Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 132


🌻🌻🌻


Melisa yang mulai merasa letih akhirnya kembali ke kamar, semua tamu satu persatu berpamitan pulang bergantian dengan para kolega juga client papa yang lumayan banyak, Melisa hanya menyapa saat mertuanya memperkenalkan dirinya di khalayak umum.


Ia duduk tepi ranjang sambil mengusap perutnya yang bergerak terus menerus sedari pagi yang akhirnya membuat ia sedikit khawatir.


"Kamu kenapa? biasanya juga anteng gak banyak gerak gini, mama sakit loh" ucap Melisa sembari terus mengusap.


Ia menarik nafasnya dalam-dalam dan di hembuskan perlahan, ia ulang beberapa kali sampai ia benar benar rileks.


CEKLEK.


Melisa menoleh, ada Reza yang sudah tersenyum lebar di ambang pintu.


"Capek ya?" tanya Reza saat menghampiri sang istri ditepi ranjang.


"Iya, aku gak kuat berdiri lagi" jawabnya.


"Ya udah deh kamu disini aja, gak usah turun" kata Reza


"Memang ada siapa?"


"Ada temen temen ku, juga rekan bisnis tapi gak banyak sih yang deket deket aja sama aku" sahut Reza, santai.


"Mas reza gak pernah bilang mau ada temen temennya kesini?"


"Aku kasih taunya juga mendadak, ada Viana juga tuh"


"Nanti deh aku turun, aku mau tiduran dulu sebentar"


"Ya udah, aku kebawah lagi ya, kamu gak turun juga gak apa-apa tenaganya buat nanti malam saat umi sama yang lain kesini aja"


Melisa mengangguk, dibantu Reza kini tubuhnya sudah berbaring dengan nyaman.


Ia mencoba memeejam kan matanya dengan paksa tapi entah kenapa perasaannya tak enak dan gusar, akhirnya ia hanya bersandar di punggung ranjang dan memainkan ponselnya untuk berkirim pesan dengan mba Asih.


"Bosan juga dikamar" gumamnya.


Lalu ia menurunkan kakinya, berjalan pelan keluar kamar setelah merapihkan kembali penampilannya.


TRIIIIIIIIING


pintu lift terbuka, Melisa langsung melangkah kan kakinya kembali keruang tamu dimana semua orang berkumpul.


Sosok yang ia cari tak kunjung ia temukan sampai ada seseorang menepuk bahunya.


"Hey," sapanya mengagetkan.


"Keget ya? maaf" ucapnya penuh penyesalan.


"Apa kabar?" tanyanya dengan senyum yang sama walau berbulan-bulan tak jumpa.


"Baik, kamu sendiri apa kabarnya, Ricko?"


Ya, dia adalah Ricko, pria tampan dengan lesung pipi di wajahnya.


"Aku baik, seperti yang kamu lihat walau hatiku sempat terluka karena mu" godanya.


Melisa langsung menunduk, ia tak biasa menatap pria lain dengan durasi lama selain suaminya.


"Kamu gak pernah ke panti lagi? aku beberapa kali kesana tak sekali pun melihat mu" tanya Ricko.


"Iya,Aku jarang kesana terlebih saat hamil begini" jawab Melisa sambil memegang perutnya


"Hahaha, Reza hebat ya" kekehnya.


"Datang padaku jika ia macam-macam di belakangmu" bisik Ricko pelan, lalu pergi meninggalkan Melisa sendiri, tanpa keduanya sadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka.


"Raaa"


"Mas Reza, aku cariin dari tadi" ujar Melisa manja sambil melingkarkan tangannya di lengan suaminya.


"Beneran nyariin aku?, kirain gak inget sama aku, Ra" jawabnya datar dengan mata menatap tajam kearah sang istri.


"Aku cariin ko' tapi mas Reza keburu dateng"


"Oh!" hanya itu jawabannya, membuat Melisa bingung dengan perubahan sikap Reza yang lain dari biasanya.


"Mas Reza kenapa?"


"Aku gak apa apa, kamu duduk aja sana, aku mau keluar"


DEG...


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Hari ini udah 3 bab ya 🙏🙏🙏


love u semua nya.


Like komennya yuk ramaikan ♥️🤗🤗