Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 207


🌻🌻🌻


"Mas Rezaaaaaaaaaaa" teriak Melisa kesal.


"Siap 69 komandan, eh salah 86, hahaha" seru Reza dengan tangan berada di sisi keningnya.


"Gak lucu!"


"Emang enggak, kan aku gak lagi ngelawak" sahutnya dengan senyum menyeringai.


"Terus lagi ngapain?"


"Lagi mau mau minta pertanggung jawaban"


"Pertanggung jawaban apa?" tanya Melisa bingung, dengan tangan masih berada di area keramat suaminya.


"Udah tegang, melambai-lambai, sekarang kamu harus bikin kaya semula, mode IMUT lagi kaya tadi!" pintanya serius.


"Eh, iya! aku lupa, maaf ya mas" Melisa yang sadar segera menarik kembali tangannya.


"Wah, gak bisa! ini sangat merugikan kalo gak di tuntasin" Kini tangannya mulai meraba sisa kancing baju istrinya yang belum terlepas.


"Jangan, Mas"


"Kenapa?" tanyanya sambil membuka pakaian istrinya hingga jatuh kelantai, terlihat jelas kini di depan matanya dua gunung kembar yang sangat menggoda tentunya siap untuk ia jelajahi.


"Anak anak dibawah, nanti nyariin"


"Ada Abang, aman!"


"Aku belum ketemu Abang, mas" rengek Melisa sambil meronta saat bahunya sudah di cekal.


"Nanti, selesai in dulu urusan kita!" ujar Reza yang sudah sangat bernafsu.


"Gak mau!" tolak Melisa.


"Harus mau!"


"Enggak!!"


"Harus, Ra.. gada penolakan!" jawab Reza tak ingin di bantah.


"Tapi aku gak mau, nanti lama!" tolaknya lagi memberi alasan.


"Gak, udah cepetan! aku pasrah nih mau di apain juga" godanya dengan senyum kecil namun penuh makna


"Maunya di apain?" tanya Melisa polos.


"Apapun, aku suka!" bisik Reza yang langsung membuat bulu halus Melisa meremang.


Baru setengah jalan, pintu kamar sudah di ketuk dengan keras, Melisa yang hendak menyudahi kerja kerasnya langsung kembali ditarik.


"Belom kelar"


"Itu pasti kakak, Mas, nanti buka pintu terus liat gimana?"


"Udah aku Kunci, cepetan makanya"


"Mas..." rengek Reza saat mulai menyesap lehernya.


"Tanggung" bisiknya dengan nafas berat


"Masukin aja deh, biar cepet!" kata Melisa sambil mendorong tubuh suaminya.


"Nah, gitu dong, coba dari tadi, ckckck"


"Eh, mau kemana?"


"Kamar mandi" sahut Reza sambil menarik tangan istrinya.


(Skip ya 🤭🤭)


*****


"kok, balik lagi?" tanya Cahaya saat melihat Langit kembali tanpa mamanya.


"Gak di buka pintunya, dek" jawab Langit kembali duduk di sisi adik bungsunya itu.


"Mama sakit? kan kakak hari ini gak nangis, bang, eh salah tapi belum nangis haha"


"kakak udah besar, jangan nangis terus ya" kata Langit sambil mengusap kepala Ay.


"Bu tuh suka gak mau main sama kakak" adunya kemudian sembari memanyunkan bibirnya.


"Kakak mainnya gak mau diem, aku gak suka" sahut Bu tak ingin di salahkan.


" kamu bukan gak suka tapi males" balas Ay tak mau kalah.


"Udah, kenapa berantem sih, ayo bantu abang buang bekas bungkus cemilannya ke tempat sampah, nanti papa marah kalo berantakan" titah Langit pada adik-adik.


"Adek gak usah, biar abang aja yang buang" kata Langit saat tubuh mungil si bungsu bangkit dan hendak berjalan menuju ke dapur.


"Gak apa-apa, adek aja yang buang"


"Abang aja, adek duduk lagi sana"


"Cie..sampah aja di rebutin, hahaha" ejek Ay sambil tertawa.


Langit hanya tersenyum kecil sambil menuntun Cahaya duduk di atas sofa panjang dengan bantal hello kitty miliknya.


"Diem disini ya, di karpet dingin" kata Langit.


"Aku gak di suruh pindah juga, bang?" protes Ay.


"Sini pindah deket adek" sahut Langit yang sudah mengulurkan tangannya.


"Enggak, ah.. kakak mau disini aja sama adek kesayangan kakak, iya kan Bu" ujar Ay sambil merangkul bahun adik keduanya.


"Kakak gak jelas banget, sana ah..." Bu langsung mendorong tubuh kakaknya agar menjauh.


"Jelas dong"


"Jelas apa?" tanya Bu dengan tatapan malas.


"Jelas jelas pengen nangis, huuaaaaaaaaaa........ mamaaaaaaaaaaa, mama kakaaaaaaaaak, mama manaaaaaaaa, bu nakaaaaaaaaal.. mamaaaaaaaaaaaaa" teriak si sulung dengan kerasnya.


"Apa sih, aku kan gak ngapa-ngapain!" ucap Bu kesal.


Melisa yang baru selesai dengan urusannya langsung turun ke bawah menemui ketiga anaknya yang sudah heboh sedari tadi.


"Ada apa?" tanya Melisa saat sampai di ruang tengah tempat kini anak-anak berkumpul.


