawahan Xavier yang sebenarnya sudah cukup menjauh menjadi pura-pura tak mendengarnya. Graciella mencoba untuk mendengarkan perkataan dari Devina. Sayangnya dia tak mendengarnya dengan jelas.
Xavier menggertakkan giginya membuat otot leher dan juga otot pipinya tampak tegang. Matanya sangat tajam menatap ke arah Devina. Memerah karena pembuluh darahnya terlihat. Devina mengkukuhkan dirinya, seolah tak gentar akan tatapan Xavier.
“Kenapa? katakan padaku? apa tubuhnya terasa begitu nikmat hingga bisa membuatmu seperti ini? katakan!” Devina bagaikan orang gila yang kesetanan, berteriak hingga napasnya tersengal dan juga suaranya serak.
Xavier menggepalkan tangannya dengan erat. Dia berusaha dengan sangat untuk tidak menggunakan tangannya. Jika saja dia tidak ingat bahwa Devina adalah perempuan, pastilah dia sudah melayangkan sebuah tamparan keras di wajahnya agar dia bisa diam.
“Dia tidak pernah menggodaku, Selama ini aku yang menggodanya,” ujar Xavier lagi. “Dan keputusanku sudah bulat! Apapun yang terjadi aku akan menikahinya!”
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Xavier. Graciella yang hanya bisa melihat itu membesarkan matanya. Graciella sebenarnya ingin segera keluar tapi dia ingat bahwa Xavier memintanya untuk menunggu dan itu pastilah ada alasannya. Dia takut jika dia keluar malah akan membuat runyam keadaannya.
Xavier menarik napasnya lalu mengalihkan pandangannya kembali ke arah Devina. Melihat wajah wanita itu benar-benar penuh amarah. Bahkan dia seperti akan menyerang Xavier. Tapi Xavier kembali menarik napasnya, berusaha tenang.
“Aku terima itu! tapi setelah ini lebih baik kau menerima semua keputusan ku. Aku tidak bisa dengan mu.” Xavier memalingkan wajahnya dan memutar tubuhnya. Dia rasa sudah cukup untuk berbicara dengan Devina. Semakin lama dia berbicara akan semakin memperkeruh suasana.
“Xavier! kau mau kemana! Xavier!” teriak Devina yang mengikuti langkah Xavier yang mulai meninggalkannya. “Xavier, aku masih ingin berbicara denganmu! Xavier jangan meninggalkanku seperti ini!” ujar Devina terus mengikuti Xavier hingga akhirnya Devina menangkap lengan Xavier agar pria itu berhenti. Sekarang mereka berdiri di samping mobil Xavier. Graciella bisa melihat dengan jelas Devina dan Xavier sekarang.
“Ada apa lagi?” tanya Xavier dingin. Dia hanya menghargai bahwa mereka sudah bersahabat dari kecil dan Xavier benar-benar sudah menganggap Devina seorang adik kecil baginya. Tapi entah sejak kapan wanita ini menjadi begitu terobsesi padanya.
“Xavier! Aku akan melakukan apapun, apapun itu asal jangan meninggalkanku. Aku, aku, aku, apapun, asal jangan meninggalkan aku.” Devina memelas dengan air mata yang sudah begitu membasahi wajahnya. Terlihat benar-benar sedih. Hal itu malah menusuk perasaan Graciella. Dia sudah menyebabkan seorang wanita menangis begitu pilu. Graciella berpikir jika dulu dia tidak bertemu dengan Xavier. Akankah Devina dan Xavier bersatu?
...****************...
Haloo kakak! haha! ini mudah banget kan tebakannya dan banyak juga yang bener. Tapi kita ambil yang tercepat dan yang pastinya tepat. Kalau yang jawabnya 2, kita ga ambil ya kak... hehe...
jadi pemenangnya adalah
Mmh Afsyah Rizi
Salmafina Azzahra.
aku udah follow ka. kirimin no hp yang akan di isikan pulsanya ya. Next kita tebak2an lagi, tapi ga tebak siapa yang datang. Entar aku ajak mecahin kasus... haha...
Selain itu, tetep! minta tolong ya kak! Like, komen, dan share kalo boleh hehe... biar otornya semangat 45 nulisnya...
see you next Chapter kak