Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 110


ðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧ


Bumi mendengus kesal saat teleponnya tak kunjung di angkat oleh sang kakak yang dua hari ini bolos kuliah tak seperti biasanya, bahkan semua pesannya pun tak satupun di baca.


"Si ay kemana?" tanya Resty, yang datang tiba-tiba, ia adalah salah satu kekasih Air yang satu kelas dengan mereka.


" Gak tau, tanya aja langsung sana!" jawabnya ketus, semenjak ada Kahyangan dirinya semakin menutup hati dan menundukkan pandangan.


"Gak di jawab, tapi ada yang liat katanya pergi sama anak kedokteran" ucap gadis itu.


Bumi hanya diam, tak perduli apa yang di katakan Resty meski jauh di dalam lubuk hatinya ia pun begitu penasaran dengan sosok gadis yang kini Sedang gencar di bicarakan dekat dengan sang kakak.


"Anak kedokteran banyak, bukannya punya tiga juga si kakak disana" jawab Bumi, Ia bingung jika ditanya soal para gadis kakaknya itu, karna saat sekolah biasanya si bungsu yang hafal dengan jejeran para kekasih Air.


"Iya, tapi yang satu katanya udah Minggu kemarin, Entahlah banyak banget pusing gue" keluh Resty.


Bumi menoleh kearah gadis yang memasang wajah menyedihkan itu.


"Kakak gue aja gak pusing, kenapa Lo yang ribet" cetusnya sambil bangun dari duduk karna Kahyangan menelponnya.


.


.


.


"Hallo, Yang" sapa Bumi pada pemilik hatinya itu.


"Iya, Bu. aku ganggu gak?" tanya Yayang.


"Enggak, aku udah selesai kok"


"Air lagi sama kamu gak, tolong bilangin sama dia kalo temennya ibu mau bikinin catering buat anak-anak nanti sore"


Bumi menghela nafas, ternyata sang kakak benar benar tak ada kabar padanya juga termasuk pada Kahyangan.


"Dua hari ini gak masuk" jawab Bumi.


"Air sakit?" Tanya Yayang yang sepertinya sedikit terkejut.


"Entahlah, dari rumah berangkat sampe sini pergi lagi entah kemana" jelas Bumi.


"Aneh banget, gak biasanya begitu" gumam Yayang.


Bumi mengangguk membenarkan seakan gadis itu ada di hadapannya.


"Aku merindukanmu" Lirih Bumi.


*******


"Semoga gak terjadi apa-apa dengan kalian" gumam Bumi, Ia bangun dari duduknya melangkahkan kaki menuju parkiran tempat dimana mobil sport mewahnya berada.


Pemuda tampan namun tak banyak bicara itu hanya mengangguk kecil sambil tersenyum pada siapapun yang bertanya padanya, hanya segelintir orang saja yang beruntung mendengar suara Bumi.


Berbeda dengan sang Kakak yang kadang gelak tawa dan teriakannya dari jauh sudah terdengar belum lagi jika ada bonus barang jatuh yang tertabrak olehnya.


"Balik, Bu?" sapa Seseorang padanya.


"Hem, iya" sahutnya sebelum masuk kedalam mobil.


"Ada salam dari Revi, yang kemarin kasih Lo kue" ucapnya lagi.


"Oh, iya. " jawabnya singkat padat dan jelas.


Bumi masuk dan langsung menyalakan mesin mobilnya, membelah jalan raya yang tak begitu ramai karna sudah lewat jam makan siang.


Pikirannya kini bercabang kemana mana sampai ia harus lebih fokus lagi pada jalan di depannya.


Mobil mewahnya melaju dengan kecepatan sedang meski ia sedang di buru waktu sampai pada akhirnya kereta besi itu masuk kedalam area halaman gedung berlantai tiga sebuah perusahaan penerbit komik lokal yang baru ia rintis setahun belakangan ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Selamat siang, Tuan. semuanya sudah menunggu di ruangan rapat" ucap seorang wanita pada Bumi yang menjabat menjadi seorang direktur di perusahaannya sendiri.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Gara gara ngidam ceker ayam tuh anak pada sukses semua ya ðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠ


Kak Bu keyen ih.. jadi pengen silaturahmi bibir sama bapaknya 😂😂😂💋💋💋💋💋


like komen nya yuk ramai kan âĪïļ