Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra part 3


🌻🌻🌻🌻


"Mas Reza bahas apa sama Abang?, ko gak bicara dulu sama aku?" tanya Melisa saat suaminya sudah mulai memeluknya dibalik selimut.


"Abis hujan, Ra.. Bikin anak yuk" Reza bukan menjawab justru malah menggoda istrinya, tangannya yang sudah merayap langsung di tepis Melisa.


"Mas Reza apain Abang, Hah?"


Reza mengeratkan pelukannya, Hawa dingin membuat ia ingin tenggelam bersama sang istri dalam kehangatan.


"Aku cuma minta abang buat pilih salah satu universitas terbaik, kan dia mau lulus, Ra. tinggal hitungan bulan jadi harus di siapin dari sekarang" jawab Reza yang langsung membuat KHUMAIRAHnya tersenyum.


"Oh, iya. aku gak inget dan gak kepikiran loh, Mas" Melisa tersenyum kearah Suaminya, satu kecupan sekilas pun keduanya lakukan.


"Iyalah, ngapain kamu pikirin Abang, kamu itu cuma harus mikirin aku" tukasnya dengan memanyunkan bibirnya yang baru lima detik tadi saling bersentuhan.


"Aku mikirin masa depannya, Mas"


"Itu semua urusan aku, kamu gak perlu banyak berfikir. pikirin aja tiap malem kita mau pake gaya apa!" Reza tertawa sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher istrinya, ia bersiap menerima cubitan atau pukulan dari istrinya itu.


"Kok gak mukul?" Tanya Reza bingung, karna tak merasakan sakit di tubuhnya.


"Bosen!" jawab Melisa Santai.


"Ok, tanpa menunggu waktu lama, Kita mulai sekarang"


Dengan senyum menggoda pria yang tak bosannya menyentuh sang istri langsung bangkit hendak memulai aksinya naik naik puncak gunung Himalaya mengobrak-abrik hutan belantara yang menurutnya semakin menjadi candu.


Di tengah aksi luar biasa yang menimbulkan kucuran keringat yang membanjiri tubuh keduanya, Melisa baru teringat dengan universitas mana yang di tawari Reza untuk putra angkatnya itu.


"Mas.."


Reza yang sedang fokus dengan belalai gajahnya dalam menjinakkan pawang hanya berdehem tanpa menjawab.


"Mas, Abang mau kuliah dimana?" tanya Melisa lagi, tangannya memegang erat bahu suaminya yang berada di atas tubuhnnya.


"Inggris"


"Jerman"


"Amerika"


"Paris"


"Turki"


"Yang paling Deket antara Singapura atau Malaysia"


BRAAAKKK...


Melisa Langsung mendorong tubuh suaminya dengan keras membuat Reza kaget dan hampir jatuh ke lantai, tangannya yang merambat lampu tidur akhirnya pecah berantakan.


"Apa sih, Ra"


"Mas Reza bilang apa tadi?" tanya Melisa memastikan ucapan suaminya.


"Apa, aku bilang apa?"


"Kan kamu yang tanya unversitas yang aku pilihin buat Abang"


"Mas Reza nyuruh Abang kuliah ke luar negri!" tanya melisa menahan kesal


"Iya, kenapa?" tanpa rasa berdosa telah membuat istrinya murka ia justru balik bertanya.


"Mau misahin aku dari Abang?, anak aku!" pekiknya tak percaya.


"Mas Reza jahat!"


Melissa langsung menyambar selimutnya, berlalu ke kamar mandi meninggalkan suaminya yang masih berdiri polos tanpa Apapun


Salah gue dimana! gerutu Reza sambil menatap punggung istrinya yang menghilang dari balik pintu.


.


.


Reza duduk di tepi ranjang dengan handuk melilit di pinggangnya menunggu Melisa keluar dari kamar mandi, sudah lebih dari lima belas menit wanita itu tak kunjung keluar.


"Ra.. kamu lagi apa sih?" Reza yang kesal akhirnya mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang... buka dong"


Pria yang belum mendapatkan tujuan dari aksinya itu pun merengut kesal, kepalanya berdenyut menahan hasrat dan emosi.


"Ra.... sayang! buka dong, kita bicara lagi yuk" pintanya masih setia berdiri berharap sang istri mau keluar.


CEKLEK..


Melisa membuka pintu, kedua tangannya kini sudah berada di pinggang rampingnya, dengan berbalut piyama tidur akhirnya ia melengos meninggal kan suaminya yang masih berdiri dengan senyum lebar.


"Loh, kamu mau kemana?" Reza mengejar KHUMAIRAHnya yang sudah membuka pintu kamar mereka.


"Mas Reza berani Pisahin aku sama Abang, mulai malam ini bersiap untuk mengurus belalaimu sendiri"


.


.


.


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Gajah puasaaaaaaaaaaaaaaa!!!


hore.. hore..hore..


team hore sini merapat 🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Like komen nya yuk ramai kan