
🌻🌻🌻🌻
"Aku nangis, boleh?" tanya Reza di ceruk leher istrinya yang tertawa sambil memukul bahu Reza yang baru saja berkeringat
"Sabar ya, sayang" Rayu Melisa yang langsung mencium bibir suaminya sekilas.
Setelah Reza terkapar lemas diujung ranjang, Melisa pun bergegas bangun dan memunguti bajunya yang berserakan di lantai, memakainya kemudian kembali ke kamar yang ditiduri anak-anak nya.
"Mama, papa mana?" Rengek air yang sudah duduk, sedang kan adiknya merengut kesal karna terganggu.
"Papa, ada lagi kejar nyamuk di kamar Kakak" jawab Melisa memberi alasan, lalu merengkuh anak sulungnya itu.
"Kamar kakak banyak nyamuk?" tanyanya polos dalam dekapan mamanya.
"Iya, makanya papa ada dikamar kakak, kakak bobo lagi ya" Rayunya pada Air, sambil melirik ke arah si bungsu yang meringsek mendekat ke kakak keduanya yang tidur sangat lelap, sekeras apapun Air menangis, sangat jarang Bumi ikut terbangun.
"Temenin, mama boleh?"
"Boleh, sayang, tapi janji jangan bangun lagi sebelum pagi, ok!"
"Ok, Mah"
Melisa mengusap punggung Air dengan lembut, pikirannya melayang pada Reza yang pasti akan merajuk padanya, entah akan meneruskannya lagi atau justru pria tampan yang sedang apes itu malah tertidur pulas. Tentu pilihan kedua yang ia harapkan terlebih waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam, dua kali di gagalkan tentunya membuat moodnya pun ikut anjlok, istirahat adalah pilihan yang tepat saat ini.
.
.
.
***
Sinar matahari mulai masuk lewat celah gorden yang Masih tertutup rapat, Ibu tiga anak itu bergeliat pelan karna tersadar ada si kembar di dekatnya, tak ingin mengganggu iapun dengan sangat hati-hati turun dari tempat tidurnya.
Melangkah kan kakinya lebih dulu ke kamar anak-anak yang di tiduri suaminya.
"Slamat pagi, Cinta" ucapnya pelan yang kini ikut berbaring di sisi suaminya yang tidur dengan posisi menelungkup.
Melisa mengusap lembut pipi yang sudah ia cium sebanyak tiga kali Seperti biasanya, kebiasaan yang selama sembilan tahun ini mereka lakukan tanpa bosan, drama CapCipCup setiap bangun tidur hingga menjelang tidur.
"Maaf.. maaf karena aku terlalu mencintaimu"
"Mungkin begitu banyak hati yang kamu singgahi, tapi ku mohon cukup hatiku yang jadi tempatmu pulang"
Begitulah Melisa, istri dari seorang presiden direktur yang terkenal kaya raya namun begitu ramah dan baik hati, hanya berani berbisik saat penguasa jiwa raganya itu sedang terlelap, wanita sederhana yang tak pernah tau dunia luar kecuali suami dan keempat anak-anaknya, Wanita yang selalu menyimpan perasaan cintanya begitu rapih sampai tak pernah tergoyah oleh apapun meski kerikil dan terpa'an badai sering mengguncang rumah tangganya.
"Udah, curhatnya?" tanya Reza saat membuka kedua matanya sambil tersenyum.
"Ih, apaan sih!" jawabnya malu-malu dengan pipi langsung merah merona.
Reza yang merasa terharu langsung menarik tubuh istrinya masuk kedalam dekapannya.
"Teruslah berbuat kesalahan karna mencintaiku, dan aku Takan bosan memaafkan mu" ucapnya setelah mencium kening ibu dari ketiga anugrah terindahnya.
"Aku akan mengajarimu, bagaimana kita akan selalu bersama dalam keadaan apapun itu, suka duka ku denganmu, Ra" tambahnya lagi, tangan berjari lentik yang masih terpasang cincin berlian itupun kini ia kecup berkali-kali.
"Meski banyak hati yang menyambut ku, tapi percayalah cuma hatimu tujuan akhir ku!"
Melisa Langsung berhambur semakin mendekap Suami dadakannya, pria baik yang menerima segala kekurangannya selama ini.
.
.
.
.
" Papa lagi dongengin mama?"
💦💦💦💦💦💦💦💦
Ngidam apa sih Ra' punya anak suka merusak suasana 🤣🤣🤣🤣..
Apa Karna dulu ngejar ngejar tukang parabot lima rebuan ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Like komen nya yuk ramai kan