Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 195


🌻🌻🌻🌻


Selesai mengurus dan menidurkan anak-anak di kamar dan tempat tidurnya masing masing kini Reza dan Melisa mulai meringsek ke tengah kasur mereka, menyembunyikan tubuh yang lelah di balik selimut tebal yang menghangatkan.


"Ra, aku kepikiran omongan Ay tadi sih" kata Reza yang sudah menenggelamkan tubuh sang istri dalam pelukannya


"Yang mana?" tanya Melisa sanbil memainkan kancing piyama Reza.


"Gak mau jadi bos!" sahutnya lirih, tatapan Reza seakan kosong, terdengar dari suaranya pria tampan ini sepertinya sedang gelisah tingkat dewa.


"Namanya anak-anak, Mas" balas Melisa seakan tak mau pusing dengan celoteh si sulung.


"Kalo bener gimana?"


"Biarin aja, mau jadi apapun mereka, Mas"


"Lalu perusahaan ku buat siapa, Ra!"


Melisa diam, jauh di relung hatinya ia tak ingin membebani ketiga anaknya dengan tanggung jawab turun menurun yang sudah biasa keluarga Reza lakukan, tapi dia tak bisa egois, ia sadar anak anak yang ia lahirkan bukan berasal dari kalangan biasa.


"Tunggu mereka besar, Mas, kita hanya bisa mengarahkan, kumohon jangan paksa mereka" pinta Melisa dengan tatapan mengiba.


"Hem, baiklah" jawabnya pasrah, ia paham dari maksud perkataan istrinya itu.


"Unyu unyu yuk, Ra", bisik Reza yang langsung mencium leher jenjang istri nya.


"Ish, kebiasaan deh"


"Mak othor nyeritain anak-anak Mulu, kita di skip terus, gak adil banget!" gerutu Reza di ceruk leher Melisa.


"Bosen, Mas, Anak-anak kan lagi lucu lucunya"


"Aku juga masih lucu, Ra" Sahut Reza yang langsung bangun lalu menunjukan wajah menggemaskan kan membuat Melisa tertawa sambil mencubit dada suaminya.


"Aw.. bales nih" ancam Reza.


Melisa langsung menyilang kan tangannya di atas dada, membuang mukanya yang merona karna menahan malu.


"Aku bales ya" goda Reza yang tangannya sibuk menyibakkan tangan Melisa.


"Awas, Ra"


"Gak, gak boleh!" ujar Melisa.


"Kenapa,.makanya jangan suka mulai duluan" kekeh Reza sambil menurunkan tali kecil baju tidur istrinya.


"Aku kan cuma cubit, Mas"


"Ya, aku juga bales cubit"


"Yakin, cuma cubit?" cibir Melisa dengan tawa kecil.


"Maasss" desahnya saat Reza mencubit kerikil kecil di puncak gunungnya.


"Sakit apa enak?" goda Reza di ceruk leher istrinya.


"Udah, Mas" Melisa terus merancau sambil terpejam.


"Lagi enak masa udahan" kekehnya yang langsung melahap salah satu gundukan daging kenyal yang semakin menantang setelah mempunyai anak, besar dan berisi.


Reza terus saja bermain dengan liar di area favoritnya itu tak perduli dengan cengkraman kuku istrinya di bahu, Ia seakan membalas cengkraman Melisa dengan malah menyesap kerikil kecil di ujung puncak gunungnya dengan kuat-kuat.


"Sekarang ya" bisiknya lagi dengan nafas berat tak lupa mencium kening istrinya lebih dulu dalam-dalam.


Dalam keadaan tubuh polos kini Reza siap mengadakan patroli malamnya dengan menyatukan pentungan perkasanya dalam hutan belantara sang istri.


Pelan namun pasti ia sudah mengobrak Abrik dengan sentuhan luar biasa yang akan berujung kenikmatan nantinya.


Derasnya keringat pun menjadi tanda bagaimana keduanya berusaha melepasnya di puncak secara bersamaan..


"Aaaaaargh, Ra!" desis Reza yang mengelus da da istrinya dengan lembut.


Sesekali ia mendongakkan wajahnya keatas saat terasa miliknya mulai di apit secara kuat oleh milik istrinya dibawah Kungkungannya itu.


"Bareng ya, Ra, sekarang sayang"


.


.


.


.


.


.


"Papaaaaaaaaaaaaaaaa"


"Buka pintuuuuuuuuuuuuuuu,"


"Kakak mau masuk!!!!"


💦💦💦💦💦💦💦💦


Hadeuh...untung tuh anak teriaknya pas udah muntah ya bang 😂😂😂😂...


Sambil nunggu daging embe kita ber hareudang berjamaah dulu ya🥱


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN ❤️❤️