Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 234


🌻🌻🌻


" Belom kan liat emak emak melintir belalai suami kaya Meres jemuran baju?"


Reza tergelak dengan ucapan istrinya dengan nada ancaman penuh penekanan, Iapun menyunggingkan senyum menggoda tepat di depan wajah KHUMAIRAHnya.


"Cantik banget sih kalo lagi marah!" ucapnya pelan, hembusan nafasnya begitu terasa di wajah istrinya, kini keduanya saling menatap dengan jarak sangat dekat.


Reza Meraba tubuh istrinya mulai dari paha, pinggang kemudian ke dada, daging kenyal itu ia usap usap dengan pelan, sampai pada dua jarinya justru dengan nakal memilin dan mencubit kerikil kecil ujung puncak favoritnya, lalu....


"Mas rezaaaaaaaaaaaa" teriak Melisa saat suaminya justru lari meninggalkannya.


Reza tertawa di balik pintu kamarnya yang sudah ia tutup rapat, membayangkan wajah Melisa yang merona karna malu kemudian Langsung berubah karna marah.


.


.


.


Melisa yang sudah kembali ke ruang tengah bersama anak-anaknya pun kini mulai memerintahkan semuanya kembali ke kamar masing masing untuk tidur karna waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


"Besok kan libur, mah?" rengek si bungsu di tengah tangga.


"Kakak belum ngantuk tau!" sambung si sulung dengan berdecak pinggang.


"Kakak udah kebanyakan tidur ya hari ini" kata Melisa mengusap kepala anaknya.


"Iya, mainan di kamar boleh?" tawarnya, kini wajahnya mulai tersenyum menggemaskan.


"Enggak!" sahut Melisa.


"Ayo dek, masuk kamar" ajak Melisa pada Chaca yang malah duduk di tangga.


"Mau baca dongeng sama Abang" pintanya dengan memanyunkan bibir.


"Abang capek, mau istirahat juga"


Cahaya langsung merengut masuk kedalam kamarnya meninggalkan Melisa yang masih berdiri di depan kamar kakak-kakaknya yang sudah lebih dulu masuk, melihat putri cantik nya merajuk tentu ia pun langsung menyusulnya.


"Besok kita kerumahnya omma ya, tadi aunty Meera telepon katanya kangen adek" Rayu Melisa pada Cahaya yang sudah menenggelamkan wajahnya di balik bantal.


"Beneran?" ucapannya dengan suara tak jelas.


"Iya, mungkin mau kasih adek boneka Barbie nya lagi"


"Yeee.. Ok, adek bobo sekarang biar besok dapet Boneka barbie baru dari aunty" soraknya sambil bertepuk tangan kecil.


"Ya udah, baca doa dulu sebelum tidur ya, mama temenin" ucapnya lagi sambil menarik selimut bergambar strawberry, iapun ikut masuk meringsek memeluk putri bungsu kesayangannya.


Tak butuh waktu lama, hanya lima belas menit Cahaya sudah terlelap terbuai mimpi, Melisa menciumi wajah polos cantik itu penuh kasih sayang, ada cairan bening di ujung matanya mengingat jantung buah hatinya belum bisa normal seperti anak anak lainnya.


"Adek janji harus sembuh ya, mama sayang adek" ucapnya lirih sebelum akhirnya keluar dari kamar.


Setelah menutup pintu kamar cahaya, langkahnya kembali ke kamar dua anak laki-laki nya, dibukanya pintu dengan pelan sampai tak terdengar suara apapun.


"Mama sayang kakak"


Pindah ke ranjang sebelah, ada Bumi yang sama terlelapnya, dengan memeluk guling kesayangannya, wajah tampan yang jarang sekali bicara itu kini sudah mendengkur halus.


"Gantengnya mama, mimpi indah ya sayang" Tiga kecupan mendarat sempurna di wajah anak keduanya.


***


"Bang, udah tidur?" panggil Melisa sambil mengetuk pintu kamar anak angkatnya yang terletak paling ujung apartemen.


"Belum bun" sahutnya dari dalam


CEKLEK


Langit membuka pintu, wajah yang tak kalah tampan dari kedua putranya, dengan tinggi badan yang hampir sama dengannya saat ini.


"Adek udah tidur semua?" tanya Langit sambil menutup pintu saat Melisa sudah masuk kedalam kamarnya.


"Udah, Abang kenapa belum tidur?" tanya Melisa yang kini duduk di sisi ranjang berkurang sedang.


"Lagi buatin gambar buat Adek, besok tinggal di warnai" jawabnya, lalu menunjukkan sebuah kertas bergambar istana yang begitu megah.


"Abang udah besar mau jadi apa?" Melisa bertanya dengan mata masih fokus pada kertas di tangannya, rasa kagum menyeruak begitu saja melihat betapa rapihnya hasil karyaku anak angkat nya itu.


"Kakak pengen jadi arsitek, Bun" jawabnya malu-malu.


"Pantes gambarnya keren semua, Buna doain semoga kamu bisa ya, belajar yang rajin, Ok" pesannya sambil mengelus kepala Langit yang duduk di sebelahnya.


"Iya, Bun. abang gak akan kecewain Buna juga Om yang udah biaya in sekolah Abang yang mahal banget" ucapnya lirih lalu berhambur memeluk Melisa.


.


.


.


.


.


.


CEKLEK...


" Ya ampun Raaaaaa... kamu selingkuh lagi!"


💦💦💦💦💦💦💦💦


Mulai dah gak jelas nya 🤭


Like komen nya yuk ramai kan ♥️🤗