
Saat memasuki taman itu Moira lepas dari tangannya dan Graciella dengan langkah kecilnya berusaha mengejar Moira yang tampak senang dikejar oleh ibunya. Mereka berlarian di sekitar taman itu. Graciella menumpahkan air dari air mancur itu di tangan Moira. Moira kedinginan menerima airnya. Muka yang dimunculkan oleh Moira begitu lucu, Graciella benar-benar tak bisa menahan tawanya.
Hari itu adalah hari sendu di pertengahan musim gugur. Daun-daun di taman itu berterbangan tertiup angin yang mulai dingin. Siap menyambut musim dingin selanjutnya. Graciella menangkap tubuh kecil putrinya yang tampak girang. Menyebarkan tawa renyah yang membuat siapapun tersenyum bahagia mendengar kebahagiaan mereka. Graciella menggendong tubuh kecil Moira sambil berputar. Membuat tawa Moira semakin riang.
Namun, tiba-tiba mata Graciella menangkap silut sosok pria yang berdiri beberapa langkah darinya. Graciella menghentikan putarannya dan mencoba melihat dengan jelas. Apakah itu benar dia?
Tawa Graciella pupus berganti wajah bingung dan kaget yang tampak pasti. Dia mematung dan bingung harus bagaimana menanggapi Xavier yang berdiri dengan wajah datarnya memandangi Graciella. Graciella hanya menatap pria itu dengan diam. Tak suka melihat tatapannya yang biasa tajam menjadi sendu. Daun-daun berguguran, terbang mengisi jarak antara mereka, menambah kemuraman dari hati masing-masing.
Mata Xavier bergulir menatap wajah anak perempuan yang digendong oleh Graciella. Wajahnya tampak polos, dan dari kemiripan senyumannya dengan Greciella. Xavier tahu, itu adalah putri Graciella. Hatinya bertambah tak nyaman.
"Papa!" teriak Moira tiba-tiba saja mengarah ke Xavier. Dia langsung berontak dari pelukan Graciella yang kaget. Kenapa memanggil papa ke arah Xavier? Xavier pun cukup kaget. Graciella langsung menurunkan Moira yang dengan langkah kecilnya berlari ke arah Xavier.
Xavier mengerutkan dahinya saat Moira semakin mendekatinya. Tapi, Moira ternyata melewati dirinya begitu saja dan langsung ditangkap oleh Adrean yang nyatanya berdiri di belakang Xavier. Graciella dan Xavier kaget melihat keberadaan Adrean. Bagimana mereka tak tahu pria itu di sana.
Adrean menatap Graciella yang langsung tertunduk. Dia bingung harus bagaimana. Adrean lalu memindahkan tatapannya ke arah Xavier yang terus menatapnya dengan emosi yang tersirat jelas di matanya. Tangan Xavier bahkan mengepal erat.
Adrean berjalan perlahan. Senyuman miringnya mengembang hingga membuat wajahnya begitu licik dan menyebalkan untuk Xavier. Dia melewati Xavier tapi seolah sengaja menunjukkan dirinya, setelah itu dia segera berjalan ke arah Graciella.
"Ingat perjanjian kita," tegas Adrean mengingatkan. Graciella menatap pria itu dengan wajah terkejut tapi juga tak berdaya. "Pulang!" Adrean merangkul pinggang kecil Graciella, menariknya lebih dekat ke arahnya dan mengarahkanya untuk berbalik dan mulai berjalan meninggalkan tempat itu. Graciella ingin sekali melihat Xavier tapi dia tak sanggup melihatnya.
Mata Xavier memandang pemandangan yang membuat hatinya begitu sakit. Dari awal melihat tawa Greciella saat bermain dengan anak perempuan itu, membuatnya tiba-tiba merasakan bahwa dia tak akan bisa bersama dengan Greciella. Kenapa tak ada yang mengatakan bahwa Graciella sudah memiliki putri? Inikah alasannya kenapa dia tak pernah akan bisa melupakan Adrean. Jika begini bagaimana bisa Xavier mencoba merebut seorang ibu dari keluarganya. Xavier tak akan bisa.
Walau dengan sakit dan berat hati. Xavier akhirnya harus merelakan. Dia tak ingin lebih lama lagi melihat pemandangan yang membuat jiwanya terkoyak. Dia membalikkan tubuhnya segera dan mulai berjalan pergi walaupun dengan langkahnya yang berat.
Bersamaan dengan itu, akhirnya Graciella bisa memaksa dirinya untuk melihat ke belakang. Menemukan punggung pria itu menjauh darinya. Ada rasa sakit melihat kepergiannya yang langsung menginduksi air matanya untuk keluar. Pria itu akhirnya menyerah juga. Ya! Rasanya lebih baik begini. Lagipula Graciella dan Xavier memang tak pernah akan bersatu. Mereka hidup di dunia berbeda, dipaksakan pun tak akan bisa. Graciella menggigit bibirnya, harus merelakan dan biarlah perasannya terbang bersama dengan daun-daun yang kini berguguran.
Adrean melihat Graciella dan Xavier yang pergi hanya menaikkan sudut bibirnya lebih naik. Rencananya berhasil juga. Saat Graciella sibuk menyuapi Moira, dia pergi ke ruang kerjanya dan mengangkat panggilan dari Laura. Dia memberitahu bahwa dia akan ke rumah sakit membawa Graciella. Wanita itu pasti akan melapor pada Xavier dan Xavier memastikannya lewat bawahannya. Setelah pasti, Xavier akan datang. Awalnya pasti ingin menjadi pahlawan menyelamatkan Graciella. Tapi yang dia dapatkan hanya sakit hati dan kekalahan. Sudah Adrean katakan, dia pasti berhasil memisahkan Xavier dan Graciella.
...****************...
sampai sini dulu ya kak... aku belum bisa edit, kalo banyak Typo maafkan aku ya kak