Jerat Cinta Sang Penguasa.

Jerat Cinta Sang Penguasa.
bab 111


Semua orang yang ada di ruangan itu langsung terdiam dengan wajah yang tidak percaya. Hanya Graciella yang menatap mereka dengan wajah bingung dan bertanya. Stevan, Laura dan Daren saling melempar pandang.


“Xavier! Kau kenal Xavier?” tanya Stevan langsung. Kali ini Laura yang membesarkan matanya. Dia tidak ingin membicarakan tentang pria yang sampai sekarang bahkan tidak menunjukkan batang hidungnya. Terakhir dia melihat pria itu adalah saat pengumuman pernikahannya dengan Devina. Setelah itu Laura tidak pernah dan tidak pernah lagi ingin mengetahui kabarnya. Pria pengecut itu, tidak lebih baik daripada Adrean. Bahkan sekarang Laura merasa Adrean lebih baik, setidaknya pria itu meloncat dari jembatan untuk menyelamatkan Graciella. Dan mungkin juga karena bantuannya, Graciella bisa ada di sini sekarang. Mereka berdua tersangkut di batang pohon.


“Xavier?” tanya Graciella lalu dia menggelengkan kepalanya. Tanda dia tidak ingat apapun tentang pemilik nama itu. Tapi Graciella memang tidak mengingatnya. Tidak Xavier, Tidak juga Moira. “Mereka siapa?” tanya Graciella polos.


Lagi-lagi ketiganya saling melempar pandang. Bagaimana Graciella mengenal mereka bertiga tapi tidak kenal dengan Xavier dan Moira. Ada apa ini?


......................


“Aku rasa Nona Graciella mengalami Amnesia Disosiatif,” ujar dokter yang selama ini menangani Graciella, bertugas berdua dengan Laura. Dia menyimpulkan diagnosa itu saat memeriksa Greciella. Sekarang mereka berempat ada di luar kamar Graciella. Mereka tak ingin Greciella menjadi khawatir.


“Amnesia Disosiatif?” tanya Laura kaget.


“Hei? Kami berdua tidak tahu apa itu amnesia disosifatif?” kata Stevan protes, dari wajah yang ditunjukkan oleh Laura. Sepertinya kondisi itu tidak baik.


“Amnesia Disosiatif adalah amnesia yang lebih dalam dari pada amnesia biasanya. Pada keadaan biasa amnesia bisa terjadi karena luka di otak, efek samping obat, atau penyakit. Tapi pada Amnesia disosiatif, hal ini disebabkan oleh kejadian traumatis yang sangat menguncang dirinya hingga tubuh orang yang mengalami trauma melakukan pertahanannya dengan memblok ingatan-ingatan tertentu hingga orang itu merasa blank dan tidak bisa mengingat keadaan yang membuatnya trauma,” jelas Laura pada Stevan dan Daren sesederhana mungkin.


“Jadi maksudmu tubuh Graciella membuat pertahanan dengan tidak membuka akses untuk mengingat tentang Xavier ataupun Moira?” tanya Stevan.


“Ya, amnesia jenis ini memang berbeda dengan Amnesia yang biasa. Di sini mereka bisa mengingat dan juga memiliki memori tentang semuanya kecuali semua hal yang berhubungan dengan trauma psikologisnya. Bisa dibilang, otak Graciella mengubur dalam-dalam semua hal tentang Xavier dan Moira. Dia tidak bisa mengingat mereka,” ujar Laura.


“Benar, itu kenapa Nona Graciella bisa mengetahui tentang Anda-anda, tapi tidak bisa mengingat tentang Tuan Xavier dan Moira, dan tentunya Nona Graciella akan memiliki memori tambahan karena dia menghilangkan peran Tuan Xavier,” ujar Dokter itu.


Stevan mengerutkan dahinya. Dia kenal Graciella karena Xavier saat itu memanggilnya di pusat perbelanjaan itu. Lalu bagaimana bisa dia ingat dengan Stevan, apa yang dia ingat dengan pertemuan pertama mereka?


Stevan yang ingin tahu segera masuk ke dalam kamar Graciella. Dia langsung menemui Graciella dan berdiri di depannya. Graciella saja kaget melihat kedatangan Stevan.


“Nona Graciella, kau ingat pertama kali kita bertemu?” tanya Stevan langsung saja.


Graciella mengerutkan dahinya, “Kalau tidak salah, kita bertemu di pusat perbelanjaan bukan? Ada seorang penculik di sana, aku sedang makan dan aku mencoba untuk menolong anak itu. Kau datang setelah pihak keamanan pusat perbelanjaan itu menahannya bukan?” tanya Graciella yang mencoba mengingatnya.


