Jerat Cinta Sang Penguasa.

Jerat Cinta Sang Penguasa.
Bab 50. Rumit! kalau begini semuanya rumit.


“Wah! Nona Graciella! Apa kabarmu? kau cantik sekali malam ini!” ujar Stevan yang tak percaya melihat Graciella ada di rumah Xavier. Sepertinya temannya benar-benar serius dengan wanita ini hingga membawanya ke rumah pribadinya.


“Eh? Inspektur Jendral Stevan, bukan?” tanya Graciella mencoba mengulik-ulik ingatannya tentang pria dengan senyum ciri khas itu. Tanpa menggunakan pakaian dinasnya, dia sedikit sulit dikenali.


“Ya! Aku terkejut kau masih mengingatku, apa kabarmu?” tanya Stevan dengan sangat ramah. Dia bahkan segera menuju tempat Graciella sambil membuka kedua tangannya seolah ingin memeluk Graciella dari jauh. Graciella merasa jika dia terus duduk itu tidaklah sopan. Dia segera perlahan berdiri.  Melihat Graciella yang kesusahan berdiri. Stevan hanya mengerutkan dahinya. “Ada apa denganmu Nona Graciella?”


“Oh, hanya kecelakaan kecil,” ujar Graciella tersenyum pada pria yang sekarang berdiri di depannya. Masih dengan sikapnya yang membuka tangannya lebar-lebar.


“Kau harus lebih berhati-hati, Nona," Stevan menaikan satu sudut bibirnya lebih tinggi dari sudut yang lain.


“Ya. Terima kasih," ujar Graciella dengan senyuman manisnya yang mengembang. Menurut Stevan itu menggemaskan.


“Ehem! Sudah datang?!” tiba-tiba saja suara berat itu terdengar. Tentunya langsung membuat Stevan dan Graciella mengalihkan pandangan mereka ke asal suara. Xavier sudah berdiri dengan tangan kiri dimasukkan ke long cargo pants miliknya. Dia juga hanya menggunakan kaos polos fit body berwarna abu-abu muda. Semua itu memperlihatkan lekuk badannya yang selama ini tertutupi. Graciella sedikit menaikkan alisnya. Jika Laura di sini dia pasti sudah pingsan melihat bentuk tubuh Xavier.


“Ya. Aku baru datang. Ada makanan, aku lapar!” ujar Stevan yang membuat Graciella dan Xavier mengerutkan dahi melihat pria ini. Seorang inspektur Jendral kepolisian datang hanya minta makan? “Nona Graciella, ayo, temani aku makan!” rayu Stevan dengan senyumannya yang ramah.


Xavier berjalan mendekati Stevan yang sudah sangat terlihat ingin menggoda Graciella. Mengalungkan tangannya ke leher Stevan dan segera menarik sahabatnya itu menjauh dari Graciella. “Kau makan saja denganku.”


“Ah! tak seru, kau selalu diam!” ujar Stevan membela dirinya menahan tubuhnya untuk di tarik oleh  Xavier hingga terjadi pergumulan kecil di antara mereka seperti anak kecil yang saling mempertahankan posisi. Graciella hanya mengerutkan dahinya. “Ayolah Nona … Makan bersama kami.”


“Maaf, tapi aku baru saja makan malam," ujar Graciella menolak dengan halus.


“Yah!” ujar Stevan yang tadinya mempertahankan dirinya agar tak diseret oleh Xavier menjadi pasrah. Melihat temannya ini pasrah Xavier akhirnya melepaskan tautan di leher Stevan.


“Ayo, temani saja kami makan," ujar Xavier yang malah meminta Graciella untuk menemani dirinya dan Stevan makan. Kenapa harus bergulat dulu kalau akhirnya dia juga ingin Graciella menemani mereka makan?


“Yes! Ayo Nona Graciella, aku akan menuntunmu ke sana," ujar Stevan kembali semangat. Melihat tingkah Stevan, siapa yang sangka dia punya kedudukan perwira tinggi di kepolisian.


“Kau langkahi dulu mayatku jika ingin menuntunnya," ujar Xavier menarik kerah jas milik Stevan dari belakang sehingga Stevan dengan pasrah mengikuti Xavier, dia hanya menyengir kuda ketika Graciella melihat mereka, tingkah mereka ada-ada saja pikir Graciella. “Rin, bantu Nona untuk berjalan ke ruang makan.”


“Baik Tuan," ujar Rin, pelayan yang tadi menyapa Graciella.


...****************...


“Kau tahu, aku sedang pusing!” ujar Stevan setelah dia selesai semangkuk besar porsi makanan yang disediakan oleh Xavier. “Karena itu aku butuh banyak makanan.”


“Bukannya dari dulu kau memang suka makan. Jangan terlalu banyak makan, nanti perutmu akan buncit,” ujar Xavier memotong apel yang baru dia kupas. Meletakkannya di piring kecil lalu menggesernya tepat di depan Graciella yang duduk di sampingnya. Graceilla mengerutkan dahinya. Stevan hanya memperhatikan kedua insan di depannya.


“Makanlah,” ujar Xavier melirik Graciella. Amarah Xavier sudah hilang ternyata.


“Punya ku mana?” tanya Stevan sedikit cemburu. Graciella di berikan apel kenapa dia tidak?


