Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra part 38


🌻🌻🌻🌻


Mobil mewah Reza keluar dari area apartemen siap membelah jalan yang masih ramai lancar meski hampir hampir larut malam, hanya ada obrolan antara ia dan sang istri karna Bumi dan Cahaya sudah terlelap di kursi tengah sedang kan Air masih merengek pada Langit agar mau melayaninya main game.


"Sebentar aja bang, Ayo"


"Aku belum ngantuk!"


"Sampe aku kalah deh" Rayunya lagi karna Langit tak juga membuka matanya.


"Sebentar ya?, janji ya!" Langit menoleh memastikan ucapan adiknya itu.


"Iya!"


Reza yang sesekali melirik ke arah anak-anak nya lewat kaca spion hanya tersenyum kecil, anak-anak yang dulu masih balita duduk di belakangnya kini sudah beranjak remaja.


Waktu begitu cepat bergulir, bahkan rasanya ia belum puas mendekap ketiga buah hatinya itu dalam pelukannya.


"Om, mau gantian gak?" tawar Langit, karna sudah hampir tiga jam Reza mengemudikan mobilnya


"Gak usah kamu tidur aja, didepan ada rest area" jawab Reza.


Langit mengangguk paham, ia tak bisa memejamkan matanya meski Air menyudahi permainan gamenya.


Liburan wajib Setiap tahun, Tapi kenapa kali ini rasa nya berbeda?


kenapa aku tak sebahagia biasanya.


seperti akan kehilangan sesuatu yang entah apa itu!


****


Reza merenggangkan ototnya saat ia sudah mematikan mesin mobilnya, menoleh ke arah belakang dimana empat anaknya terlelap dengan begitu nyenyak sampai ia harus merasa gemas karna wajah mereka yang begitu polos.


"Sayang, Ra... udah sampe"


"Ra.. turun yuk"


Reza mendekat kan tubuhnya agar bisa menangkup wajah lelah sang istri yang seharian ini terus menangis sedih.


"Cantik cantik Ileran!" kekeh Reza saat melihat ada sedikit air liur di ujung bibir KHUMAIRAHnya.


"Eeeuggh"


Wanita pujaan Hatinya itu bergeliat dengan mata masih tertutup rapat membuat Reza mengulum senyum karna di saat itulah kadang ia merasa menjadi pria paling bahagia.


"Kak, ayo bangun"


"Dek.. bangun sayang"


Reza mengguncang lutut Bumi dan Cahaya bergantian tapi justru Langit lah yang mengerjapkan Matanya


"Udah sampe, Om?" tanya Langit sambil membuka jaket Hoodie nya.


"Iya, bangunin kakak" titah Reza.


Langit menggoyang tubuh Adik pertamanya itu dengan kencang karna sadar Air paling sulit di bangunkan dibandingkan dua adiknya yang lain


Mobil berubah riuh karna Reza dan Langit sibuk membangun kan yang lainnya.


"Apa sih" gumam Melisa.


"Udah nyampe, Ra.. masa iya aku gendong kamu kedalem"


Melisa membuka matanya menoleh ke kanan dan kiri.


"Dimana ini?" tanya nya Bingung


"Masih di mobil, Ayo bangun lanjut di kamar tidurnya"


Setelah semuanya berhasil mengumpulkan kesadaran masing masing kini satu persatu mereka masuk kedalam rumah yang kini sudah jadi sempurna, berbeda dengan terakhir kali ia dan Melisa saat datang berkunjung tempo dulu.


Reza merebahkan tubuh disisi istrinya yang kembali terbuai ke alam mimpi, Tangannya terus mengusap kepalanya dengan begitu lembut sampai iapun ikut terlelap.


.


.


******


Melisa yang sudah bangun lebih dulu langsung keluar dari kamar meninggalkan suaminya yang masih mendengkur halus.


Membuka seluruh gorden dan jendela yang mengelilingi rumah itu.


"Maaaaaaah"


Suara teriakan Cahaya membuat ia menoleh.


"Bagus banget, adek suka"


Melisa tersenyum bersiap menerima pelukan si bungsu.


" Suka banget, adek mau ke depan mau liat danaunya"


Gadis cantik itu berlalu dengan sedikit berlari sambil merentangkan kedua tangannya menghirup udara pagi, Melisa yang berniat untuk membersihkan diri akhirnya kembali ke kamarnya.


CEKLEK


Pintu ia buka dengan pelan.


"Mas... Kirain masih tidur" tanya Melisa saat ia masuk.


"Hem, udah Ra" sahutnya tanpa menoleh karna matanya fokus pada layar ponselnya sambil memaki yang entah siapa


"Ada apa sih, Mas?" Melisa kembali bertanya karna penasaran dengan raut wajah suaminya yang seperti menahan kesal.


"Telepon dari tadi gak diangkat-angkat!" jawab Reza dengan ponsel sudah berada di telinganya.


"Penting banget ya?"


Reza hanya mengangguk sambil terus mencoba menelepon.


.


.


.


.


.


"Woy... kemana aja sih Lo!"


"Ke apartemen gue sekarang, gue lupa kasih makan si Kuya"


"Gue gak terima penolakan!, Dateng sekarang atau gue suruh bini Lo nyusul gue kesini!". ancam Reza pada adik iparnya


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Galak amat bang πŸ€­πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜‚


Like komen nya yuk ramai kan


Mampir ke nupel baru Teteh yuk barusan banget tapi udah 9 bab karna salah up..


aturan buat bulan depan 🀧🀧🀧