
🌻🌻🌻
DEG
"Mas Reza kenapa?" Gumam Melisa sambil terus menatap punggung Suaminya yang perlahan semakin jauh dari pandangannya.
Reza benar benar meninggalkan istrinya sendiri di dekat sofa single, ia melangkah membawa rasa kesal yang harus ia tahan dan ia nikmati sendiri.
Matanya tak lepas dari sosok pria tinggi Yang sedang bersenda gurau dengan teman-teman yang lain, jika tak mengingat ini acaranya mungkin satu bogem mentah sudah melayang di wajahnya yang mempunyai lesung pipi itu.
"Aku tahan demi kamu, Ra" bathin Reza.
Reza tak ingin kondisi istrinya memburuk jika ia membuat ulah saat ini, tapi rasa cemburunya seakan tak bisa ia tahan, memakan orang itu bulat bulat mungkin cara terbaik untuk melampiaskan rasa kesalnya.
Tangannya Sesekali mengepal geram saat Ricko dengan santainya melempar senyuman padanya.
Entah dia tak tahu atau pura pura tak tahu atau mungkin ia sengaja memperkeruh suasana, sepertinya Ricko masih menyimpan rasa walau ia sadar sudah sebesar ap Perut wanita incarannya itu.
"Istrinya Reza ya?" sapa seseorang yang tak dikenal Melisa.
"Iya," jawabnya seramah mungkin.
"Cantik, pantes di umpetin terus" kekeh orang itu, dan berlalu pergi.
Melisa menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian mengambil satu gelas jus apel dan satu iris kue brownies keju.
"Mel," lagi lagi ada yang menyapanya.
Melisa mengernyitkan dahinya sesaat namun setelah itu senyuman pun terukir di wajahnya.
"Hay, apa kabar?" tanya Melisa pada Ardy, sahabat Reza.
"Baik, wah beneran hamil ya kamu" Ardy tertawa kecil dan Melisa hanya mengulum senyum.
"Iya, doain sehat dan lahir selamat ya"
"Aamiin, gue doain yang terbaik untuk kalian ini kan hasil kerja keras temen gue" kekehnya lagi.
"Kenapa gak gabung diluar, Reza disana kan?" tanyanya.
"Aku disini aja, aku gak kuat lama-lama berdiri" sahut Melisa memberikan alasan.
"Hem, iya juga sih hamilnya besar juga ya, ya udah gue kedepan dulu" pamitnya kemudian yang hanya di balas anggukan oleh Melisa.
Ibu hamil ini kembali duduk, kakinya mulai terasa keram sedikit lagi lagi ia hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam saat sesak nafas.
"Bu," sapa Viana.
"Eh, Vi. kapan datang?" tanya Melisa basa basi.
"Dari tadi sih, Bu. Hem saya mau ambil minum dulu buat bapak" katanya tak enak hati.
"Permisi" lanjutnya..
Dengan perasaan tak karuan Melisa kembali ke kamar, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore ia memilih membersihkan tubuhnya sebelum Umi dan yang lainnya datang, karna hari ini berbarengan dengan acara santunan di panti asuhan maka itu semuanya memilih datang di malam hari.
Usai mandi ia hanya duduk santai di sofa panjang depan TV, memainkan ponselnya untuk memutar video seputar kehamilan rutinitas wajib dikala senggang yang sering Melisa lakukan.
CEKLEK
Pintu terbuka, namun ibu hamil itu tak menoleh seperti biasa membuat Reza jengah dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
Suara riak air shower menandakan jika orang yang didalam sudah pasti sedang membersihkan tubuhnya.
Tak ada teriakan meminta baju yang biasanya Reza lakukan sehabis mandi, tubuh polosnya yang hanya memakai handuk sebatas pinggang langsung berjalan kearah lemari.
Tok tok tok
"Buka, Ra" titah Reza pada sang istri sebelum kembali masuk ke kamar mandi membawa baju ditangannya.
Melisa tak menjawab, ia langsung bangun dari duduk dan melangkah kearah pintu.
Ada seorang pelayan membawa sebuah nampan berisikan makanan.
"Terimakasih" ujar Melisa saat nampan sudah berpindah tangan padanya.
"Makan, Mas" kata Melisa saat suaminya sudah keluar.
"Hem" jawab Reza dengan deheman pelan nyaris tak terdengar.
Keduanya kini duduk berdampingan dengan makanan yang sudah terhidang di atas meja.
Tak ada obrolan, hanya suara denting sendok dan garpu yang beradu di atas piring.
"Aku keluar" ucap Reza saat Makanannya habis tak tersisa.
"Jangan pernah meminta gadis lain untuk mengurus mu saat ada aku, Mas" kata Melisa sedikit berteriak saat Reza hendak membuka pintu.
"Jangan juga bicara dengan pemuda lain saat aku tak ada di sisimu, Mel" balas Reza.
Air mata kini lolos di wajahnya, sakit rasanya saat ia dengar namanya di sebut.
Selama pernikahan hanya beberapa kali Reza memanggil namanya, selebihnya KHUMAIRAH lah yang sering di pakai suaminya.
"Ini lebih sakit, Mas" lirih Melisa sambil meremat baju bagian dadanya.
🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Sabar ya Ra..
Bucin kalo cemburu emang gitu 🤭
suka kelewat bates, nanti othor jewer jakunnya ya.. ok🤗🤗
Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️❤️