
🌻🌻🌻
" Mau kemana dia?"
Melisa terus menatap mobil mewah suaminya yang semakin menjauh dari pandangannya, ada sesak dalam hatinya saat suaminya benar-benar tak lagi terlihat.
"Non, apa mau pulang lagi?" tanya pak Agus mengangetkan Melisa.
"Gak, pak. Aku masuk kedalam aja, pak Agus bisa pulang" titah Melisa.
Pak Agus hanya mengangguk paham, walau di kedua matanya ada rasa kasihan karna iapun sangat mengenali mobil tuannya itu.
"Baik, non" jawabnya tanpa membantah.
Melisa akhirnya keluar mobil dengan perasaan yang kacau, ia melangkah kearah lift yang langsung menuju lantai suaminya.
Hanya ada senyum yang ia paksakan saat beberapa karyawan menyapanya
"Siang,Bu" sapa Viana yang langsung berdiri saat Melisa sudah berada didepan mejanya.
"Siang,Vi. Bapak ada?" tanya Melisa pura-pura tak tahu.
"Maaf, Bu. bapak sedang keluar tapi gak bilang mau kemana" jawab Viana takut.
"Ya sudah, saya masuk ya. jangan bilang bapak kalau saya di dalam"
"Baik,Bu"
Dengan pelan ia mulai membuka pintu kaca ruangan Reza, harum parfumnya langsung menyengat Indra penciuman Melisa.
senyum jelas terukir di wajah cantiknya yang sendu saat menangkap benda berbentuk persegi diatas meja kerja Suaminya.
"Hubby, ternyata ada kita disini" ucap Melisa pelan saat ia meraih bingkai yang berisikan fotonya dan Reza.
"Kamu Kemana?" gumamnya lagi masih mengusap benda itu.
Kini langkahnya tertuju pada sofa panjang yang biasa menjadi tempatnya dan Reza berbincang disela jam sibuk kantor, Melisa akan sabar sampai suaminya benar-benar menyelesaikan semua pekerjaannya.
Melisa meletakan kotak nasi bekal makan siang itu di meja kaca, bayangan lahapnya Reza yang sedang menikmati masakannya buyar sudah saat dering ponselnya berbunyi.
"Ricko?"
Melisa mengernyitkan dahinya saat membaca nama di layar benda pipihnya itu.
"Hallo" sapanya saat panggilan terhubung.
"Hallo, Mel" jawabnya segera.
"Ada apa ya?" tanya Melisa bingung, tak biasanya Ricko menghubunginya apalagi setelah kejadian di klinik dulu.
"Apa kamu sedang bersama Reza?" Ricko justru balik bertanya.
"Hem, aku dikantornya" jawab Melisa walau Ragu, ada perasaan lain dalam hatinya.
"Benarkah? pasti kamu sedang menunggunya sendiri kan?" kekeh Ricko disebrang sana.
"Baiklah, selamat menunggu, datang padaku jika kamu lelah bersamanya" ucap Ricko sebelum mematikan teleponnya.
Melisa hanya menatap nanar layar ponselnya yang sudah mati, ia genggam dengan sangat erat melupakan emosinya..
"Kamu dimana sih Reza Rahadian Wijaya?"
__________
Lama Melisa menunggu suaminya kembali walau sudah tiga jam lamanya, ia masih menyibukkan diri dengan bermain ponsel di sofa atau sesekali membaca majalah yang tergeletak dibawah meja walau ia sendiri tak mengerti isi tulisan itu.
" Udah sore, tapi belum pulang"
Melisa melirik kearah jam dinding yang sudah menunjukan pukul tiga sore.
Tak ada tanda-tanda Reza akan segera datang, bahkan tak ada satupun pesannya yang sudah terbalas, Melisa menguatkan hatinya untuk bersabar dan menunggu. Ia tak lagi berusaha untuk menghubungi Reza.
Jika aku tempatmu kembali, kupastikan kami datang tanpa kucari..
Ceklek..
suara pintu terbuka membuat Melisa menoleh dengan cepat.
"Sayang" pria tinggi yang selalu tampan itu terlonjak kaget saat sang istri sudah tepat berdiri dihadapannya walau berjarak beberapa langkah.
"Hubby dari mana?" tanya Melisa dengan manja tak seperti biasanya.
"Aku ada urusan,Ra"
Tak membuang kesempatan, Reza langsung memeluk gadis halalnya itu dan menghujaninya dengan ciuman berkali-kali.
"Udah lama ya?" tanyanya sambil masih menangkup wajah istrinya.
"Iya aku sampe bosen" jawab Melisa dengan memasang wajah imut.
"Kamu makin gemesin, bikin aku tambah love Love love" goda Reza mencubit hidung mancung Melisa.
"Sakit, ih"
"Mau yang enak?"
Melisa hanya tersenyum, kini kedua matanya sudah tertutup Siap menunggu sentuhan sang suami yang selalu menggetarkan hatinya.
"Kamu mau apa udah merem gitu, Ra?"
🌹🌹🌹🌹🌹
Othor kalo jadi Melisa udah di pites punya laki begitu 😂😂
kebayang kan malunya? ðŸ¤ðŸ¤
Like komennya yuk ramaikan.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