Jerat Cinta Sang Penguasa.

Jerat Cinta Sang Penguasa.
Bab 42. Ada apa dengan pria ini?


"Ha! kenapa kau ada di sini? bagaimana bisa kau masuk ke sini?" tanya Laura yang langsung naik emosinya ketika melihat Adrean di sini. Laura melihat ke arah luar. Bukannya Xavier memberikan penjagaan dan lalu bagaimana Adrean bisa masuk?


"Tentu aku bisa. Tak ada yang bisa melarang aku bertemu dengan istriku yang sah. Yang akan menjadi masalah jika ada orang yang menghalangiku untuk bertemu dengannya, benarkan, IRJEN?" ujar Adrean melirik pada salah satu dari lima orang polisi yang dibawanya. Laura mengerutkan dahinya. Pantas saja penjaga yang diberikan oleh Xavier tak bisa berkutik.


"Benar!" tegas dari Inspektur Jendral polisi itu, dia lalu melirik ke arah Antony. "Tuan Antony," salamnya pada Antony.


Antony hanya mengangguk pelan. Dia lalu memindahkan kembali wajahnya ke arah Adrean yang masih menebarkan senyuman sinisnya. Antony hanya memandangnya sedikit tajam, selalu tak suka dengan gaya Adrean walaupun sebenarnya dia sudah lama mengenal pria ini.


"Aku rasa kau bukan orang yang suka keributan. Kau juga pria yang tahu hukum bukan? jadi aku rasa kau mengerti tentang hal ini kan? Aku hanya ingin menjemput Graciella," ujar Adrean menatap ke arah Antony yang berdiri menghalingi jalannya untuk masuk.


"Tidak! ini rumahku! kau tak ku izinkan masuk! Graciella tak boleh pergi dari sini! dia ini suami yang sangat jahat! dia sering memukul Graciella, kemarin dia bahkan tega ingin menjadikan Graciella pemuas ***** dari pria tua bangka!" Laura langsung mengeluarkan semua kekesalannya. Bagaimana polisi ini malah memihak pada Adrean. Adrean hanya menggelengkan kepalanya sambil sedikit tersenyum. Laura merasa senyuman dari Adrean itu malah mengejek dirinya.


"Apa kau memiliki bukti tentang hal itu? jika kau memiliki bukti laporkan saja aku kepada polisi, aku akan mematuhi semua peraturannya. Tapi saat ini aku ingin kau mengembalikan istriku," ujar Adrean pada Laura yang menatapnya dengan mata melotot. Sengaja dia lakukan agar Adrean tahu dia tak takut padanya.


Adrean tak mau menanggapi Laura. Pandangannya kembali pada Antony. "Antony, apa kau mengerti?" tanya Adrean lagi memastikan.


Antony menegaskan garis wajahnya. Tapi mau tak mau dia memiringkan tubuhnya. Laura yang melihat Antony seperti memberikan izin untuk Adrean masuk langsung memandang Antony tak percaya. Bagaimana pria itu mengizinkan Adrean masuk? Laura sangat kesal karenanya.


Adrean menangkap sosok Graciella yang ada di belakang Laura. Dia sedikit terkejut melihat keadaan Graciella yang duduk di atas kursi roda. Apa yang terjadi pada wanita ini? Adrean langsung ingin masuk ke dalam ruangan itu.


Graciella yang melihat Adrean langsung terkaku. Walaupun wajah Adrean sekarang memunculkan wajah perhatian. Tapi Graciella benar-benar tak mau lagi tertipu. Graciella langsung ingin mundur saat tahu Adrean hendak ke arahnya.


"Kau tidak boleh masuk!" ujar Laura yang sekarang merentangkan tangannya, pasang badan untuk menjaga Graciella. Melihat Laura melakukan hal itu, Graciella jadi sadar, dia bisa saja membuat Laura mendapatkan masalah. "Kalian tidak boleh masuk ke dalam rumahku! pergi dari sini!" pekik Laura. Pria memang tak pernah bisa diandalkan.


"Antony! jika gadismu tak segera minggir! aku akan melakukan tindakan hukum padanya," ujar Adrean segera melirik ke arah Antony.


Antony memipihkan bibirnya. Dia langsung menarik tangan Laura. Tapi Laura bersikukuh untuk bergeming di tempatnya.


"Laura, sebaiknya biarkan dia masuk," bisik Antony.


"Tidak! aku tidak akan membiarkan mereka mengambil Graciella! kalau berani tahan saja aku!" tantang Laura ke arah Adrean yang tampak sedikit menahan emosinya melihat kelakuan Laura.