"Gak ada apa-apa, Bun" sahut Langit yang sedang menenangkan Ay.


"kok nangis?"


"Nangis itu hoby kakak, jadi gak kenapa-kenapa juga nangis terus" sahut Bumi sembari melirik ke arah kakaknya.


"Huuaaaaaaaa, Bu nakal mama!"


"Udah ah, jangan nangis lagi, kakak laper gak kita bikin makanan yuk" rayu Melisa pada si sulung.


"Bikin apa, adek mau mah" kata si bungsu masih di tempatnya dengan memeluk boneka kesayangannya.


"Adek mau bikin mie, boleh?" pintanya menggemaskan.


"Boleh dong, mama bikin ya, kalian tunggu disini"


"Abang bantu ya, Bun?"


"Gak usah, jaga adik-adik kamu ya, Buna gak lama kok" jawab Melisa sambil mengelus kepala anak angkatnya itu, rasa sayangnya sama rata dengan ketiga anak kandungnya.


Melisa langsung bergegas ke dapur membuat kan makanan untuk anak-anaknya selingan sebelum makan malam, dengan cekatan ia meracik bumbu yang akan ia tuangkan pada mie yang sedang ia rebus bersama telur dan bakso ayam.


Matangnya makanan ternyata bertepatan dengan datangnya Reza dari lantai dua, ia langsung menuju meja makan setelah mencium ketiga buah hatinya.


"Wangi banget enak nih" kata Reza saat melihat enam mangkuk besar sudah berjejer rapih diatas meja makan.


"Enak dong, kan aku yang masak"


"Kamu tuh bener bener paket lengkap, Ra.. tau aja aku laper dan butuh energi setelah--"


"Stop! jangan berisik, Ay dibelakang kamu tuh" ucap Melisa pelan.


"Wah, jagoan papa tiba-tiba ada disini" Reza Langsung menggendong si sulung lalu menciumi seluruh wajahnya dengan gemas.


"Papa udah mandi, wangi!" sahutnya balas mencium Reza.


"Udah dong, abis makan kakak mandi ya"


"Ok"


Kini semuanya sudah berada di meja makan dengan masing-masing mangkuk berisikan mie namun berbeda isian.


Ay hanya makan mie, telur, bakso tanpa sayur.


Cahaya paket extra lengkap karna ada keju diatasnya.


Bu dan Langit tak banyak protes, makan apa yang mamanya berikan.


Dan untuknya dan suami tentu irisan cabe sudah paket yang tak terpisahkan.


Namun tiba-tiba..


"Kakak punya tebakan, jawab ya" ocehnya seperti biasa.


"Apa tuh, coba dong mama mau tau"


"Denger ya, tapi Bu jangan jawab tetep harus diem nyimak aja ya" pintanya pada sang adik.


"Kenapa?" tanya Bu bingung.


"Kamu tuh suka tau aja jawaban nya" sahut Ay kesal.


"Kalo aku tau ya aku jawab, kak"


"Diem, Gak?" Ucap Ay mode galak.


"Udah, malah ribut, cepet apa tebakannya nanti papa jawab" kata Reza melerai keributan duo NaGa nya.


"Nih, jawab yaaaaaa, tebak yaaaaaa, dengerin yaaaaaa"


"Lama, Ih" dengus Bu semakin kesal.


"Nungguin yaaaaaa?, hahaha" Ay justru tertawa sambil memegang perutnya. Melissa dan Reza hanya menggelengkan kepala nya sedang Langit hanya mengulum senyum, dan Cahaya sepertinya tidak berminat karna masih fokus pada makanannya, jangan tanyakan soal Bu, bocah tampan itu sudah menyilang kan tangannya didada.


"Makanan apa yang bikin orang masuk rumah sakit?" tanya Ay dengan tawa jenakanya.


"Makanan beracun?" jawab Reza.


"Makanan basi?" kini sang mama ikut menjawab, namun Ay tetap menggeleng tanda kedua jawaban itu salah.


"Makanan sisa, atau kotor gitu terus bikin sakit perut dan akhirnya masuk rumah sakit


karna sarang penyakit" jawab langit sembari menjelaskan.


"Abang, juga salah"


"Apa dong?" tanya Melisa.


"Adek mau Jawab gak?" tanya Ay pada si bungsu.


"Enggak, ah" sahutnya tetap menghabiskan makanannya.


"Kenapa?" tanya Langit.


"Adek lagi males mikir" balasnya yang langsung mengundang gelak tawa Reza.


"Haha, mikir aja males" kekeh Reza.


"Jawabannya apa, kak?" Melisa kembali bertanya, rasa penasarannya sedang meronta ronta.


"Mau tau aja apa mau tau banget?"


"Kakak bisa gak, gak usah nyebelin" kata Reza yang ikut tak sabar.


"Hihi, ok jawabannya adalah------___" Ay memotong kata katanya membuat semua mata tertuju padanya.


"Makanan yang bikin masuk rumah sakit itu adalah......"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


" Ketoprak...!!!!!!"


Semuanya saling pandang tak paham apa yang di maksud Air.


"Ketabrak, kak!" ucap Bumi meluruskan plesetan kakaknya.


"Suka suka aku dong, Wek" Ay menjulur kan lidahnya membuat semua tertawa dengan tingkah absurd si sulung.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Iya deh suka2 kakak aja..


Othor nyerah dari pada nangis 🤭🤭


Like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️🤗