“Lalu apa kau ingat kau pergi dengan siapa ke sana?” tanya Stevan yang tampak sedikit ngotot berbicara dengan Graciella. Daren harus menepuk pundak Stevan agar dia tidak terlalu tampak emosional.


“Ehm, aku tidak ingat, aku rasa aku hanya pergi sendirian,” ujar Graciella.


“Ya, kau hanya pergi sendirian,” ujar Laura segera menimpali. Takut Stevan akan menanyakan hal-hal aneh lagi dan membuat Graciella harus mengingat Xavier. Laura tidak ingin Graciella mengingat pria itu. Walaupun cukup kejam untuk membiarkan Graciella tidak mengingat anaknya. Tapi bukannya begini lebih baik?


Stevan hanya melirik Laura yang juga tampak menegaskan pandangannya ke arah Stevan. Stevan hanya merasa ini begitu aneh. Bagaimana bisa ada penyakit seperti ini?


“Ya, tentu, dia mantan suamiku. Bukannya kau yang membantuku untuk bercerai dengannya?”


“Graciella, kau pasti masih lelah, tidurlah, kau butuh banyak istirahat. Kalian berdua! Ikut aku!" ujar Laura tegas melihat ke arah Daren dan juga Stevan.


Graciella hanya mengerutkan dahinya melihat ke arah Laura yang menarik kedua pria itu pergi dari sana.


Laura menutup pintu Graciella perlahan. Setelah itu langsung membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Stevan dan Daren dengan sangat tajam. Stevan dan Daren sampai bingung melihat tingkah Graciella.


"Kau! Apa maksudmu menanyakan hal-hal seperti itu!" Ujar Laura. Laura curiga Stevan ingin kembali mengingatkan Greciella tentang Xavier. "Aku tahu Xavier adalah temanmu! Tapi kau lihat! Apa yang sudah dia lakukan pada Graciella dan hingga saat ini, apa dia pernah sekali pun menunjukkan batang hidungnya? Bahkan menanyakan keadaan Graciella saja dia tidak pernah! Jika kau coba-coba mengingatkan Graciella tentang Xavier. Maka aku akan melarangmu bertemu dengan Graciella lagi!" Ujar Laura.


"Aku hanya ingin tahu apakah itu benar atau tidak!" Alasan Stevan membela dirinya.


"Apa keadaan ini akan selamanya? Atau ada kemungkinan Graciella akan mengingat semuanya kembali?" Tanya Daren.


Laura hanya memainkan rahangnya. "Aku tidak tahu, amnesia bukan sesuatu yang bisa ditebak atau dipastikan. Tapi untuk saat ini, biar saja dia begini, aku tidak mau lagi dia kembali terpuruk dengan kematian anaknya. Biarkan dia menjalani hidupnya yang baru," ujar Laura rendah.


Stevan menarik napas panjang. Dia mengerti tentang keinginan dari Laura. Bagaimana pun dia juga tahu bagaimana terpuruknya Greciella sebelumnya.


"Baiklah, aku tidak akan melakukan itu lagi, Maaf." Stevan bernada menyesal.


"Ya," kata Laura lagi.


"Aku akan menjaga Graciella sekarang. Bukannya kalian tadi ada pekerjaan. Setelah makan siang kalian boleh menggantikanku, jangan khawatir dia pasti aman di sini," ujar Daren. Pastilah Laura dan Stevan memiliki pekerjaan.


"Ya, baiklah, terima kasih Daren," ujar Laura. Maunya dia ada di sini terus, tapi saat ini adalah jam jaganya. Bahkan dia sudah terlambat. Dia juga tidak bisa mangkir dari tugasnya.


"Aku akan datang nanti malam," ujar Stevan. Dia juga harus membereskan beberapa pekerjaannya.


"Baiklah, hati-hati di jalan," ujar Daren.


Laura dan Stevan mengangguk. Mereka segera memulai langkah untuk pergi dari sana. Daren hanya mengantar mereka dengan senyuman dan lambaian tangan.


Daren segera masuk kembali ke kamar Greciella. Dia masih trauma melihat Graciella yang mengambil jalan pintas sebelumnya. Karena itu dia belum bisa membiarkan Graciella sendirian.


Daren segera mengulas senyumnya saat melihat Greciella yang sedang duduk di pinggiran ranjangnya.


"Daren, boleh tahu aku di mana?" Ujar Greciella.