Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 99


🌻🌻🌻


Tok tok tok


"kakak...kakak....kak, Mel"


Ameera terus saja mengetuk pintu kamar kakaknya yang tertutup rapat.


"Kakak, papa sama Mama udah pulang loh"


Gadis remaja bermata bulat itu masih sibuk menggedor berkali kali, sadar tak ada jawaban ia memutuskan untuk membuka pintu walau ragu dan takut.


CEKLEK.


"kakak, " panggil Ameera pelan masih diambang pintu belum berani masuk.


"Ya, ampun!" Ameera kaget saat kedua matanya menangkap sosok Kakak iparnya yang meringkuk di lantai depan pintu kamar mandi kemudian ia berlari kearah dimana Melisa tergeletak.


"Kakak, bangun!" Ameera mendekat dan menepuk kedua pipi gembil ibu hamil itu panik karna tak ada reaksi akhirnya ia bangun untuk menemui mamanya.


"Maaaaaaaa" teriaknya terus menerus sambil menuruni tangga.


"Ada apa?" tanya mama bingung dengan sikap sibungsu yang panik.


"Kakak, mah" ucap Ameera dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kenapa kakakmu, bicara yang benar, dek!" mama yang bingung mengguncang bahu si bungsu.


"Kakak dilantai,Mah" kata Ameera dengan nada getir, kini air mata mengucur di pipinya.


Papa yang langsung bisa menangkap maksud putri kesayangannya itu langsung berlari menaiki tangga menuju kamar Reza.


Matanya membelalak saat melihat menantunya tak sadarkan diri dilantai pria paruh baya itu langsung memangku kepala Melisa dan mencoba menyadarkannya.


"Mel, bangun, Nak!" papa terus menepuk pipi Melisa dengan pelan, papa menoleh saat keributan di depan pintu terjadi.


"Ya tuhan, Melisa!" mama berteriak, panik.


"Pah, gimana ini?, Melisa Pah"


"Mama tenang, mama sekarang telepon ambulans ya" titah papa.


"Iya, mama telepon ambulans, tapi ponselnya mana ya?" tanya mama kebingungan sendiri.


"Dek, ambil ponsel papa, cepat" kata papa pada si bungsu.


"Dimana, Pah?"


"Saku papa, ayo cepat"


Ameera langsung ikut berjongkok merogoh saku celana untuk meraih ponselnya.


"Cepat telepon ambulans"


"Iya, Pah" jawab Ameera, walau dengan tangan bergetar namun gadis remaja itu lebih bisa diandalkan daripada mamanya.


"Ada apa nyonya?" tanya eyang yang baru datang, ia langsung menghampiri ketiganya.


"Minyak angin, eyang" kata papa.


"Iya, Tuan" jawabnya cepat dan sigap langsung mencari benda yang di pinta majikanya.


Ambulans datang setelah lima belas menit Ameera menelponnya, dua orang perawat langsung membopong ibu hamil itu masuk kedalamnya bersama mama yang akan menemani, sedangkan papa dan eyang membawa mobilnya sendiri mengikuti dari belakang menuju rumah sakit miliknya.


Sampai dirumah sakit Melisa langsung dibawa keruang UGD seluruh dokter terbaik sudah menunggu sedari tadi termasuk dokter Rissa yang sudah lebih dulu di hubungi papa saat di jalan, sadar siapa yang akan di tangani kali ini semua perawat dan staff sudah mensterilkan setiap sudut rumah sakit.


"Mah, mama jangan panik ya?" ucap papa menenangkan istrinya yang berjalan mondar mandir di depan pintu UGD.


"Reza, Pah" kata mama.


"Ah,iya papa lupa sama anak itu"


Papa kembali merogoh kantong celananya, meraih benda pipih itu dan mulai mencari nama anaknya "Little son"


Tuuuuut.. tuuuuuuut tuuuuuuut


hanya nada itu yang terdengar di telinga sang papa walau berkali-kali ia mencoba menghubungi.


"Kemana sih Reza?" dengus papa kesal.


"Apa mungkin sudah pulang, ini sudah jam lima" kaya eyang.


"Coba telepon kerumah, Pah" titah mama dengan mata yang sudah merah Karna terus menangisi menantunya.


"Iya,Mah"


Papa mencoba menghubungi orang rumah, salah satu ART yang menjawab mengatakan bahwa Tuan mudanya tak ada dirumah, sudah dipastikan Reza belum pulang dari kantor.


Kali ini papa menelpon Viana, sekertaris cantik yang pasti sudah tau keberadaan anaknya itu.


"Hallo, Vi" kata papa setelah gadis muda itu sudah mengangkatnya.


"Iya, pak" jawabnya tegang, di telepon langsung oleh pemilik perusahaan membuat Viana bingung bercampur takut.


"Dimana Reza?, apa sudah pulang?"


"Sudah, pak, saya juga baru pulang" kata Viana.


"Baiklah, terimakasih"


Papa terus mencoba menelepon sang anak yang keberadaannya entah ada dimana.


"Awas saja, jika datang papa akan suruh kamu berdiri menghadap kamar mayat"


💝💝💝💝💝💝💝


No komen, Pah.. othor juga takut sama anceman si papa 😂😂😂😂..


Like komennya yuk ramaikan ❤️❤️❤️