
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Aneh!" ucap Reza sambil menganggukan kepala pada ART yang tadi berpamitan keluar.
"Kenapa harus merah muda? itu tuh buat Bul-Bul, Ra" sambung Reza lagi.
"Tapi aku suka" balas Melisa.
"Ah, aku tau! ini pasti buat Bul-Bul tapi kamu minta, iya kan?" tebak pria yang kini duduk di tepi ranjang.
Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut Melisa membuat Reza terkekeh. Ucapannya tak mungkin salah, di dekatinya sang istri yang masih duduk di kursi meja rias lalu berjongkok di hadapannya.
"Mas Reza gak suka?"
"Aku cukup bahagia jika kamu tersenyum senang"
.
.
Melisa yang bangun di tuntun prianya menuju ranjang, tubuh lelah itu kini sudah saling berpelukan di balik selimut bergambar Gajah berwarna merah muda yang terlihat sangat cantik.
"Rasanya jauh lebih hangat, Mas" ucap Melisa yang kini wajahnya sudah ada di dada sang suami.
"Kenapa? apa karna ada dua Gajah yang melindungimu" goda Reza sambil mencium pucuk kepala Khumairahnya.
"Iya, dari gigitan nyumak"
"Hem, salah. Sekarang ada yang lebih populer" balas Reza yang langsung membuat Melisa mendongakkan kepalanya.
"Apa?"
Muk.. Muk
Keduanya tergelak dan tertawa kacil, ada saja obrolan yang ngundang gelak tawa untuk menambah ke intiman hubungan yang sudah terjalin puluh tahun. Bukan tak pernah bertengkar tapi sifat mengalah Reza selalu bisa menenangkan hati Khumairahnya.
Melisa yang jarang keluar bukan berarti tak tahu tapi rasa percaya dan pembuktian setidaknya tak memunculkan api cemburu yang berlebihan.
"Dede tau, sprei ini?" tanya Reza dengan kedua mata terpejam.
"Cuma aku sama Hujan yang tahu"
"Oh, ya udah berarti besok pagi kita liat ada drama apa"
.
.
.
Drama yang di maksud Reza pun di mulai saat Sam masuk kedalam kamar Appa dan Ammanya seperti biasa setiap pagi sebelum berkumpul di ruang makan. Matanya membelalak besar saat melihat papAynya sedang tidur di atas ranjang sang Gajah.
"PapAy ngapain? kok disini" tanyanya sedikit sewot.
"Tidur"
"Tidur kok bisa jawab dede?"
"Berisik!"
"Appa kemana?"
"Patroli hutan belantara" sahut Air tanpa membuka matanya.
"Emang masih bisa?" tanya Sam penasaran.
"Bisalah!"
Sam yang bingung semakin mendekatkan tubuhnya ke sisi Air.
"Beneran bisa?"
"Intip sana kalau gak percaya, liat tuh Appa lagi di apain sama Amma"
Air yang merasa tidurnya di ganggu mau tak mau bangun dan membuka matanya.
Ia duduk dengan beberapa bantal menyangga punggungnya.
"Ntar mata dede bintitan"
"Ya udah, dengerin aja sana di pintu. Ada yang mende sah enggak" cetus Air yang sebenarnya masih sangat mengantuk.
Sam yang diam, hanya bisa melipat kedua tangannya di dada. Otaknya terus berpikir sambil melebarkan telinganya kearah pintu kamar mandi.
Melisa yang keluar lebih dulu tentunya kaget saat melihat anak dan cucunya sedang berada di atas tempat tidur.
"Kalian ngapain?" tanya Melisa usai membersihkan diri.
"Appa dede mana?" Bukan menjawab, Sam malah melempar pertanyaan.
"Masih berendam, ini kenapa di acak acak begini sih sprei sama selimutnya" oceh Melisa saat selimut merah mudanya melumbuk di lantai.
"Si kakak nih kalo tidur berantakan semua"
Sam yang memperhatikan Melisa melipat selimut langsung menjerit histeris sampai papAy dan Ammanya terlonjak kaget.
.
.
.
Gajah... ini gambar Gajah Oey,... buat dede ya!
🍂🍂🍂🍂🍂
Buat kak Dwi Setya Iriana, maaf ya kak aku udah sering bales komenmu tapi kayanya gak dibaca.
Aku cuma mau tegesin kalo aku gak pernah nulis di aplikasi lain Selain NOVELTOON.
jadi jelas ya kalo SAMUDERA BIRU tetep ada di NT silahkan klik profil aku.. nanti keluar semua.