Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 196


🌻🌻🌻🌻


"Papaaaaaaaaaaaaaaaa"


"Buka pintuuuuuuuuuuuuuuu,"


"Kakak mau masuk!!!!"


Teriakan Ay beserta bunyi gedoran pintu membuat kedua orangtuanya Langsung terhempas jatuh nyungsep tersungkur dan berakhir ngegubrak dari awang-awang di sisa kenikmatan yang mereka reguk sesaat tadi.


"Awas, Mas" Melisa yang sadar langsung meronta di bawah tubuh suaminya yang masih menenggelamkan kepalanya di ceruk lehernya.


"Ntar, capek" sahutnya dengan nafas masih Terengah-engah bagai sehabis lari maraton sepuluh kilo meter bolak balik.


"Kakak udah teriak teriak"


"Aw.. " jerit Reza saat pinggangnya di cubit kecil, ia pun langsung tergeletak lemah tak berdaya di ujung kasur.


"Mamaaaaaaa"


"Lama banet sih!"


"bukaaaaaaa"


"Kakak, nangis nih ya?" ancam si sulung masih dengan suara gedoran pintu.


"Nanti sayang" Sahut Melisa yang langsung menutupi tubuh polos suaminya dengan selimut.


"Baju aku mana sih" ujar Melisa kesal sambil mencari luaran baju tidurnya.


"Mamaaaaaaaa"


"Iya sayang"


Melisa bergegas menuju pintu kamarnya dengan hanya memakai baju tipis di balut bathrobe sebagai luarannya.


CEKLEK


"Mama, lama banet ih" rengek Ay sambil berjingkrak jingkrak ingin di gendong.


"Ada apa?" tanya Melisa yang hanya memeluknya.


"Gendong, Mah" pintanya manja


"Mama lemes, kak" Melisa kini berjongkok karna kakinya bergetar.


"Mama kenapa, belom makan?kok lemes?" tanya Ay polos.


"Enggak sayang, Kakak kenapa kan tadi udah tidur?"


Ay bukannya menjawab justru berlari ke arah tempat tidur menghampiri papanya yang sedang tidur dengan posisi menelungkup terlihat jelas punggung putih bersih yang masih tersisa kebasahan Karna keringat.


"Papa, napa?" tanya Ay yang malah duduk di atas punggung Reza


"Aduh kak, berat banget"


"Papa napa gak pake baju?" tanyanya lagi


"Hareudang!" sahut Reza tercekat Karna anaknya tak mau diam diatas punggungnya.


"Apa Pah?, leudang apa Pah?"


"Turun kak, jangan gitu ah"


Melisa mengulurkan tangannya pada Ay, namun bocah aktif itu tak mau malah semakin bergoyang sambil tertawa.


"Kakak mau telepon oppa, mah"


"Udah malem, besok lagi ya"


Melisa melirik jam yang menunjukan hampir pukul sebelas malam.


"Besok kerumah oppa ya, mau maen Sama aunty" pintanya dengan senyum manis menggemaskan.


"Iya, sekarang turun dulu, ayo balik bobo ke kamar" ajak Melisa yang sudah memakai baju lengkap.


"Bobo sana kak, besok pagi kan mau anter Abang keselolahan, ikut gak?" Kata Reza mencoba merayu.


"Ikut, tapi bobo sini ya"


"Huaaaaaaaa, emang papa abis mandi?" teriak Ay saat ingin masuk kedalam selimut namun ia melihat Reza yang masih polos tanpa apapun.


"Mas, kamar mandi sana"


"Aku ngantuk, Ra.." jawabnya lemas.


"Aku mau bobo sama adek aja ah"


Bocah itupun meringsek turun dari ranjang dan berlari keluar namun langkahnya terhenti saat di depan pintu kamar yang hendak ia tutup.


"Apa lagi?" tanya Melisa.


"Ay lop yu Raaaaaa... eh salah, haha" Ay menutup mulutnya sendiri.


"Ay lop yu mamaaaaaaaa, calanghae"


BRUUUUKKKK


Pintu di bantingnya dengan sangat keras, terdengar suara Ay di luar yang berlari menuju kamarnya sendiri.


"Tuh anak nyebelin banget" dengus Reza sebal. Melisa hanya mengerutkan dahinya bingung.


"Kakak kenapa?"


"Ikutin aku Mulu, Raaaaaaa, apa coba di godain kamu?"


"Ay itu fotocopy annya mas Reza banget" kekeh Melisa.


"Gantengan aku, Ra"


"Udah ah, sama anak aja gada ngalah ya, tidur yuk"


Ibu tiga anak itu menyibakkan selimutnya bersiap untuk tidur namun tanpa sengaja ia justru melihat belalai suaminya yang mulai kembali menegang sempura.


"Apa itu maksudnya?" cibir Melisa dengan tangan melipat di dada.


"Apa?" goda Reza menyeringai.


"Itu apa udah tegang lagi aja"


"Oh, ini" sahutnya sambil membelai pentungannya.


"Ini tuuuuuuuuuuhhh......."


.


.


"Pengen!!!"


.


.


" Nyelup lagi.. yeeeeeeeeeee"


Reza langsung memeluk istrinya dengan gemas tak perduli jika belahan hatinya itu meronta sambil tergelak menahan rasa geli.


💦💦💦💦💦💦💦💦💦


Modus Bae lu bang,


Like komennya yuk ramaikan ♥️♥️


maen yuk ke lapak babang reynand.


#menikahiSahabatku.