"Laura ... " suara Graciella terdengar pelan. Laura yang dipanggil oleh Graciella langsung melihat ke arah belakang. Mendapati Graciella ternyata sudah ada persis di belakangnya. "Aku akan pulang, asalkan tidak ada keributan di sini." Graciella menatap ke arah Adrean yang langsung menyunggingkan senyuman tipisnya.


"Tak apa, dia tak akan melakukan apapun lagi," ujar Graciella. Sebenarnya dia tak yakin. Dia hanya ingin menenangkan Laura dan menyakinkan dirinya sendiri. Dia sudah cukup merepotkan Laura dan tak mau membuat Laura terkena masalah nantinya.


"Laura ... sudah biarkan saja," ujar Antony menarik Laura segera agar Adrean bisa masuk lebih dalam melihat keadaan Graciella.


"Kau ini apa-apaan sih?" ujar Laura yang tak ingin ditahan. Kenapa semua orang malah menahannya melakukan hal yang benar.


Adrean tak mengambil waktu lama, dia segera melangkah menuju ke arah Graciella. Dia berhenti tepat di depan wanita itu. Menatap ke arah Graciella yang tampak lemah terduduk di kursi rodanya. Terlihat sangat tak berdaya, bahkan bibirnya saja begitu pucat.


Seharusnya Adrean senang melihat bagaimana keadaan Graciella sekarang. Graciella bahkan memikirkan hal yang sama. Pastilah Adrean akan sangat puas melihat keadaan dirinya sekarang. Tapi entah kenapa, sekarang Adrean malah merasa miris melihat keadaan istrinya. Ringkih dan kurus sekali.


"Kita pulang," ujar Adrean yang segera berjalan ke arah belakang Graciella dan mendorong Graciella cepat. Laura ingin menghalanginya lagi tapi Antony menahannya, Laura menatap pria itu, tapi Antony hanya menggeleng tanda agar Laura mengurungkan niatnya. Laura jadi bingung.


Graciella hanya bisa diam, dia menatap ke arah Laura dengan tatapan sendunya. Namun Adrean segera mendorong Graciella untuk keluar dan menuju lift. Pintu lift itu terbuka cepat. Adrean langsung mendorong Graciella untuk masuk ke dalamnya. Hanya dia yang ada di dalam lift itu, para polisi yang dibawa oleh Adrean hanya berhenti di depan lift melihat gestur untuk tidak masuk yang Adrean munculkan.


Graciella hanya melirik ke arah pria yang sekarang ada di belakangnya. Entah kenapa setiap kali Graciella berdekatan dengannya sekarang, tubuh Graciella rasanya langsung merinding.


"Ke mana kau akan membawaku?" tanya Graciella melirik tombol lift yang menunjukkan lantai bawah tanah tempat biasanya para penghuni apartemen memarkirkan mobilnya.


"Aku akan membawamu bertemu keluargaku," ujar Adrean dengan nada yang lembut. Hal itu membuat Graciella langsung mengerutkan dahinya.


Tiga tahun bersama dengan Adrean. Pria ini bahkan tak mengakuinya sebagai istrinya. Bagaimana tiba-tiba Adrean ingin membawa Graciella menemui keluarganya? Bahkan saat pernikahan mereka saja, tak satupun keluarga Adrean yang datang. Dia yakin, keluarganya pun tak tahu bahwa Adrean sudah menikah.


Graciella ingat terakhir kalinya dia pergi dengan pria ini. Dia hampir menjadi pemuas ***** pria hidung belang. Jangan-jangan!


"Kalau kau pikir dengan keadaanku begini aku tak bisa melarikan diri lagi, kau salah! aku lebih baik mati dari pada kembali kau jual!" ujar Graciella menggenggam tangannya kuat. Dia harus mencari cara. Dia akan segera berlari saja. Ruang bawah tanah pastinya ada orang yang bisa dia mintai tolong.


"Ini," Adrean menyodorkan sesuatu ke depan Graciella. Graciella membesarkan matanya melihat apa yang ditunjukkan oleh Adrean. Sebuah senjata api. Graciella langsung terdiam. "Jika aku melakukannya lagi. Kau boleh langsung menembak kepalaku," ujar Adrean mengambil posisi di depan Graciella.


Graciella mengerutkan dahinya. Wajahnya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Adrean. Ada apa dengannya? apa pria ini sedang sakit hingga dia bisa melakukan ini? suaranya pun tak meninggi seperti biasanya. Ada apa dengan Adrean?