
❣️❣️❣️❣️
Senin pagi..
Reza dan Melisa bangun lebih awal Karna perjalanan mereka cukup jauh menuju kantor, belum lagi hari di awal Minggu selalu menjadi langganan macet dimana mana tak jarang Reza sering marah marah di dalam mobil saat mengantar anak anaknya ke sekolah.
"Mas, cepetan!"
"Hem, iya sayang"
Reza kembali menyerahkan kunci rumah kayu itu ke salah satu orang kepercayaannya yang bertugas mengurus rumah itu.
"Dingin banget ya" gumam Melisa sambil merapihkan lagi outer yang membalut tubuh langsingnya.
"Kecilin AC nya, Ra"
Melisa menggeleng dan memastikan kalau ia tak apa-apa.
Obrolan ringan keduanya bicarakan untuk mengusir jenuh selama perjalan yang kurang lebih memakan waktu dua jam.
Kini mobil mewahnya sudah terparkir di area VVIP khusus untuknya dan Papanya.
"Yuk turun,Ra" ajaknya pada Melisa yang masih memposisikan duduknya dengan sangat nyaman.
"Iya, tunggu"
Istri Presdir itu merapihkan kembali pakaian yang ia kenakan, tentu ia tak ingin terlihat berantakan di depan para karyawan suaminya.
"Udah cantik sayang, lagian siapa yang mau liat?" kekeh Reza, Ia mencium sekilas pipi istrinya.
"Iya, ya.. kita kan langsung masuk lift"
Turun dari mobil keduanya langsung masuk kedalam kotak besi yang langsung mengantar mereka tepat di lantai ruangan Reza karna hanya ada satu tombol disana.
Lagi-lagi pria itu memeluknya dalam lift, Mencium aroma harum leher istrinya yang sangat menggoda Indera penciumannya.
"Tegang dah langsung, hahaha" goda Melisa saat ia merasa ada yang tak beres di balik tubuhnya.
"Tau aja, ih.. begini doang padahal, ckck"
.
.
.
Ruangan yang hanya sedikit mengalami perubahan menjadi jauh lebih besar dan luas karna sadar kini banyaknya anak-anak mereka.
Belum lagi sikap Ay yang sampai saat ini masih tak bisa diam.
Banyak berpindah dan memainkan apapun yang menarik baginya.
"Aku rapat sebentar, paling cuma dua jam, Kamu jangan kemana-mana ya,, Ra" pesan Reza sebelum meninggalkan Istrinya sendiri dalam ruangannya.
"Iya, Mas"
"kalau mau apa-apa minta sama Rani ya" tambahannya lagi sambil menyebut nama sekertaris barunya yang baru bekerja enam bulan bersamanya, selepas pengunduran diri Viana, Reza sulit mendapat sekertaris yang cocok dengannya terhitung sudah sembilan kali ia mengganti para sekertaris nya itu.
"Iya, nanti aku bilang dia kalau butuh sesuatu"
Reza menciumi wajah Melisa dengan gemas, melu mat sekilas juga bibirnya yang ranum.
"Love...love...love pake banget banget banget!!"
Melisa tertawa, di umurnya tak lagi muda, Reza tak pernah berubah. Entah apa yang membuat pria itu sangat mencintainya.
.
.
.
Si kembar yang sudah tau pulang nanti akan ke kantor papanya tentu bersorak senang, biasanya mereka akan di manjakan oleh semua asisten pribadi Reza, apalagi jika papanya itu tak ada.
"Abang gak kesini, tumben?" tanya Bumi saat menghampiri adiknya.
"Langsung pulang, katanya ada acara di panti" sahut Cahaya malas, ia masih memikirkan perkataan Langit semalam.
"Oh, ya udah ke kelas Kakak yuk, kayanya udah di tungguin tuh di parkiran"
"Telepon dulu gih, kakak tuh pasti lagi godain pacar-pacarnya dulu" dengus Chaca kesal dengan kebiasaan kakaknya itu yang hanya membuang-buang waktu mereka.
"Hem, ok"
Bumi merogoh kantong celana seragam sekolahnya untuk meraih ponsel miliknya.
Ia lalu mengirim pesan pada kakaknya itu agar cepat datang ke kelasnya
Satu menit.. dua menit sampai sepuluh menit belum juga ada balasan dari Ay membuat kedua adiknya kesal dan tak sabar menunggu.
"Samperin aja yuk" ajak Bumi sambil meraih tangan adiknya.
Kembar dua itu langsung bergegas keluar dari kelas mereka kemudian berjalan menuju kelas Air yang berjarak dua kelas.
"Tuh kan bener" gumam Cahaya saat melihat kakaknya sedang asik mengobrol dengan seorang gadis.
" Kakak......" teriak Cahaya di depan pintu.
Ay menoleh, ia tersenyum kepada dua adiknya yang sudah melipat tangannya di dada.
"Iya..." sahutnya sambil bangun dari duduk dan meraih tas punggungnya.
"Loh, mau kemana Ay?" tanya gadis itu saat Ay bersiap untuk pergi.
"Mau ke Selatan!!" jawabnya cepat
"Hah.... ngapain???" gadis itu melongo mendengar jawaban Air yang baru hari ini mendekatinya.
.
.
.
.
.
.
.
" Karna rasa ini gak bisa gue UTARA kan!!!"
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
Baperin anak orang Mulu Lo Ay 🤭🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️