Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra part 10


🌻🌻🌻


Langit yang sudah di berikan kepercayaan untuk mengemudikan mobil sendiri tentu menjadi bonus tersendiri bagi ketiga adiknya yang lain.


Pergi tanpa supir membuat Air Bumi dan Cahaya bersorak kecil didalam mobil, dan Langit tentu hanya tersenyum kecil menanggapinya.


Tanggung jawabnya kini sedang diuji jauh lebih ketat.


menjaga si kembar yang kini dalam usia remaja sungguh kadang membuatnya pusing sendiri.


Belum lagi jika terjadi perdebatan diantara Air dan Bumi dan ujung-ujungnya ia justru memilih berduaan dengan Cahaya.


"Abang nanti gak boleh jauh-jauh ya"


Belum mobil di jalan kan Cahaya sudah banyak berpesan pada pria di sisinya itu.


"Iya sayang" sahutnya sambil mengelus kepala Si cantik


"Eh, sayang sayangan.. kena denda nih ya, harus traktir makan malam" ucap Air menggoda dua manusia yang duduk depannya.


"Emang mau sampe malem?" kata Bumi saat melihat jam di pergelangan tangannya.


"Sekarang aja udah jam dua lebih sepuluh menit tiga puluh dua detik!" tambah bumi merinci waktu dengan sangat akurat.


"Ya elah, lengkap amat sih Bu"


Air Cahaya dan Langit tertawa tapi tidak dengan Bumi, ia merengut sebal.


Mobil di lajukan dengan kecepatan sedang, ada alunan musik yang menemani perjalanan mereka ketempat area balap yang ingin di tuju Air, meski Bumi tak begitu suka tapi tetap saja ia memilih untuk ikut pergi.


Berbeda hal dengan Cahaya juga Langit, keduanya memanfaatkan momen keluar rumah tentu agar bisa bersama.


"Papa gak mungkin lepas gitu aja kita pergi, jadi jangan macem-macem" Bumi mencoba mengingatkan .


"Beres kak" sahut Cahaya dan Langit, keduanya paham ucapan itu untuk mereka berdua.


Sampai di tempat yang dimaksud, Langit langsung menepikan mobilnya, kini semuanya sudah turun dari mobil dan mencari tempat untuk berteduh dari teriknya sinar matahari.


"Bang, kesana yuk" Cahaya menarik tangan Langit menuju stand jajanan yang ramai menjajakan aneka cemilan dan makanan.


"Kak, kita kesana sebentar ya"


Air dan Bumi mengangguk, mereka tak ikut karna acara akan segera di mulai


.


.


"Langit ya?"


"Iya, kamu?" sahut langit mencoba mengingat.


"Alexa.. kita satu kelas saat kelas sepuluh" jelasnya yang menyadari bahwa Langit sedikit melupakannya.


"Ah, iya.. aku baru ingat" kekehnya


Keduanya berbincang sebentar saling bertanya kabar karna Alexa sudah pindah hampir dua tahun lalu.


"Oh, iya kenalin, Ini Cahaya" Langit semakin mengeratkan rangkulannya pada gadisnya itu.


"Hem, adik mu itu ya, yang kembar tiga kan?" tanya Alexa dengan ramah, sama seperti ia tadi berbicara pada Langit.


"Iya, tapi ini yang paling bungsu, paling baik dan paling cantik tentunya" Cahaya yang mendengar penuturan Langit tentu tersipu malu.


"Aku kenalnya pas kalian masih di kelas tujuh kalau gak salah, Sekarang udah besar ya, udah remaja loh"


"Iyalah, karna untuk jagain Abang, aku harus banyak makan biar tumbuh besar lebih cepat" jawabnya penuh penekanan, memang yang semua tau Ia adalah adik bungsu Langit meski Langit sudah Ratusan kali meyakinkannya bahwa ia menganggap Cahaya lebih dari itu.


"Haha, ok..ok.. senang lihat kalian berdua, saling menyayangi satu sama lain,Hem! sepertinya aku iri dan ingin dimanja olehmu juga" Goda Alexa yang langsung membuat Cahaya naik pitam.


"Haha, kamu bisa mencari orang lain" Jawab langit.


"Ya... Aku tau, kamu sudah terlalu sibuk mengurus ketiga adikmu itu kan, terutama adik perempuanmu ini" Alexa tersenyum manis kearah Langit, gadis ini memang sempat menaruh hati namun tak pernah ia utarakan.


"Hey, tolong ralat ucapan mu, aku bukan adiknya!" sentak Cahaya.


Langit langsung menoleh kearah Cahaya begitupun dengan Alexa.


.


.


.


.


" aku calon istrinya!!!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Singa betina mulai ngamuk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


like komen nya yuk ramai kan ❀️❀️