Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 181


🌻🌻🌻


Reza..


"Abang, lusa pulang ya?" kata Ana sambil membereskan wadah bekas makan Reza.


"Iya, perawatan Abang di pindah ke kota, kenapa?" tanya Reza sambil terus memperhatikan gerak gerik gadis cantik itu.


"Gak apa-apa, semoga Abang cepet sembuh ya disana, nanti main-main kesini lagi"


Reza hanya tergelak dengan permintaan Ana.


"Abang gak janji ya kalau itu"


"Kenapa?, apa Abang trauma kesini?" tanya Ana dengan serius sampai mengerutkan dahinya.


"Gak, cuma pekerjaan Abang di kota lebih banyak"


"Setelah bertemu anak istri Abang, Abang pasti lupa dengan Ana" lirihnya yang langsung menundukkan wajahnya dalam-dalam.


"Anak istri Abang adalah pusatnya perhatian Abang, An.. tapi mungkin sesekali Abang akan ingat Ana, Abang akan ingat bagaimana baiknya Ana mengurus Abang disini"


"Tidak, bang. Ana begini karna memang sudah tugas Ana!" sahutnya ketus.


Reza tersenyum melihat gurat wajah Ana yang seperti menyimpan rasa kesal padanya, bukan Reza tak peka ia justru sudah sering berhadapan dengan gadis yang merajuk seperti Ana saat ini, tapi ia lebih memilih menjaga hati KHUMAIRAHnya dibanding gadis lain yang sejujurnya memang tak kalah cantik dari sang istri.


"Nanti Abang akan main kemari dengan istri juga anak-anak Abang"


"Anak Abang banyak?" tanya Ana.


"Ada tiga, mereka kembar masih berumur satu bulan" jawab Reza antusias, senyum merekah diwajahnya karna membayangkan dua jagoan dan satu tuan putrinya.


"Wah, keren!"


"Hem, dari satu istri aja Abang udah langsung dapet tiga" kekeh Reza dengan mengangkat tiga jarinya ke arah Ana.


"Abang yakin, nanti Ana akan jauh lebih keren dari Abang, punya suami baik dan anak anak yang banyak"


Ana hanya diam, ia menatap lekat kedua mata Reza yang sendu, jelas ia bisa melihat ada kerinduan di dua manik coklat milik pria tampan itu.


*****


BRAAKK


Ardi melempar kunci keatas nakas sisi ranjang membuat Reza Langsung membuka matanya yang baru saja ingin ia pejamkan, Reza melirik wajah sahabatnya itu penuh tanya.


"Tuh Suster jutek banget ya, ampun gue!, gak tau aja dia banyak cewe cewe yang ngantri pengen sama gue" dengus Ardi kesal


"Suster siapa, Ana?" tanya Reza.


"Iya, yang ngurusin Lo, gue godain eh dia malah nunjuk gue pake gunting panjang, sial"


Reza terkekeh melihat Ardi menahan kesal, padahal di luar sana banyak wanita yang melempar dirinya sendiri kedalam pelukan sahabatnya itu.


"Lo jangan langsung tembak, pelan-pelan lah"


"Gue juga cuma iseng, tapi lagian tuh cewe kaya yang suka sama Lo, suka senyum-senyum sendiri kalo sama Lo, Za" kata Ardi yang kini mulai meringsek mendekat arah Reza yang sudah duduk bersandar.


"Gue gada waktu buat perhatiin kaya gitu" jawab Reza santai.


"Alah sombong Lo" ejek Ardi dengan mencebikkan bibirnya.


"Gue mau cari yang kaya gimana lagi, bini gue udah paket komplit" sahut Reza jujur


"Iya sih, bilang bokap Lo dong gue tolong cariin yang kaya gitu" kekehnya pada Reza.


"limited edition, Di.."


"Gue aja gak pernah nyangka bakal punya istri kaya dia, gue fikir bakal nikah sama kaya yang selama ini ada di sekitaran kita, Lo tau lah modelnya kaya gimana, kan?" Reza seakan menerawang masa dimana saat ia terpuruk karna patah hati oleh ulah Amanda.


"Jangan di sia-siain ya, sebuluk apapun istri dirumah kadang menjadi istimewa di mata laki laki lain" ujar Ardi.


"Tumben lo pinter?" ejek Reza.


"Lah, lu kemana aja?" sungut Ardi kesal.


"Melisa itu bukan hanya sekedar istri, tapi juga sekarang ibu dari anak-anak gue. Partner dalam segala hal terutama partner dalam hal yang menyenangkan" ucap Reza dengan senyum bangga.


"Otak Lo pasti lagi mikirin ranjang?, iya kan?"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Tabok aja temen mesum begitu🀭🀭..


Gada akhlak ngomongin ranjang sama yang jomblo, minta di lipet belalainya x ahπŸ™„πŸ™„..


ngomongin istri buluk, othor kayanya curhat dadakan πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Like komennya yuk ramaikan ❀️❀️❀️..