
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Usai sarapan pagi, seperti biasa Reza akan pergi ke halaman belakang. Tepatnya ke sebuah gazebo untuk menikmati hangatnnya matahari. Ketenangan dan kedamaian akan ia rasakan apalagi jika di temani anak cucu atau cicit kesayangannya.
"Mas, vitaminnya minum dulu" suara sang istri yang lembutnya masih sama membuat Reza langsung menoleh.
"Terimakasih, Ra" balasnya sambil tersenyum.
Tangannya yang tak sekekar dulu namun masih terasa hangat itu menerima satu butir obat dan segelas kecil air putih dari Khumairahnya.
"Padahal aku gak butuh semua ini, Ra" ucap Reza setelah menegak nya.
"Kenapa?" tanya Melisa.
"Vitaminku cuma kamu, Sayang"
Melisa tentu langsung tersenyum, wajahnya lagi lagi memerah dengan senyum di sudut bibirnya.
Begini saja nyatanya sudah membuat wanita baya itu sangat bahagia, padahal hanya sedikit rayuan receh yang di lontarkan suaminya tanpa bunga atau pada saat makan malam berdua seperti di film-film. Tapi jika dasarnya memang tulus semua tentu terasa indah lebih dari harta melimpah yang kini mereka miliki.
"Kok senyum-senyum? seneng ya" goda Reza lagi.
"Menurutmu? apa ada wanita di dunia halu ini yang lebih bahagia dariku, memiliki kehidupan nyaris sempurna lahir dan bathin" jawab Melisa penuh percaya diri.
"Kalau begitu, berterimakasih lah pada Mak Othor yang sudah menulis kisah kita" balas Reza sambil terkekeh sampai kedua matanya menyipit kecil.
"Aku mau melakukannya, asal dia tak meminta kamu menciumnya, Mas" cetus Melisa, si wanita yang sebenarnya memiliki tingkat cemburu luar biasa.
"Kasian, Ra. Dia suka gigit ujung bantal karna saking bucinnya sama aku loh"
#AibGueWoy!
********
Tetaplah jujur dalam hubungan, beritahu jika sifatku menyakitkan. Karna hal yang disembunyikan akan pelan pelan menghancurkan.
"Besok kita kerumah siapa, Ra?" tanya Reza saat wajahnya sudah tenggelam di ceruk leher istrinya.
"Besok kerumah Gala, dia jemput kita habis sarapan, Mas" jawab Melisa dengan tangan mengusap punggung sang suami.
"Oh, iya. Aku lupa"
"Wah, gantengnya aku ternyata sekarang pelupa ya." kekeh Melisa menggoda, karna akhir-akhir ini Reza sering begitu.
"Tak apa, aku cukup tau diri, Ra. Asal aku tak lupa memiliki istri seperti mu dan aku tak lupa kemana arah ku selalu pulang" tegas Reza.
"Baguslah, cukup dalam pelukan ku kamu nyaman ya Gajahku" balas Melisa.
"Siap Pawang Cantik"
Keduanya tertawa bersama sembari semakin mengeratkan pelukan, Malam memang belum terlalu larut masih banyak waktu untuk mereka berbincang atau sekedar saling menyentuh satu sama lain.
Braaak...
"Appaaaaa.... belum tidur, kan?" suara Sam yang membuka pintu sedikit keras membuat Reza dan Melissa menoleh.
"Ada apa De?" tanya Melisa yang akhirnya bangun dengan sangat perlahan.
Reza yang merentangkan tangannya tentu langsung di sambut oleh Rain yang masih dalam gendongan Phiunya. Bocah laki-laki itu langsung berjingkrak senang dalam pelukan Appanya.
.
.
.
Titip Bum-Bum ya, dede mau bikin cicit baru buat kalian, Ok....