Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 79


🌻🌻🌻🌻🌻


"Aw...."


Hujan yang kaget langsung meringis kesakitan saat tubuhnya lagi-lagi di kungkung oleh Air di dinding bawah tangga.


"Lepasin , Ay" cetus Hujan yang tak suka dengan cara Air yang selalu menarik paksa dirinya secara tiba-tiba.


"Ayo tanya!" pintanya sedikit memaksa karna Air semakin merapatkan tubuhnya.


Gadis itu menarik nafasnya dalam-dalam lebih dulu.


"Udah makan belom?" Hujan yang jengah selalu saja di paksa Air untuk banyak bertanya.


"Mau apa nanya gue udah makan?" Air malah balik bertanya.


"Kan kalo belum makan kita bisa makan di kantin!" tukasnya dengan nada di tekan karna menahan kesal.


"Ok, Lo yang ngajak ya!"


Air meninggalkan Hujan begitu saja, tak perduli meski gadis itu sedang mengumpat marah padanya.


"Gila..dasar cowok aneh!" teriak Hujan.


Air hanya tersenyum sambil terus melangkah menuju kantin kampus.


Tak di sangka ternyata keduanya masuk universitas yang sama meski beda jurusan, Air yang memilih fakultas ekonomi jurusan manajemen bersama Bumi sedangkan Hujan masuk fakultas kedokteran.


Meski tak Setiap hari bertemu tapi ada saja saat mereka berdua tak sengaja berpapasan di lorong, kantin maupun tangga. Tentu itu menjadi kesempatan bagi Air mengganggu Hujan, entah kenapa otaknya tak bisa mengeluarkan jurus rayuan maut pada gadis itu.


Justru sikap jahil dan usilnya yang ia tunjukkan pada Hujan, Air senang mendengar jeritan kesal gadis galak itu, apalagi jika raut wajahnya sudah merah menahan emosi yang siap meledak.


BRAAAAAKKKK..


Hujan menaruh tas dan beberapa barangnya di atas meja dengan keras sampai beberapa mahasiswa menoleh ke arah mereka.


Ia duduk di hadapan Air yang bersandar di punggung kursi, tangannya yang ia lipat di dada membuktikan betapa santainya ia saat ini.


"Cepetan kalo mau makan, gue ada kelas sebentar lagi" ucap Hujan, ia memalingkan wajahnya.


"Makanlah, kan Lo yang ngajak kesini, Lo juga yang nanya gue udah makan apa belom berarti Lo juga yang ambilin gue makanan"


Ingin rasanya ia menghajar Air sekarang juga, sikap Air yang seenaknya membuat mereka sering berdebat panjang.


"Lo kira gue ini dayang dayang Lo?" Protes Hujan.


Air Hanya tertawa kecil, sebenarnya ia tak begitu lapar ia cuma ingin bermain-main dengan Hujan saat ini.


"Cepetan!" titah Air.


"Makin lama Lo duduk, makin lama juga Lo sama gue. Apa Lo sengaja Pengen deket-deket sama gue?" goda Air dengan senyum menyeringai.


"Dih... percaya diri amat Lo!" tukasnya, lalu bangun dari duduk. Hujan melangkah cepat mengambil makanan untuk pemuda yang dianggap tak waras baginya.


"Udah, gue mau kelas" pamitnya asal pada Air


"Lo gak mau nemenin gue makan?"


"Enggak!" jawab Hujan cepat.


"Tapi gue mau Lo nemenin gue!"


Hujan tetap merapihkan barangnya dan bersiap untuk pergi.


"Lo mau duduk lagi atau Lo nyuapin gue makan!" ancam Air tak main-main karna ada keseriusan di binar matanya.


"Gak dua-duanya!"


"Harus pilih salah satu!" tukas Air semakin menekankan ucapannya.


"Bisa gak sih Lo tuh gak maksa maksa mulu!"


"Dan Lo bisa gak sih jangan ngomel mulu!" Air membalikkan perkataan Hujan.


"Nyebelin banget, dasar Lo!"


"Apa?, Lo mau ngatain gue apa?" tantang Air, ia tahu gadis galaknya itu pasti sedang mengumpat dalam Hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


Dasar cowok playboy, mulai sekarang Lo gue panggil


AIR COMBERAN !!!!!!.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Wah penghinaan anak gajah ini sih 🤣🤣🤣🤣


Jangan galak2 ya cantik tar Kakak Ay bucin repot loh ngadepinnya.


Like komen nya yuk ramai kan ♥️