“Kau punya tangan kan? kupas sendiri,” ujar Xavier selalu ketus dengan sahabatnya ini.


“Kenapa kau selalu berkata manis dengan Graciella tapi tidak padaku?” tanya Stevan yang langsung mengambil apel dan menggigitnya tanpa mengupasnya, tapi lirikannya maut ke arah Xavier. Graciella hanya tersenyum kecil melihat tingkah dari Stevan, kenapa jadi mirip dengan Laura?


“Apa kau tidak salah? akan menjijikkan jika aku bersikap manis padamu," kata Xavier lagi.


"Jangan uji diriku saat aku memegang pisau, Stevan!" Xavier memperingatkan dengan auranya yang mengancam.


"Hahaha! bagaimana kau bisa menyukai pria ini. Dia bahkan sama sekali tak punya selera humor!" ujar Stevan.


Mendengar perkataan Stevan membuat Graciella tiba-tiba saja merasakan panas di pipinya. Kenapa? apakah dia tersipu hanya karena Stevan bertanya bahwa dia menyukai Xavier?


"Lalu apa yang ingin kau katakan hingga memintaku untuk datang?" tanya Stevan seketika serius.


Xavier menatap ke arah Graciella yang baru selesai mengunyah potongan terakhir dari apelnya. Graciella mengerutkan dahi ketika Xavier dan Stevan menatapnya.


"Sudah malam, istirahatlah," lembut suara Xavier pada Graciella. Stevan membesarkan sedikit matanya. Benar kata orang, sedingin apapun seseorang tapi jika sudah bertemu orang yang tepat, dia akan bisa mengubahnya. "Rin, antar Nona Greciella ke kamarnya."


Graciella yang merasa diusir secara halus hanya mengangguk. Lagi pula dia tak ingin mendengarkan pembicaraan mereka. Bisa saja tentang rahasia negara. Dia tak mau nantinya jadi dituduh menjadi pengkhianat jika data itu bocor. Dia segera berdiri dan berjalan perlahan dibantu oleh Rin.


"Ada apa?" tanya Stevan setelah mereka juga pindah ke ruang kerja Xavier.


Xavier menggoyangkan sedikit rahangnya lalu menatap serius pada sahabatnya.


"Aku mau kau membantuku menyelidiki tentang hubungan Adrean Han dan Sarah Wu. Fredy sudah menemukan mereka punya hubungan, tapi dia tak bisa menyelidiki lebih lanjut. Bukannya kau dulu juga punya hubungan dengan Sarah?" ujar Xavier.


"Adrean Han? bagaimana kau bisa berhubungan dengan pria seperti itu?" Stevan mengerutkan dahinya. Walaupun di depan pria itu punya reputasi yang baik, tapi itu hanya kamuflase semata. Dia pria yang suka dikelilingi banyak wanita dan menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan keinginannya.


"Dia adalah suami Graciella," kata Xavier sebenarnya enggan mengakui hal itu. Rasanya ada hawa panas yang segera menyergapnya.


"Apa? jadi! Graciella adalah istri Adrean Han? kau yakin? lalu? oh tidak! bagaimana kau bisa? Xavier! aku tahu kau tak suka dengan Devina! tapi masih banyak wanita lain yang bisa kau pilih untuk jatuh cinta. Aku tahu Graciella itu cantik, dia juga cerdas, dan aku yakin kau bahkan bisa mendapatkan yang jauh lebih cantik dan cerdas darinya, tapi ... kenapa kau harus merebut istri orang! apa lagi dia adalah istri Adrean Han? kau tahu bagaimana kuatnya pengaruh keluarganya bukan?" Stevan harus mengakui dia sangat syok dengan pernyataan Xavier. Bagaimana bisa Xavier jatuh cinta pada wanita yang sudah bersuami.


"Xavier, dari kecil aku tahu kau seseorang yang suka tantangan, tapi itu bukan berarti kau harus menantang dirimu dalam segala hal! terutama tentang perasaan dan rumah tangga orang lain!" Stevan merasa dia perlu menyadarkan temannya ini. Xavier hanya diam melihat ke arah Stevan yang menggebu-gebu.


"Dia wanita yang aku tiduri tiga tahun yang lalu," ujar Xavier datar.


Mata Stevan membesar. "Apa?"


Jika begini, rumit. Semua benar-benar rumit, pikir Stevan memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa penuh.


...****************...


Halo kak! hahaha! udah cek 1 per satu komennya dan ternyata tidak ada yang berhasil menebaknya! WKwkkw padahal ada hadiah 10k pulsa untuk nebak ini. (maaf pengumumannya di GC kemarin) tapi walaupun ga tau tapi kalo benar pasti aku hubungi.


Ntar kita main tebak-tebakan lagi ya jika ada Scene yang bisa dijadikan bahan tebakan. Ntar siapa yang benar aku kasih 10k atau 20k, atau berapa nanti aku kasih tau.


Seru juga main2 tebak2an berhadiah gitu. Haha...


Oh! hari ini 1 dulu, ga ku buat gantung sengaja biar bisa tidur semuanya. Kalo sempat dan dapat 1 bab langsung aku upload ya.


makasih kakak2 semua! see you next Chapter!