Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 134


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"Saya terima nikah dan kawinnya Hujan binti almarhum Rafka Setiawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar satu triliun dibayar NGUTANG ke papa!!!!"


"kok ngutang?" tanya semuanya serentak.


Air yang mendapatkan satu pertanyaan namun ramai-ramai itu langsung terkekeh malu, candaan konyolnya ternyata membuat seluruh keluarganya tercengang.


"Kan kakak gak punya uang satu triliun, ngutang dulu ke papah boleh ya?" ujarnya manja sambil memasang wajah menggemaskan.


"Cih, yang ngawinin siapa?" ejek Reza.


"Papa pelit!" kata Air sebelum meneguk habis susunya.


"Kasih yang kamu punya aja, semampunya kamu, kak" ucap Langit dengan tangan sibuk membuka satu persatu obat yang akan diminum Cahaya usai sarapan.


"Aku punya apa?, kalo semua di kasih ke si Hujan terus buat nafkahinya pake apa dong?" Air balik bertanya pada Abangnya.


Pertanyaan polos Air membuat seluruh keluarganya terharu, anak sulung yang merangkap menjadi cucu pertama keluarga yang terkenal manja dan cengeng ternyata sudah memikirkan tentang nafkah yang akan ia berikan pada istrinya kelak.


Sudah benar-benar siapkah ia?


Begitulah bathin kelurganya bertanya dalam hati.


"Emang kakak gak punya apa-apa?" goda Reza.


"Apa? kakak punya celengan ayam doang noh di atas lemari" ucapnya mulai salah tingkah.


Melisa yang tahu suaminya sedang memancing mulai menyiku lengan Reza.


Yang Di sulung tahu, papanya tak tahu ia memiliki banyak usaha diluar sana, Hanya adik dan mamanya yang ia beritahu itupun karna tak sengaja bertemu di jalan.


Air selalu berkilah jika Reza bertanya soal pengeluaran sang anak yang kadang di luar batas.


"Kirain celengan pintu Doraemon" kekeh Reza.


Air melirik kearah mamanya, dan Melisa pun langsung membuang muka menghindari pertanyaaan si sulung lewat sorot mata.


"Mamah awas ya kalo nakal" bisik Air setelah mencium pipi Melisa.


Wanita tiga anak itu hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.


Air berpamitan pada semuanya, orang tua, kakek neneknya juga dengan Abang Angkatnya.


"Kenapa bawa-bawa papa sama Abang?" protes Reza.


"Au ah.." sahutnya sambil berlari saat Reza hendak menumpuknya dengan tutup toples kerupuk.


Langit yang yang terkekeh hanya mengusap kepala Cahaya sambil tersenyum.


"Adek mah anak baik, maharnya gak aneh-aneh kan ya" goda Langit.


"Siapa bilang! aku mau minta mahar yang luar biasa" kata Cahaya sambil mencibir kearah Pemuda yang kian semakin matang dalam rupa dan juga pekerjaan ltu.


"Yang penting sembuh dulu, nanti semua Abang kasih buat kamu" ujar Langit.


"Yakin?" goda si Bungsu.


"Tentu, Kalo bukan buat kamu buat siapa lagi selama ini Abang usaha mati-matian juga semuanya demi kamu"


Cahaya langsung berhambur memeluk Langit sambil tertawa bahagia.


"Sayang Abang banyak banyak pokonya"


Semua hanya tersenyum melihat pasangan itu, dua manusia yang memupuk cinta sedari kecil selalu membuat semua orang terharu dengan kegigihan dan perjuangan mereka, Langit yang berusaha mandiri agar bisa menggapai Cahayanya serta si bungsu yang berjuang sembuh demi selalu menjadi Cahaya bagi Langitnya.


.


.


.


.


.


"Ra.. kamar yuk!"


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Dasar gajah mesum 🤭🤭🤭


Liat yang pelukan aja ngiler 🤣🤣🤣


LIKE komen nya yuk ramai kan ❤️🙏