Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 236


🌻🌻🌻


"Iya.. biar aku selalu bilang betul..betul..betul.. mencintaimu!!" ucap Reza yang langsung membuat istrinya merah merona, di puji di depan semua anak-anaknya adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupnya, bagaimana sang suami seakan memberi contoh untuk selalu mencintai pasangannya kelak.


Jadi jangan heran jika ke empat anak mereka sangat mencintai mamanya lebih dari apapun.


"Selesaikan sarapan nya dulu, sesi gombalnya terusin nanti ya" balas Melisa sambil mengusap pipi kiri suaminya.


"Jadi kan kerumah oppa?" tanya Air


"Jadi dong!" sahut Melisa.


Setelah menghabiskan sarapan hingga tandas tak tersisa, semua bocah menggemaskan itu kembali ke kamar mereka masing-masing, Air lebih dulu berlari di susul Bumi yang berjalan dengan santainya, lain lagi dengan si bungsu, putri cantik Reza itu hanya di tuntun bergandengan tangan bersama Langit, Abang kesayangannya!


"Anak anak nanti dirumah mama, kita jalan jalan ya" bisik Reza saat hanya mereka di yang masih di meja makan.


"Kemana?" tanya Melisa yang merasa geli karna hidung suaminya sedang bermain nakal di cuping telinga nya.


"Maunya kemana?, hotel yuk!"


"Mas Reza bisa gak sih, ngajak aku gak ke kasur terus!" jawab Melisa, sebal.


"Hahaha, biasa aja dong jangan pake teriak gitu, aku kan kaget! baru mau ON udah lemes nih denger kamu teriak!" sahut Reza menjauhkan wajahnya dari Melisa.


"Emang udahan ngambeknya?" goda Melisa yang dengan jahilnya menyusuri wajah tampan suaminya itu dengan jari telunjuknya.


"Sebenernya udah, tapi tadi kesel lagi soalnya liat Abang pegang pegang Adek" sungutnya kesal saat melihat Langit mengulurkan tangannya untuk Chaca.


"Abang kan sayang Adek, gak cuma sama Adek tapi sama kakak juga"


"Iya, dan dia merebut perhatian dua wanita terindah ku, hiks" Reza kembali merajuk dengan wajah menggemaskan.


"Manyun terus, cium nih" goda Melisa lagi.


"Yuk! dengan senang hati ratuku" balasnya sambil tergelak.


****


Sampai di rumah orang tua Reza, anak anak langsung berhambur memeluk kakek dan neneknya secara bergantian, Air langsung naik ke pangkuan papa tanpa mau mengalah.


"Oppa nya kakak, titik!" ucapnya pada kedua saudara kembarnya.


"Nanti ya cantik, oppa ke kolam ikan dulu sebentar" bisik papa pada Cahaya.


"Jangan lama-lama" dengusnya yang sudah terlanjur kesal.


Bumi yang langsung ke kamar Ameera membuat Aunty kesayangannya itu bergeliat di balik selimut tebalnya.


"Aunty, bangun! kakak udah Dateng nih" bisiknya di telinga Tante cantiknya itu.


"Masih pagi ngapain udah Dateng sih?" sahutnya dengan mata masih terpejam.


"Udah jam sebelas, masa pagi!" oceh Bumi lalu memeluk Ameera.


"Kakak Ay, udah nangis belum?" kekeh Ameera membalas pelukan keponakannya.


"Baru mau, tadi rebutan gendong sama adek, makanya aku kesini mau gangguin aunty aja" kekeh Bumi.


"Ish, nyebelin!" ujar Ameera sambil mencubit hidung Bumi.


Keduanya tertawa di atas Ranjang besar milik Ameera, gadis cilik yang kini beranjak dewasa. dengan segudang prestasi yang membanggakan keluarga Rahardian Wijaya.


Parasnya yang cantik dan ceria membuat siapapun berlomba ingin memilki hatinya namun sayang, pilihannya justru jatuh kepada sosok pria dewasa yang menjadi musuh bebuyutan kakak kesayangannya, Duren beranak satu yang baru ditinggal istrinya hampir dua bulan lalu.


Bisakah Ameera meluluhkan hati Reza agar bisa mengejar DUREN Impiannya?


.


.


.


💕💕💕💕💕💕


Si othor kayanya lagi promo nupel baru 🤭🤭


Nasib Lo sial amat sih bang? 😂😂


Like komennya yuk ramaikan ❤️❤️❤️