
π»π»π»π»π»π»
Puluhan tahun lalu...Aku Reza Rahardian Wijaya
Datang ke sebuah rumah bersama kedua orangtuaku dan satu adik kesayanganku, kami berniat melakukan pernikahan yang cukup terbilang sederhana, tanpa terpikir oleh ku sebelumnya jika ini semua akan menjadikan aku seorang SUAMI DADAKAN dari gadis yang bernama Melisa pilihan orangtua yang tak pernah ku tahu sebelumnya. Patah hati hebat yang ku rasakan dua tahun lalu membuatku pasrah menerima perjodohan ini. Tanpa mengenal lebih dulu sosok sang calon istri aku pun mengiyakan dan langsung duduk di depan seorang pak penghulu juga beberapa saksi.
Saya terima nikah dan kawinnya Melisa putri binti Almarhum Sudrajat dengan mas kawin tersebut di bayar tunai.
Itulah kalimat yang ku ucapkan saat ijab kabul, dengan satu kali tarikan napas akhirnya aku sah menyandang status seorang suami dari wanita yang belum juga keluar untuk kulihat, bohong rasanya jika aku tak penasaran dengan sosok yang kini Resmi menjadi istriku.
Dan, setelah bait demi bait doa di lantunkan wanita berkebaya putih itupun duduk bersimpuh di sebelahku, harum melati lumayan cukup tajam kuhirup apalagi saat aku memasangkan mas kawin hadiah mahar pernikahan kami yang ku berikan padanya, hatiku lega saat cincin putih bermatakan berlian sangat pasa di jari manisnya yang begitu lentik dan putih.
CUP.
Aku langsung menciumnya dengan sangat sengaja dan itu tentu membuat ia kaget, apalagi saat aku membisikan kalimat konyol yang sampai sekarang jika ku ingat aku akan terkekeh sendiri.
Hai.. perkenalkan, aku suami dadakanmu!
Huft... entah apa yang ada dalam otakku saat aku mengatakan semua itu karna yang kurasakan hanya kebahagiaan seperti pengantin sesungguhnya.
.
.
Doa dan Restu sudah kami dapatkan, tapi ada yang lain saat aku melihat wajah masam dari sang ibu mertua yang seharusnya bersedih, bukan?
Biarlah, nanti aku bicarakan keganjilan saat di rumah utama. Aku yang memang ada rapat sangat penting langsung pergi tanpa pamit pada Melisa, aku menitipkannya kepada orang tuaku untuk langsung di bawa kerumah kami.
Aku yang sejenak menoleh kearahnya bisa melihat raut bingung penuh tanya saat pandangan kami bertemu sebelum aku masuk kedalam mobil mewah ku.
Tak hanya rapat yang ku selesaikan hari ini, tapi juga beberapa pertemuan dengan klien juga teman-teman ku saat malam menjelang. Sampai akhirnya aku pulang kerumah utama entah pukul berapa.
Kamar yang gelap dan rasa kantuk yang luar biasalah yang membuat langkahku dengan cepat naik keatas ranjang kemudian terbuai mimpi hingga subuh menjelang.
Tapi mimpi indah itu buyar saat aku mendengar jeritan suara perempuan yang jelas bukan adik kesayanganku.
Wanita berambut panjang dengan wajah sedikit berantakan itu terlihat ketakutan, terbukti dengan dia berkali-kali ia memukuliku tanpa ampun meski aku sudah mengerang kesakitan.
Tak kuat lagi menerima penganiayaan akhirnya lampu ku nyalakan, kini kamar ku pun menjadi terang menderang.
"Kamu siapa?" tanyaku padanya yang sudah meringsek ke punggung ranjang.
*Eh, ini wanita yang kucium tadi pagi, bukan?
Dia lebih cantik dari yang ku bayangkan ternyata.
Ya Tuhan.... Papa nemu jodohku dimana sih*?
Ampe gue bikin extra part lagi, Bang. Neng setia pengen di cium ini.π€£π€£π€£
Pantang nyerah demi Gajah kesayangan.
Hari tepat satu tahun dirimu ada di NOVELTOON ya, kalo tahun kemarin pas di awal bulan puasa 14april2021.
Bae bae yang ganteng, karna di lapak Tutut lo itu udah tuir βΊβΊβΊπππ