Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 155


🌻🌻🌻


" Air "


" Bumi"


"Cahaya"


Tiga nama yang di sebut Reza yang akan menjadi nama ketiga buah hatinya.


Nama yang penuh dengan makna bagi keluarga kecilnya.


"Baby ay untuk si sulung"


"Baby Bu untuk si tengah"


"Dan baby Cha untuk si bungsu"


" Biar sekalian kalo manggil ABC" kata Reza sambil terkekeh.


"Kenapa pilih nama itu?" tanya mama.


"Air bumi cahaya, semuanya memiliki arti yang penting, Mah. saling membutuhkan juga saling mengisi" jawabnya mantap.


"Padahal sih sebenarnya karna kita bikinnya di atas air laut yang ada di bumi dibawah cahaya bulan juga matahari" bisik Reza pelan di telinga istrinya.


Melisa hanya tersenyum kecil, memberi nama untuk anaknya pun Reza masih bersikap konyol.


"Semoga kalian selalu sehat dan menjadi kebanggaan kami" ujar mama sambil mencium pipi baby Ay.


"Jangan lupa berikan nama belakang keluarga" pesan mama.


"Siap, Mah. kalo gada nama belakangnya orang mana tahu itu anak aku" kekehnya.


"Air Rameza Rahardian wijaya, Bumi Rameza Rahardian Wijaya dan Cahaya Rameza Rahardian Wijaya"


"Lalu bagaimana dengan si bungsu?" tanya mama masih Khawatir dengan keadaan cucu


perempuannya yang belum pernah ia lihat.


"Sore ini hasilnya keluar, Mah"


"Apa masih di dalam inkubator?" lirih Melisa


"Iya, kondisinya belum stabil" sahut Reza.


Tok tok tok


Pintu diketuk sebanyak tiga kali sebelum dua orang perawat datang menghampiri.


"Selamat pagi" sapa salah satunya.


"Pagi suster" jawab mama dan Melisa.


Kedua suster itu langsung datang mendekat, satu kearah Melisa dan satu lagi kearah para baby-nya.


"Permisi, saya bisa periksa sebentar?" ujarnya dengan sangat sopan.


Melisa mengulurkan tangannya setelah memberikan baby Bu pada suster yang lain, di letakan nya tubuh mungil itu dalam box dan mulailah di periksa sama dengan nya.


"Semuanya stabil, jangan lupa diminum obatnya ya, kami permisi" pamit kedua suster setelah selesai menjalankan tugasnya.


****


Melisa masih sesekali meringis kesakitan, kadang untuk bergerak pun ia kesulitan, karna harus bergantian menyusui dua buah hatinya tiap dua jam sekali, itupun hanya baby Ay dan baby Bu belum baby Cha nantinya, waktunya mungkin akan habis dengan ketiga buah hatinya saja.


CEKLEK


Melisa menoleh, ada Reza yang datang dengan senyum mengembang di sudut bibirnya, memakai jas hitam dengan kemeja biru sangat sangat tampan.


" Udah pulang?"


"Udah, kan aku bilang cuma sebentar" jawabnya sambil melakukan drama CapCipCup.


"Loh, baby nya kemana?" tanya Reza bingung.


"Lagi di mandiin suster, tapi ko lama ya, aku udah nunggu delapan belas menit" gerutu Melisa dengan bibir manyunnya.


"Rajin banget sih di itungin" kekeh Reza sambil membuka jasnya kemudian di lempar ke sofa single lalu menggantinya dengan kaos panjang.


"Aku bosen aja sendirian, udah biasa ada mereka terus ini dibawa aku jadi ngerasa ada yang hilang" ucapnya sedih.


"Huaaaaaaaaaaa, aku cemburu, Ra" rengek Reza yang langsung memeluknya dengan sangat erat.


Melisa tertawa gemas melihat kelakuan suaminya yang langsung usel usel hidung di ceruk lehernya, seakan menjadi kesempatan saat tak ada siapapun di kamar.


"Kangen, ih" bisiknya kemudian.


"Tiap hari sama aku, Mas Reza masih aja ribut kangen," cibirnya sambil berusaha melepas pelukannya namun Reza justru memeluknya dengan lebih erat.


"Kangen peluk peluk, dari semalem baby Ay sama baby Bu yang di peluk, aku enggak"


"Kan mas Reza sebelumnya udah di peluk terus"


"Lagi.. lagi.. lagi..." ujarnya terus menggoda, bahkan satu jejak sudah ia berikan di leher putih istrinya.


"Mas, jangan dong" elak Melisa yang tahu apa yang sedang di perbuat suaminya.


"Diem, aku lagi kangen"


"Kamu akan repot sendiri loh, kalo di terusin. ini baru satu hari masih ada tiga puluh sembilan hari lagi tanpa celup celup" bisik Melisa pelan namun sanggup membuat suaminya menyerah.


"Ah, kamu gak asik" gerutunya kesal lalu bangun dan pindah ke sofa, menyandarkan tubuhnya dengan memejamkan kedua matanya untuk menetralkan nafasnya yang terlanjur berburu.


"Hah, ngurus bayi besar ternyata memang lebih sulit ya" kekeh Melisa.


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


ya elah bang, baru sehari udah busik amat πŸ˜‚πŸ˜‚.. puasa lama loh bang 🀭🀭🀭


Like komennya yuk ramaikanβ™₯️β™₯️β™₯️