Suami Dadakan

Suami Dadakan
Selesai


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tak ada sakit yang paling menyakitkan kecuali melihat orang terkasih terkapar lemah di ujung napas, bukan hanya satu tapi keduanya.


Pasangan itu seakan mengisyaratkan jika kesetiaan adalah poin paling utama dalam rumah tangga. Saling percaya karna komunikasi yang baik menjadi jalan untuk bisa sehidup semati.


"Ingat pesan kami, jangan buat kami berat dan sulit meninggal kan kalian" ucap Reza.


"Air, Bumi, Cahaya kalian kebanggan mama dan papa. Kalian yang terbaik bagi kami." sambungnya lagi.


"Terimakasih sudah lahir dari rahim mama ya, tanpa kalian mama tak tahu rasanya menjadi seorang ibu. Kalian bertiga sudah menyempurnakan hidup mama yang awalnya hanya menjadi anak, istri kemudian ibu saat kalian hadir sejak dari dalam rahim hingga menyapa dunia. Kini surga itu ada di telapak kaki mama"


Cahaya terus terisak dalam pelukan suaminya, Bumi tak sedikitpun menggeser posisinya di kaki wanita hebatnya itu sedangkan si sulung sudah sangat berantakan karna derai air mata yang tak henti.


Si kembar yang selalu bersama saat duka maupun suka, saat sakit dan sehat tentu menjadi kebanggaan kedua orang tua mereka selama ini.


"Tetaplah kalian menggemaskan seperti ini, papa sangat suka" Reza lagi lagi tak menampakan wajah seriusnya, ia mencoba mencairkan suasana tapi hasilnya nihil, si kembar tak menimpali justru semakin histeris.


.


.


"Ra, kita sudah sangat tua"


"Iya, Mas. Tempat keabadian sepertinya sudah menunggu kita" sahut Melisa dengan segaris senyum di ujung bibirnya.


"Waktunya sebentar lagi, berawal dari kesendirian di dalam rahim lalu lahir kedua dan memiliki banyak keturunan tapi kita bisa apa jika cepat atau lambat harus meninggalkan mereka semua"


Melisa mengangggukkan kepalanya. Ia edarkan pandangan matanya pada semua orang yang berada di dalam kamar. Rasanya semua begitu indah dan menenangkan hatinya.


"Kamu benar, Mas. Aku akan minta pada Tuhan untuk kali ini biarkan aku yang pergi" balas Melisa yang kini sedikit mendongak kan wajahnya agar bisa saling menatap dengan sang suami.


"Jangan berdoa seperti itu, Ra. Jika kamu pergi lebih dulu aku akan kesepian. Apa kamu akan tega meninggalkan ku sendiri disini tanpamu, Sayang" Reza langsung mengusap pipi halus istri tercintanya.


"Begitu pun denganku, Mas. Kamu kalau lebih dulu pergi aku pun pasti sangat kesepian. Tak ada lagi yang merayuku" sahut Melisa dengan tawa kecilnya.


"Lalu bagaiamana?" tanya Reza.


.


.


.


🌻 S E L E S A I 🌻


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Terima kasih untuk 500 babnya hari ini..


Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan di hati kalian. gak ada satu kata pun rasanya bisa teteh ucapin buat kalian yang setia dari bab 1 sampe selesai ini. Mungkin udah ada yang ikut juga dari versi FB.. Hatur nuhun. MashaAllah sayang kalian semua.


Cukup sampai disini kita bisa nikmatin alur santai Reza dan Melisa. Mulai dari awal mereka menikah hingga pergi bersama dalam keadaan saling memeluk satu sama lain di hadapan semua keturunannya.


Ambil baiknya, abaikan nyeleneh nya.


Toh ini hanya hiburan semata di waktu luang kita.


Terima kasih untuk like dan komen kalian.


Yang udah ikut juga ke novel sekuel SuamiDadakan.


#AirHujan


#HeavenlyEarth


#SCSM


#GalaAsmara


#SamuderaBiru


#DudaImpian


Dan yang akan next adalah..


#PaketCintaSangEmbun.


Teteh pamit dari cerita ini ya, karna sampe mereka menutup mata pun teteh belom ngerasain di cium Gajah 😭😭😭😭.