Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 246


🌻🌻🌻


Berbagai macam makanan dan cemilan kini sudah terhampar di atas meja, keempat anaknya pun sudah duduk rapih di atas karpet bersiap menikmati kudapan yang sudah di pesan Reza saat anak-anaknya bermain


"Kak, coba salad nya deh, enak loh" ucap Melisa masih merayu si sulung agar mau mencicipi sayuran


"Buah aja ya, mah" tolaknya halus justru menarik mangkuk berisikan buah potong, mayonnaise juga serutan keju yang berlimpah.


"Mama suapin ya, sedikit aja"


Bocah tampan itu tetap menggeleng kan kepalanya, malah memasukkan sepotong buah pepaya kedalam mulutnya


"Ini enak, manis" ucapnya dengan senyum tak Kalah manis.


"Kakak mirip burung oppa makan pepaya"


"Oooeeeekk" Entah kenapa bocah itu malah memuntahkan isi mulutnya.


"Loh, kenapa?" tanya Melisa sambil menyodorkan air mineral pada Si sulung.


"Geli, ih" sahutnya seraya menutup mulutnya sendiri.


"Mas Reza sih iseng banget" Melisa memukul lengan suaminya yang di balas cibiran.


"Aku kenapa?" tanyanya santai namun sambil mengulum senyum.


"Kakak mirip burung oppa yang mana? yang kuning ada jambulnya itu ya" kekeh si cantik sambil menyembunyikan wajahnya di lengan Langit. Reza yang melihat itu langsung menyoroti mata Langit dengan tajam


Langit tersenyum kecil saat melihat raut wajah ayah angkatnya itu kini berubah masam.


"Papa liatin terus tuh, dek" bisik Langit pada Cahaya.


"Biarin, kata mama papa lucu kalo marah, hahaha" si cantik justru semakin senang menggoda papanya.


"Adek sini pindah!" titah Reza pada si cantik yang masih terkekeh.


"Biar kakak aja yang misahin, Pah. Tenang!" Air langsung pindah duduk Ketengah tengah Abang juga adiknya.


"Wih, keren NaGa nya, papah, TOS dulu kak" Reza menyodorkan telapak tangannya pada si sulung yang membuat semuanya tertawa dengan tingkah anak dan papanya itu.


"Kalo lagi ada yang berdua, tiba-tiba satu dateng nah yang ketiga itu jin loh, kak" goda Langit pada adiknya.


"Hah?" serunya kaget.


"Kakak jadi jin dong?" tanyanya takut namun dengan ekspresi wajah yang menggemaskan.


"Iya, makanya jangan ganggu, hahahaha" Langit tertawa bersama Cahaya saat Air langsung bangun dan pindah ke tempatnya semula.


"Wah, gak bener ini sih" tunjuk Reza sambil menggelengkan kepalanya pada dua bocah yang kembali menempel di hadapannya.


"Kalian tuh sweet banget sih, ya ampun" Melisa yang gemas justru bagai menumpahkan bensin kepada suaminya yang sedang terbakar cemburu


"Ini lagi, malah nambahin" seru Reza Semakin kesal karna istrinya justru mendukung kedekatan putri kecilnya.


Begitulah suasana jika ke enam orang yang berbeda karakter itu sedang berkumpul, drama receh selalu saja menjadi warna tersendiri bagi keluarga kecil Reza.


Sikap cemburunya yang tak pernah berkurang pada wanita-wanita yang ia cintai justru menjadi itu hal yang paling menggemaskan.


Kini Melisa justru melakukan hal yang sama seperti putrinya, duduk bersandar dengan kepala ia sandarkan di lengan suaminya.


Jika kalian berjodoh, mama orang pertama yang akan merestui hubungan itu..


.


.


Matahari semakin terik, makanan pun sudah habis tak bersisa, kini semuanya sedang merapihkan kembali meja dengan cara merapikan bekas sampah yang berserakan, mereka melakukan itu tidak hanya di rumah, saat makan di luar pun kegiatan itu wajib mereka lakukan.


Selama perjalan pulang semua anak-anaknya asik dengan kegiatan masing masing, Air dengan celoteh atau nyanyiannya, Bumi fokus pada kubus rubik yang selalu ia bawa, sedangkan Langit hanya meladeni Air saja.


Si cantik tentunya sudah berada di atas pangkuan mamanya, apalagi kalau bukan menggosipkan papanya.


"Huft, sampe juga di rumah, panas banget nih" ucap Reza saat memarkirkan mobilnya di depan pintu utama, ada Ameera yang sedang duduk bersantai sambil memainkan ponsel.


"Bang, ajak adek adek kamu kedalam ya" titah Reza pada Langit


"Iya, om"


"Papa mau kemana?" tanya Cahaya bingung.


" kayanya ponsel papa ketinggalan deh, di taman, papa sama Mama mau balik lagi, kalian masuk ke dalam ya" jawabnya sambil mengelus kepala si bungsu.


"Kakak gak di ajak?" protes si sulung sudah memanyunkan bibirnya.


" Capek, sayang, cuma sebentar kok, Kalian istirahat ya"


Dengan sangat terpaksa ke empat anaknya langsung turun dari mobil, Melisa yang bingung lalu merogoh tasnya.


"Ini kan ponsel mas Reza ada sama aku!" kata Melisa mengeluarkan benda pipih milik suaminya.


"Masa?" jawabnya dengan senyum menggoda.


"Dih, gak jelas banget, mas Reza sendiri yang kasih aku" Ujarnya.


"Ya udah tanggung pamit keluar juga sama anak anak jadi mending sekalian Honeymoon!"


.


.


.


💦💦💦💦💦💦💦***


Kardus Bae lu bang...


Eh salah MODUS maksudnya.. 😂😂😂


Berhubung othor kasian Lo 3x gagal ngobrak Abrik goa, ok lah.. gue gakan ganggu, Ay juga bakal gue amanin sekarang, tenang aja..


Kita gak akan ganggu kan ya anak 🐔🐔🐔🐔


Biarkan babang tamvanku beraksi menyemburkan belalai gajahnya.


Like komen nya yuk ramai kan.


#Honeymoon