Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 114


🌻🌻🌻


"Maliiiiiiiiiing"


Terdengar suara beberapa orang berteriak dari luar pagar rumah eyang, Reza yang masih berada di dalam kebun itu pun kebingungan hanya menoleh ke kanan dan ke kiri mengamati situasi


Suasana heboh juga terjadi di dalam rumah tepatnya di ruang makan, semua orang hanya saling pandang menajamkan pendengaran mereka, Riuh teriakan di luar akhirnya membuat semua yang sedang menikmati makan malam harus berhambur keluar rumah.


"Ada apa?" tanya eyang pada Aby yang bergegas keluar.


"Belum tau, Eyang. Aku mau cek dulu"


Mama, Papa dan eyang berdiri di teras rumah sedangkan Ameera dan Bella duduk ketakutan di sofa ruang tamu.


"Ada apa ini?" teriak aby pada orang orang di dalam kebun tomat.


"Ada maling, ini malingnya" kata salah satu orang.


Aby semakin mendekat ia mengernyitkan dahinya saat melihat sosok pria yang sedang di pegangi leher dan tangannya.


"Woy, Lo malah liat liat, bukannya tolongin gue" sentak Reza, kesal.


"Den, Reza!" gumam aby


"Pak, maaf ini bukan maling ini tamu saya dan eyang dari kota" ucap aby menjelaskan ke salah Pahaman pada para penduduk.


"Yang benar?" kata mereka seakan tak percaya, karna belum melepaskan pegangannya.


"Udah gue bilang, gue bukan maling, gila Lo pada gue ngambil tomat dikira maling!" oceh Reza marah marah.


"Den Reza udah bilang sama eyang kalau mau ambil tomat?" tanya Aby polos.


"Eh, sialan Lo ya!"


"Wah, berarti benar kamu maling!"


"Woy, gua bisa beli seluruh Tomat yang ada dunia ngapain juga gua maling disini!" Reza mengeram semakin kesal.


"Reza!" teriak papa.


"Pah, tolongin aku dong"


"Lepaskan, dia anak saya" kata papa.


Orang orang yang sedang memegangi Reza akhirnya melepaskan pegangan mereka.


Reza langsung berlari kearah papanya.


"Ada apa, kang?" tanya eyang kepada para tetangga yang ia kenal.


"Ini tamu eyang?" tanya salah satunya.


"Iya, ini tamu saya dari kota" jawab eyang.


"Kamu ngapain malem malem disini?" tanya mama.


"Melisa pengen tomat, Mah" kata Reza.


"Lalu dimana Melisanya?"


Semua orang mengedarkan pandangannya mencari sosok ibu hamil yang tiba-tiba menghilang.


"Mah, istriku mana?" Reza yang kaget hanya diam, otaknya seakan berhenti bekerja.


"Mana kami tahu, bukannya dia bersama mu?" kata papa dengan nada paniknya.


"Tadi aku suruh diem disini, Mah" Reza menunjuk pagar bambu tempat dimana terakhir kalinya ia meninggal kan Melisa.


"Ya tuhan, kamu dimana, Ra!" gumam Reza.


"Ayo cari" Aby Langsung berlari ke segala arah di susul Reza di belakangnya.


Para tetangga yang menuduh Reza pun ikut mencari bersama Aby Reza dan Papa.


Sedangkan mama dibawa masuk oleh eyang karna hampir tak sadarkan diri.


Kamu dimana sayang..


Meong Meong Meong


Suara seekor anak kucing mengalihkan fikiran eyang dan mama yang saling berpelukan.


"Mel," teriak mama langsung bangun dari duduknya.


"Kamu dari mana sayang?" tanya mama setelah mengurai pelukannya.


"Maaf, Mah. aku abis ngejar kucing, Kasian kakinya pincang" kata Melisa sambil mengelus anak kucing di dalam dekapannya.


"Semua orang mencari mu, Nak!"


"Iya, kah? mas Reza tadi lagi ambil tomat"


"Iya, tapi sekarang mereka sedang mencari mu karna kamu menghilang" ucap eyang.


"Eyang akan suruh orang untuk memberi tahukan kamu sudah kembali"'


Melisa dan mama hanya mengangguk, setelah itu eyang keluar rumah.


Mama mengajak menantunya itu untuk duduk, lalu memberinya segelas teh hangat karna Melisa terlihat sedikit menggigil.


"Terima kasih, Mah" ucap Melisa setelah meneguk setengah gelas teh hangat tersebut.


"Sama sama sayang, "


"Raaaaaaaaa" Teriak Reza saat membuka pintu.


"Mas Reza" jawab Melisa sambil menoleh lalu berdiri.


Reza yang sudah sangat khawatir dan Panik kini bisa bernafas lega saat melihat istrinya dalam keadaan baik, ia langsung berhambur memeluk Melisa dengan erat.


"kamu dari mana sayang, jangan buat aku takut kehilanganmu" bisik Reza lirih,


"Maaf, Mas"


"Ra, ini apa ya yang uyek uyekan di perutku?" tanya Reza, dengan tubuh masih saling memeluk..


"Anak kucing, Mas" jawab Melisa.


"Dari mana?" bisiknya lagi, sambil terus merasakan sesuatu di area perutnya.


"Nemu di jalan"


GUBRAK....


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Wah, emak kucing ngamuk 😂😂😂😂😂


Apa babang tamvan ku yang pingsan lagi?


Like komennya yuk ramaikan ♥️🤗


Sehari 3 bab 2000 kata moga bisa selalu begitu ya👍🤭🤭