
π»π»π»
"Dok, bayi perempuan nya---"
Teriak seorang suster tak jauh dari mereka sontak membuat kedua orang tua baru itu terkejut.
"Ada apa?" tanya Reza bingung dan ikut berhambur dengan para dokter.
"Gak apa-apa, si bungsu cantik ini lagi cari perhatian ya?" kekeh dokter Rissa sambil terus memeriksa, bayi ketiga yang lahir selang dua belas menit dari kedua kakak laki lakinya itu lebih mungil dan lemah.
"Jangan panik, bayi kembar memang lebih rentan Karna asupan gizi yang masuk harus berbagi dengan saudaranya, dan karna mereka bertiga dan si cantik ini yang paling mendapat sedikit dibanding kedua kakaknya" ujar Rissa yang mencoba menjelaskan karna tanpa bertanya ia tahu apa yang ingin di dengar oleh Reza, sebuah penjelasan!
Reza hanya mengangguk sekali walau ia tak begitu puas dengan jawaban sahabatnya itu.
"Ini gak apa-apa nangis kenceng banget?" tanya Reza pada salah satu suster.
"Gak apa-apa, baby nya lagi usaha"
Terlihat sangat menggemaskan saat dua bayi berlomba mencapai wadah kehidupan mereka, sisi kanan oleh si sulung dan sisi kiri oleh si tengah, sedang si bungsu masih dalam pemeriksaan.
"Geli, Mas" kekeh Melisa saat kedua wajah bayinya mulai mengusel usel dadanya.
"Ayo sayang, sedikit lagi" ujar Reza seakan memberi Semangat.
Dan...Hap!
"Wow, kalian seperti siapa ya?" Melisa tergelak saat kedua bayinya mulai menyusu.
"Hem, aku bener bener punya saingan, papa gakan kebagian kayanya ya" sahut Reza yang ikut tergelak kemudian mencium lagi lagi dan lagi seluruh wajah istrinya.
"Terima kasih"
Entah sudah berapa kali ia mengatakan hal itu, dan rasanya itu takan cukup untuk mengungkapkan rasa bahagia serta syukur nya terlebih ia memiliki wanita kuat yang mampu melahirkan tiga anak sekaligus dalam waktu bersamaan.
"Cukup dulu ya, kita pakai baju biar gak dingin"
Dua suster mengambil para bayi dari atas dada Melisa.
"Jangan lama lama ya , sus " ujar Melisa seakan tak rela anak anaknya dibawa.
"Engga, Bu. paling di bawa jalan jalan dulu sebentar" seloroh dua suster sembari mengangkat tubuh mungil itu dalam dekapannya.
"Sebentar sayang"
*****
Reza dan kedua orangtuanya kini berada di ruang tunggu, raut khawatir masih jelas terlihat di wajah mereka karna si bungsu masih dalam pemeriksaan.
"Mama takut,"
"Gak apa-apa, Mah. kita berdoa saja" sahut papa yang masih sibuk menenangkan.
Kedua paruh baya itu tersenyum walau dengan mata berkaca-kaca memperhatikan Foto ketiga cucu mereka yang tak pernah di sangka.
sungguh ini Kebahagiaan yang berlipat lipat ganda.
"Za, kayanya perlengkapan bayi kurang deh kita gak tau Kalau ternyata anak kalian sebanyak ini" kekeh mama sambil mencubit pipi anak sulungnya itu.
"Aku aja gak tau, Mah"
"Surprise banget loh" kata papa.
"Iya, kaget banget, haha"
"Pantes aja, Caca cuma pesen sama aku buat kerja keras buat anak aku, gitu katanya tapi aku mana kepikiran sih dapet segini banyak"
"Tuhan memberi amanah yang luar biasa pada kalian" pesan papa serius.
"Mama akan hubungi yayasan baby sister, kalian gak bisa urus sendirian" kata mama.
"Iya, mah. kemarin kita sepakat untuk urus sendiri tapi kalau tiga gini aku gak yakin bisa"
"Pastinya, meskipun istri mu biasa mengurus bayi selama di panti asuhan"
Reza hanya diam, kejadian ini sungguh luar biasa dan diluar perkiraannya, semua yang mereka rencanakan ternyata tak sesuai kenyataan.
Niat untuk mengurus sendiri tanpa ada campur tangan "Ncus" harus mereka patahkan demi menjaga kondisi Melisa sendiri.
"Kamu udah nama untuk mereka?" tanya mama memecah lamunannya.
"Kalau satu sih ada, gak tau deh kalau tiga begini" jawabnya sambil mengulum senyum.
πππππππππ
Hayo... bingung kanπ€£π€£
kasih nama apa buat trio kwek-kwek.
makasih ya yang selalu doain dan kasih selamat buat kelancaran dan kelahiran para cebong hasil semburan belalai gajah di hutan belantara.
Like komen nya yuk ramai β₯οΈπ€π€