
❣️❣️❣️❣️
"Aku akan menjadi ibu yang egois jika itu menyangkut keempat anakku, Mas!!"
Reza mengerutkan kedua alisnya, sorot mata KHUMAIRAHnya sedang tak seperti biasa menatapnya ada ancaman dan luka dari manik mata yang biasanya teduh dan menghangatkan itu
"Kita bicarakan lagi dirumah ya, aku ada meeting dua puluh menit lagi" ucap Reza mencium kening istrinya.
"Aku gak mau pulang kalau mas Reza gak janji dulu sama aku!"
"Ra.. kita bicarakan dirumah. Aku gak mau bahas hal ini didepan Langit"
Melisa mengangguk paham, Lalu Reza berjongkok menghadap bocah Lima tahun itu, ia elus kepalanya dengan lembut.
"Abang pulang ya sama Buna, main main sama adek dirumah, Abang jagain adek ya" pinta Reza pada Langit, anak laki-laki tampan itu juga hanya mengangguk sambil tersenyum riang
"Jagain adek Chaca!" sahutnya dengan mengulum senyum
"Iya, jagain adek Chaca ya nanti di gigit semut"
Reza kembali berdiri setelah menarik nafas dalam-dalam, diraihnya tangan wanita yang jarang sekali merajuk itu.
"Anak-anak dirumah pasti nunggu kamu, kamu pulang dulu ya. Aku janji selesai meeting langsung pulang juga"
"Iya, aku tunggu dirumah, aku harap mas Reza tidak mengecewakan ku , ku mohon kali ini saja"
Satu tetes air mata kembali turun, ia berhambur memeluk suaminya dengan begitu erat.
***
"Wah, udah mandi semua"
Langit yang baru masuk ke kamar si kembar langsung bersorak gembira melihat ketiga adiknya sedang duduk berjejer sehabis dimandikan oleh suster masing-masing.
"Abang disini ya, main sama adek, Buna mau mandi"
Melisa mencium kening Langit, kemudian berlalu ke kamarnya sendiri untuk membersihkan tubuhnya.
Usai mandi dan berpakaian lengkap ia duduk termenung di depan cermin meja riasnya, mata nya masih begitu sembab dan merah, hatinya juga masih sakit membayangkan jika ia tak datang hari ini, tentu ia takkan tau jika Langit akan di adopsi orang lain.
Ini salahku..
Sedari dulu tak pernah memikirkan hal ini mungkin saja terjadi, aku hanya memikirkan rasa sayangku tapi tak memikirkan status Langit untukku.
Aku menyayanginya saat pertama kali mata itu melihat ku..
Dari pantulan cermin Melisa bisa melihat suaminya Sedang jalan mendekat kearahnya dengan senyum yang selalu membuat hatinya berdebar, Pria itu langsung memeluknya dengan erat menciumi pucuk kepalanya berkali-kali.
"Sayang..." Reza bingung harus memulai dari mana.
"Aku hanya ingin itu, Mas"
"Kamu yakin?,"
"Mas Reza meragukan kasih sayangku padanya?, aku bisa adil dengan keempat nya, Mas!"
Melisa langsung menoleh, ada senyum di ujung bibirnya.
"Bagus, Mas Reza tinggal minta mereka membatalkan proses adopsi Langit, suruh mereka mengganti dengan anak yang lain, anak anak yang lain tak kalah pintar dan baik" ucap Melisa, hatinya sedikit lega.
"Tapi Bu Farah langsung menyukai Langit, Ra"
Melisa yang baru mau bangun langsung ditahan oleh Suaminya agar kembali duduk.
"Aku yang lebih dulu mengenalnya, aku yang lebih dulu menyayangi nya jadi sudah pasti aku yang lebih berhak atas Langit!"
Reza membuang nafas kasar.
"Jika mas Reza tak mau, aku yang akan urus sendiri" ancamnya dengan sorot mata tajam.
"Aku bukan gak mau, Ra. aku sayang Abang tapi semua butuh proses sesuai prosedur"
"Mas Reza tinggal suruh orang buat urus semua kan, biasanya juga gak pernah ribet!" dengus Melisa kesal seakan suaminya itu mempersulit yang seharusnya mudah baginya.
"Ini bukan barang, Ra.. ini anak manusia!"
Kedua nya diam beberapa saat, Melisa tak ingin menatap suaminya meski berkali-kali Reza berusaha menangkup wajah KHUMAIRAHnya itu.
"Beri waktu aku waktu tiga hari, Ra" pinta Reza memohon.
"Untuk apa?" tanya Melisa.
"Untuk memberikan nama keluarga ini padanya"
"Maksud mas Reza?" matanya seakan meminta penjelasan lebih detail dengan apa yang di dengarnya.
"Saat Langit menjadi anak kita, otomatis ia memiliki hak dari apa yang kita punya dan untuk menguatkan semua itu aku akan mengubah namanya menjadi..."
.
.
.
. LANGIT RAHARDIAN WIJAYA.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***
Abang Langit aslinya udah kaya dari bocil loh 😂
ada yang mau nyulik? 🤭🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan.
Udah ada yang mampir ke duda impian belom?
mampir yuk ❤️❤️❤️