Suami Dadakan

Suami Dadakan
Bab 57


🌻🌻🌻


"Kenapa sih, Mas?" tanya Melisa panik.


"Siapa yang bikin,Ra?" ia justru balik bertanya pada istrinya.


"Gak tau, aku aja baru liat katanya baru datang" jawab Melisa jujur.


Reza menelan ludahnya dan menjatuhkan sendok yang ia pegang, membuat Melisa bingung dengan perubahan sikap Reza.


TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu membuat keduanya menoleh dengan cepat.


"Kamu yang buka, aku mau mandi!" ucap Reza dengan langkah tergesa meninggal Melisa yang diam tak bergeming.


"Mas Reza kenapa sih?, ini salad ada apanya ya?" gumam Melisa lalu beranjak untuk membuka pintu.


Ceklek.


"Maaf, Nona. nyonya dan tuan sudah kembali" ujar seorang pelayan sambil menunduk.


"Iya, nanti kami kebawah, terima kasih" sahut Melisa lalu menutup kembali pintu kamarnya.


"Mas, cepetan mama sama papa udah pulang kita di tunggu dibawah" teriak Melisa pada suaminya yang berada di dalam kamar mandi.


Tak ada jawaban, Melisa memilih kembali ke sofa untuk menghabiskan salad buahnya.


"Baju,Ra"


"Hem, iya!"


Melisa langsung bangun dari duduknya setelah meletakkan sendok, ia melangkah menuju lemari untuk mengambil baju santai untuk suamianya.


"Ayo, Mas!" ajak Melisa setelah melihat Reza sudah berpakaian lengkap namun malah duduk ditepi tempat tidur.


"Kamu duluan deh"


"Ih, kamu tuh kenapa sih, abis makan salad buah jadi aneh?"


Reza mendesah, raut wajahnya seakan mengatakan ia tak ingin keluar.


"Ayo, kita udah ditunggu" Melisa menarik tangan Reza paksa.


Reza yang pasrah akhirnya bangun dengan langkah malas mengekor di belakang istrinya.


"Mah, Pah" sapa Melisa dan Reza bersamaan saat keduanya menyalami punggung tangan orang tua mereka dengan takzim.


"Apa kabar kalian?" tanya mama pada Melisa setelah melepaskan pelukannya.


"Dari mana, Za?" tanya papa dengan senyum hangat nya seperti pura pura tak tahu.


" Honeymoon dong pah" sahutnya bangga sambil merangkul bahu istrinya, dan mengecup pipi Melisa sekilas.


"Huuuh, kakak gak ngajak ngajak adek" ucap Ameera dari arah luar bersama Rossa.


"Haha, maaf dek, ini urusan orang dewasa" jawab Reza sambil tangannya mencubit pipi gembul adik kesayangannya itu.


"Sakit ah, lepas" rengek Ameera menjauh pindah ke sebelah papanya.


"Papa bawa apa?" tanya Ameera langsung menodong pria paruh baya itu yang baru saja sampai.


"Hemm,, bawa apa ya? bawa kerinduan yang pastinya untuk putri bungsu papa" sahut papa memeluk Ameera.


"Tuh, kaya papa nih aku di peluk bukan di cubit" ledek Ameera dengan menjulurkan lidahnya.


"Kakak udah punya yang dipeluk, ngapain peluk buntelan kaya kamu"


Reza yang tak mau kalah terus saja saling meledek, membuat yang lain menggelengkan kepalanya saking gemasnya dengan tingkah kakak beradik itu.


"sudah sudah, kalian ini kalau bertemu gak ada akurnya" ucap mama kesal.


"Memang kalian kemana?" tanya mama akhirnya untuk menyudahi perdebatan kedua anaknya itu..


"Ke laut,Mah" jawab Melisa tersipu malu.


"WHAT?" teriak Rossa, membuat semuanya langsung menoleh kearahnya.


"Kamu kenapa?" tanya papa bingung.


"Laut.. laut mana kak?" Rossa langsung meringsek mendekati kakak sepupunya itu karna rasa penasarannya..


"Laut hatimu ya,Ra. Yang dalamnya seperti cintaku padamu" Reza justru menjawab pertanyaan Rossa dengan menatap lekat kedua mata istrinya.


Rossa yang mendengar langsung membelalakkan matanya sambil menutup mulut tak percaya.


PLAK..


Reza langsung menoleh saat bahunya ada yang memukul dengan gagang sapu.


💝💝💝💝💝💝


sakit gak bang? 🤭🤭🤭🤭🤭


Mau diajakin terbang sama Mak lampir nih kayanya babang tamvanku,🤣🤣🤣


Like komennya yuuuuuuuuk 👍👍👍👍