
🌻🌻🌻
"Aaaaaaaaaaaa" teriakan si ibu hamil menggema ke se isi kamar membuat yang duduk dihadapannya ikut gelagapan dan terkejut hampir tersungkur.
"Siapa kamu?, hey siapa kamu?" tanya Melisa panik, ia terus meringsek memundurkan tubuhnya walau kesulitan.
"Jawab!!"
PLAAAKKK
"Aw, sakit , Ra!" jerit Reza saat bantal besar kena pas di wajahnya.
"Ra!" gumam Melisa.
"Mas Reza!?" lirihnya pelan dengan terus memperhatikan walau sedikit samar karna lampu belum menyala dan gorden yang masih tertutup rapat.
"Iya, Aw!!" ia kembali meringis sambil memegang ujung bibirnya.
"Enggak! kamu bukan mas Reza!" ucapnya lagi.
"Ya ampun, ini aku sayang" sahut Reza dengan terbata.
"Bukan, suamiku gak gitu wajahnya" kata Melisa sambil menggelengkan kepalanya.
"Emang aku kenapa?" tanya Reza bingung.
"Ah, iya. Aku lagi pakai obat, makanya begini" ia mencoba menjelaskan.
Reza tersenyum, ia sedang menikmati raut wajah istrinya yang sedang takut bercampur kaget persis seperti awal mereka menikah dulu saat keduanya tidur di ranjang yang sama.
"Sini, Ra. aku kangen!" kata Reza sudah merentang kan kedua tangannya.
Satu detik dua detik tiga detik tak ada pergerakan.. Daaaaan
"Raaaaaaaaa" teriak Reza saat melihat istrinya terkulai lemas.
"Loh, ko! Ra.. bangun!" Reza langsung terlonjak kaget dan mendekat, di rengkuhnya tubuh sang istri keatas pangkuannya.
"Bangun, Ra...ayo please bangun" ujar Reza memohon sambil terus menepuk kedua pipinya.
Tok tok tok
"Masuk, cepetan!" teriak Reza.
CEKLEK
Pintu terbuka, dan betapa terkejutnya mama saat melihat anaknya yang sedang panik memangku Melisa di tempat tidur.
"Ada apa, Za?" tanya mama sedikit berlari.
"Mah, ambil minyak angin mah, cepetan!" titah Reza.
"Dimana?"
"Itu diatas meja, cepet dong mah!"
Mama langsung menoleh ke atas meja rias dan mengambil satu botol kecil berwarna hijau pada putranya.
"Bangun sayang, ayo bangun!" ucap Reza sambil terus mengoles kan minyak angin di bagian hidung dan pelipis istrinya.
"Za, kenapa sih?" tanya mama yang khawatir.
"Bangun tidur, Mah" sahut Reza tanpa menoleh karna matanya tetap tertuju pada istrinya.
"Mama telepon Caca dulu"
"Eugh" Melisa sedikit menggeliat.
"Mas!!! mas Reza" teriak Melisa, langsung bangun dari tidurnya dengan panik.
"Sayang, ini aku! ini aku suami kamu" Reza menangkup wajah Melisa, hatinya begitu sakit.
"Mas, ini kamu?" tanyanya setelah sedikit tenang.
"Iya sayang" jawabnya yang kemudian langsung memeluk tubuh yang terasa gemetar.
"Aku kaget, aku kaget, Mas" lirihnya dalam pelukan sang suami
"Maaf, maafin aku ya"
Melisa meremat kuat kaos belakang suaminya, ia benar benar terkejut.
"Yang aku ingat aku tidur sendiri, kamu gak pulang" mulai terisak.
"Aku pulang, aku mana bisa ninggalin kamu. maafin aku ya"
"Iya, aku cuma lagi kesel, aku gak akan diemin kamu lagi"
"Ini kenapa?" tanya Melisa, tangannya mengusap wajah suaminya yang babak belur.
"Aw, sakit sayang" lagi lagi Reza meringis.
"Kamu di gebukin siapa?"
"Enak aja, aku di gebukin! aku yang gebukin tapi sialnya bales tuh sama si cucunguk" jawab Reza kesal.
"Siapa cucunguk?" Melisa yang bingung.
"Siapa lagi, kalau bukan yang bisikin kamu kemaren"
"Ricko?" jawab Melisa dengan mengernyitkan keningnya.
"Nah, langsung inget kan, kamu!"
"Kamu berantem sama dia?, ya ampun Mas!"
"Udah jangan di pegang terus, sakit. ini lagi diobatin sama eyang" kata Reza menyingkirkan tangan istrinya kemudian ia genggam dengan erat.
"Maaf," lirih Melisa, sambil menunduk
"Ra.. aku gak suka kamu ada yang deket deket begitu, apalagi aku tau perasaannya. beda hal kalau kamu ngobrol sama Ardy, contohnya."
"Dia cuma nyapa aku, Mas" sahut Melisa menyesal.
"Aku ngerti, mungkin aku yang terlalu emosi saat milikku disentuh orang lain, Ra"
Melisa mendongakan wajahnya, ada buliran air bening disudut mata yang masih memerah
"Jangan lagi, kumohon" pinta reza mengiba.
Aku gak mau kejadian masa lalu terulang.
Amanda yang hanya sekedar kekasih saja sakitnya luar biasa', lalu bagaimana dengan mu yang resmi istriku, ibu dari anak-anakku!
kumohon jangan lakukan itu, jangan pernah ada pria lain di dekatmu selain aku! . bathin Reza.
Melisa menganggukkan kepalanya tanda paham.
"Aku mau martabak" ucapnya polos.
"Hah?" Reza terkejut dengan permintaan Istrinya.
"Aku laper, aku mau yang manis"
"Bikin teh manis aja ya" sahut Reza.
"Aku laper bukan haus" rengek nya
"Aku beli bubur ayam ya, ini pagi Ra.. pagi! bukan tengah malem, mana ada martabak"
"Ya kali ada Abang martabak kesiangan"
"Pisang goreng aja ya, manis juga sama"
"Martabak! aku mau kacang sama coklat"
"Eh, enggak! ketan kelapa aja deh, tapi aku mau yang manis" ucapnya sambil berfikir.
"Nyesel gue pulang!" gumam Reza.
"Apa mas?" tanya Melisa.
"Ah, enggak" sahut Reza sambil mengusap tengkuknya.
"Nanti aku cari dulu tempat tukang martabaknya" kata Melisa yang merogoh luaran piyama yang berkantong disisi kanan dan kirinya.
"Loh ko ponselku gak ada, perasaan semalem aku kantongin" raut panik kembali terlihat.
"Mas Reza ngeluarin gak?" tanya Melisa.
"Apa yang mau aku keluarin, kan semalem gak ngapa-ngapain" bisiknya pelan.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Ponsel bang, tuh bini nanyain handphone mau nyari Martabak.. bukan Aer Tajin 😂😂😂😂
Like komennya yuk ramaikan ♥️♥️🤗
gak bisa panjang tapi bisanya banyak 🤭