
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
"Anaknya yang meninggal adalah anak dari istri sahnya sedangkan Diana, hanya wanita simpanan!!"
"Simpanan?" gumam Melisa.
Reza merangkul bahu KHUMAIRAHnya agar lebih dekat dengannya lagi setelah wanita itu mengurai pelukannya.
"Istri muda?, atau istri sirih?" tanya Melisa semakin penasaran.
Reza menghela nafasnya lalu membuangnya dengan kasar.
"Istri sirih, Ra. maka itu setelah anaknya meninggal, Ayah Langit mencari Diana untuk di nikahi secara sah agar Langit bisa di akui secara resmi oleh agama dan Hukum" jelas Reza.
"Rumit ya, Mas"
Reza mengusap kepala sang istri dengan begitu lembut, ia rasa sudah cukup baginya memberi penjelasan. Ia percaya Melisa akan bertindak sewajarnya setelah ini.
Melisa sosok wanita berhati baik dan lembut, ia hanya akan berubah menyeramkan jika merasa keluarganya terancam.
"Jangan khawatir, Kita bisa bicarakan semuanya baik-baik dengan Diana juga Abang. Kita juga belum bicarakan hal ini dengan Adek, kan?" Ucap Reza, Ia tak pernah menyangka hal ini terungkap begitu cepat.
"Tapi Abang pulang, kan?, dia tetep tinggal sama mama juga papa?" tanya Melisa, keraguan mulai menggelitik hatinya.
Reza hanya tersenyum simpul, ia sendiri bingung menjawab pertanyaan sang istri karna semua keputusan ada pada Langit, ia cukup mengerti perasaan anak itu jika mungkin Langit lebih memilih ibunya dalam beberapa waktu ini melihat kondisi Diana yang sepertinya masih membutuhkan anaknya.
"Kita lihat nanti ya sayang"
"Ya udah, kita balik kerumah sakit ya, Mas" ajak Melisa, ia memang sudah sedikit tenang walau rasa takut masih hinggap dihatinya.
*****
BRAAAAAAKKKK...
Adam Biantara menggebrak meja saat Reno, tangan kanannya memberitahukan jika keluarga RAHARDIAN sudah beberapa hari ini menghilang bagai di telan bumi, termasuk Putranya yang belum juga terlacak keberadaannya.
"Kemana dia membawa putraku?" sentak Adam sangat geram.
"Apa dia tahu, jika aku akan menemui Langit dalam waktu dekat ini. Langit harus tahu siapa keluarga kandungnya" tegas Adam, ia sudah benar-benar muak menahan diri untuk tidak hadir di hadapan putranya.
"Jangan gegabah, Tuan. Jika kita kembali kasar itu akan membuat keluarga Rahardian sulit melepasnya" Reno mencoba mengingatkan bos besarnya itu.
"Mau sampai kapan begini?, Anakku sudah besar. Cukup bagi mereka mengurus Langit, kini saatnya aku yang bersama Langit"
Adam memang sangat menyayangi Langit sedari kecil walau keduanya jarang sekali bertemu, kesibukan dan keberadaan Diana yang sengaja di sembunyikan membuat Adam hanya bisa sesekali berjumpa dengan bocah kecil itu itu.
Kejadian berawal saat Langit baru saja menggelar ulang tahunnya yang ketiga bersama Diana dan Adam
Langit nampak sangat bahagia, ia mencium pipi kedua orangtuanya secara bergantian saat Lilin berwarna merah itu berhasil ia tiup, tepuk tangan kecil pun menggema di ruang tengah rumah Diana.
Namun kebahagiaan itu ternyata menjadi kebersamaan terakhir bagi ketiganya saat Adam mendapat kabar jika rekan bisnis haramnya kini sudah diringkus polisi di negeri tetangga dan dalam keadaan hampir tak sadarkan diri karna di desak terus menerus perihal siapa saja orang-orang yang berkomplot dengannya. Dan nama Adam Biantara akhirnya lolos juga dari mulutnya.
Kurang dari dua jam kediaman Adam sudah berhasil di digrebek oleh polisi, tak ada siapapun disana kecuali para ART dan penjaga membuat para polisi terus menyisir keberadaan Adam di berbagai tempat termasuk club malam yang akhirnya di sita karna terdapat ribuan botol minuman keras, puluhan PSK dan adanya transaksi jual beli barang haram disana.
Bukan hanya satu, tapi tiga club' malam berhasil di tutup oleh pihak yang berwajib.
.
.
.
.
.
"Kita harus pergi, cepat kemasi barangmu dan Langit!" titahAdam saat dirasa keadaan semakin genting.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
.
like komen nya yuk ramai kan ❤️