Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 215


🌻🌻🌻


"Eheemm!"


Reza berdehem saat melihat tangan putri kecilnya sedang di genggam oleh Langit, bocah Sekolah Dasar yang selalu ada untuk ketiga anaknya selama ini


"Makan dulu sana, Kakak lagi mau pada makan tuh" Reza menunjuk kedua anaknya yang sibuk membuka bungkusan yang di bawa Neneknya dari sebuah restauran cepat saji.


"Abang, makan sini" Ajak Bu.


"Abang mau yang mana, banyak banget banget nih" seru Ay dengan mata tetap fokus pada makanan yang terhampar.


"Iya, kak"


Langit turun dari ranjang, bergegas menghampiri dua adiknya yang sudah memulai menyuapkan makanan ke mulut mereka masing-masing.


.


.


"Tuh kakak sama Abang pada makan, adek mau ikutan gak?" tanya Reza yang kini sudah duduk di sisi ranjang dengan kursi besi.


"Mau, Pah" sahutnya pelan.


"Adek kuat ya, kalo infusannya habis kita pulang hari ini, mau?"


"Mau dong" ucapnya sambil tersenyum, lengkungan bibir mungil yang selalu Reza rindukan saat berada di luar rumah.


"Adek mau apa, kalau pulang dari sini?" tanya Reza, keduanya mengobrol tanpa memperdulikan yang lain sedang sibuk makan siang.


"Mau crayon lagi, boleh?" pintanya.


"Boleh sayang, nanti kita beli ya kalo adek udah sehat lagi, ok!" Reza menyodorkan jari kelingkingnya pada si bungsu.


"Ok, papa" sahutnya, kini kedua jari kelingking mereka pun saling bertautan.


"Wah, mama cemburu nih" Melisa yang tiba tiba datang merangkul bahu suaminya dan menempel kan kedua pipi mereka membuat Cahaya tergelak.


"Asik, papa jadi rebutan dua cewe cantik nih" goda Reza yang malah mencium pipi istrinya.


Cahaya makin tertawa, melihat tingkah kedua orangtuanya yang selalu bersikap seakan dunia hanya milik mereka berdua.


"Cium terus ya, biar adek seneng" goda reza.


"Modus, ah.. emang mas Reza gatel mau cium cium terus pake alesan biar Chaca seneng segala" cibir Melisa sambil terkekeh geli.


"Pipi kamu bikin nagih, Ra.. enak" bisiknya yang langsung mendapat cubitan dari Melisa.


"Mulai deh!"


"Pulang yuk bentar, nyelup dikit"


"Enak aja!"


Melisa langsung melepaskan rangkulannya, namun di tahan, kini Reza justru memeluk pinggang ramping itu sambil menenggelamkan wajahnya di perut rata istrinya.


"Geli, mas"


"Di liatin kakak tuh!" unjuk Melisa pada Ay.


"Kakak mau punya adek lagi gak?" tanya Reza


"N'Da!" jawabnya cepat.


"Kenapa?" tanya papa.


"Ribet!" jawabnya singkat dengan memanyunkan bibirnya.


"Enak loh makin rame nanti" goda mama


sambil mencubit pipi gembil Ay.


"N'Da mau, Oma" rengeknya yang langsung memeluk kakeknya yang sedang mengulum senyum.


"Kakak Bu mau gak?" tanya Reza lagi.


"Adek?" kini Melisa yang bertanya.


"Kakak gak mau, adek juga gak mau" jawab Cahaya yang hanya mengikuti kedua kakaknya.


Semua tertawa bersama, Langit yang baru keluar dari kamar mandi tak luput dari pertanyaan juga.


"Nah, Abang mau punya adek lagi gak?"


"Hah, Buna hamil lagi?" Langit malah balik bertanya dengan raut wajah bingung.


"Enggak, Buna cuma tanya aja, Bang" kata Melisa.


"Gak apa-apa kalau Buna mau hamil lagi, Abang suka adiknya banyak"


.


"Huuaaaaaaaa, Abang nakal!"


Semua mata langsung beralih pada Ay yang langsung histeris di atas pangkuan papa.


"Abang kenapa?" tanya Langit bingung.


"Jangan punya bayi lagi, N'Da mau" jerit Ay dengan derai air mata.


"Enggak, Abang tetep sayang kakak kok" rayu Langit langsung memeluk Ay.


"Abang nakal, bagi baginya sama Bu sama adek aja jangan sama bayi lagi" ucapnya di sela Isak tangis sedihnya.


"Udah ah, nangis lagi aja, sehari gitu kak jangan nangis gak bisa ya?" ujar Reza yang langsung menggendong Anak sulungnya itu.


Ay masih menangis tersedu-sedu dengan sedihnya.


"Diem gak?" kata Reza.


"N'Da" jawabnya terbata.


"Diem!"


"N'Da papa" rengeknya sambil menjerit.


"kok malah jerit jerit sih!"


"Papa nakal, maaaah" akhirnya Melisa mengambil alih si sulung dari gendongan Suaminya.


"Kakak mau diem gak nangisnya" ujar Reza gemas.


"Sedikit lagi ya" tawar Ay.


"Kalo gak mau berhenti nangisnya nanti papa ganti, papa gak akan panggil NAGA lagi!" ancam Reza.


"Apa dong?" tanya Ay sambil terus terisak.


.


.


.


.


" Tarzan"


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


gak ikhlas gue bang 🙄🙄


gak liat noh ganteng begitu 🤩


Like komen nya yuk ramai kan ♥️🤗😌