
🌻🌻🌻
Melisa membulatkan matanya saat mendengar perkataan Reza, meski tau itu hanya lelucon namun tetap saja Melisa menggeridik kan bahunya.
" Jangan suka aneh-aneh" ucap Melisa mengingat kan.
"Kenapa? aku gak suka ya kamu deket-deket sama cowok Laen!"
"Siapa? siapa coba cowonya?"
"Itu, dua keong laknat" jawab Reza kesal.
"Udah, ah! pulang yuk" ajak Reza kemudian, membuat Melisa semakin bingung
"katanya banyak kerjaan?"
"Aku ngantuk, Ra" sahutnya setelah menguap.
"Ya udah kita pulang" Melisa dengan senang hati menerima ajakan suaminya.
Sampai di lobby Reza menyerahkan kunci mobilnya pada seseorang yang terlihat dari pakaiannya sepertinya seorang supir, lagi lagi Melisa dibuat heran.
Selama menikah baru kali ini Reza tak mau membawa mobilnya sendiri.
"Tumben, Mas?" Tanya Melisa saat keduanya sudah berada di kursi belakang.
"Hem, capek sama kekenyangan" jawabnya lalu menyandarkan kepala di bahu sang istri.
"Mau tidur?sini aja di pangkuanku"
Reza menggeleng, ia lebih memilih tidur dengan posisi duduk.
******
Selama perjalanan pulang ke apartemen Melisa terus mengusap tangan suaminya yang terlelap di bahunya, Reza benar-benar seperti bayi karna tidur dengan tenangnya.
"Mas, bangun. udah sampe" ucap Melisa pelan.
"Sebentar lagi" jawabnya dengan mata terpejam.
" Terus di kamar aja ayo,"
"Tapi plus plus ya?"
"Iya, udah ayo cepetan"
Keduanya kini keluar dari mobil berjalan beriringan menuju lantai 28.
****
"Ih, beneran tidur lagi" gumam Melisa saat melihat Reza kembali tertidur, ada suara dengkuran halus yang menandakan ia benar-benar terlelap terbuai mimpi.
"Apa pekerjaanmu sangat melelahkan, Mas?" ucap Melisa di tepi ranjang menatap sendu suamianya.
Melisa memilih menyibukkan diri di apartemen dengan membuat banyak kue kering dan puding, juga beberapa cemilan kesukaan suaminya untuk teman menonton film jika malam hari.
Semua selesai saat malam menjelang, Melisa menata semua kue kering kedalam wadah dan memasukkan puding ke lemari pendingin, selesai dengan semua itu Melisa melanjutkan memasak untuk makan malam mereka berdua.
"Ra.."
Melisa menoleh, dilihatnya Reza sudah mendekat kearahnya.
"Kangen!" ucapnya sambil memeluk dan usel usel hidung di ceruk leher istrinya, membuat Melisa geli dan meronta.
"Mas, diem dulu akunya lagi masak, mas Reza duduk ya"
"Masak apa?" tanyanya sambil melongok ke kearah panci diatas kompor.
"Aku mau nasi goreng sosis" pintanya.
"Loh, tumben pengen nasi goreng?"
"Iya lagi pengen yang manis manis kaya kamu" godanya sembari mencakup wajah Melisa lalu menciuminya.
"Ya,.udah mas Reza mandi dulu"
Reza mengangguk, kemudian berlalu kembali masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri, cukup lama ia melakukan hal itu sampai
Melisa selesai membuat nasi goreng pun sang suami tak kunjung datang.
Tok tok tok
Dengan rasa penasaran, akhirnya Melisa menyusul kekamar dan mengetuk pintu kamar mandi, tak ada jawaban sama sekali membuatnya langsung membuka pintu.
"Ya ampu Mas rezaaaaaa!!!"
Melisa menggelengkan kepalanya dengan tangan masih memegang gagang pintu.
"Tidur lagi aja sih?" ucapnya sambil berjalan kearah bathup yang belum terisi air, bahkan suaminya masih berpakaian lengkap.
"Harus di guyur ini sih" oceh Melisa dengan kedua tangan sudah berada di pinggang rampingnya.
BYUUURR..
"Mas bangun!"
Reza yang kaget langsung terlonjak, dengan mata merahnya ia menatap sang istri yang masih memegang wadah kecil ditangannya.
"Ko aku disiram?" protes Reza.
"Ngapain tidur disini?" tanya Melisa mulai kesal.
"Ngantuk!" Jawabnya singkat sembari bangun dan membuka bajunya yang basah.
"Kirain udah rapih, taunya lanjut tidur" oceh Melisa yang sudah ingin beranjak keluar dari kamar mandi, namun langkahnya terhenti saat tangannya dicekal oleh Reza.
"Apa? mau apa?" kata Melisa yang sudah membalikkan tubuhnya.
"Mau mandi bareng, yuk" ajaknya lebih mendekat, jarinya kini sudah menyusuri tiap inci wajah istrinya.
Melisa nampak diam berfikir, namun akhirnya ia menuruti ajakan Reza terlebih iapun memang belum mandi.
"Sini aku bukain" kata Reza dengan tangan yang sudah berada diujung resleting dress Melisa.
Dress berwarna Maroon itu kini sudah jatuh tergelatak di lantai, alih alih ingin bermain lebih dulu namun Reza merasa hal lain dalam dirinya.
Tangannya berhenti di pengait segel gunung Everest milik sang istri.
satu detik dua detik tiga detik..
OOOOOOEEEKKKKKK.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Napa bang?
minum susu basi ya😂😂😂😂😂..
Like komennya yuk
👍👍👍👍👍🍁🙏🙏🙏🙏🙏