
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Satu minggu berlalu, sesuai permintaan Bumi kini orang tuanya sudah kembali ke rumah utama dimana disana ada si sulung Air dan Hujan.
Bumi begitu berat melepas kepergian Reza juga Melisa yang barusan di jemput oleh Langit.
Ia yang masih ingin bersama hanya bisa mengusap dada karna harus kembali menahan rasa ingin berbakti. Sudah menjadi rutinitas sejak lama jika si kembar akan bergantian menemani pasangan baya itu dirumah mereka masing-masing.
Tapi si sulung Air lah yang memang lebih banyak waktu bersama karna mereka tinggal satu rumah berbeda dengan Bumi dan Cahaya.
"Ayo masuk, Bi" ajak Khayangan, wanita cantik solehah kesayangan Presiden Direktur Rahardian Group.
"Hem, ayo Umi"
Keduanya kembali masuk dan duduk di ruang tengah, secangkir teh hangat yang di berikan Khayangan pun kini mulai di nikmati oleh Bumi yang duduk di sofa panjang bersama sang istri.
"Apa tehnya terlalu manis?" tanya Khayangan saat si cangkir sudah di letakkan suaminya di atas meja.
"Manisnya pas, Seperti dirimu yang tak terlalu berlebihan" jawab Bumi menggoda, rayuannya itu tentu membuat kedua pipi Ibu dari Galaksy dan Aurora merona merah tersipu malu.
.
.
.
#RumahUtama.
"Selamat siang Tuan dan Nyonya" sapa dua ART yang menunggu di depan pintu menyambut kepulangan Reza dan Melisa.
"Iya, ada siapa saja di rumah?" tanya Melisa.
"Hanya ada Nyonya Hujan di kamarnya" jawab salah satu diantara ART tersebut.
"Baiklah"
Melisa tak lagi banyak bertanya, tangannya yang di genggam lembut oleh sang suami di tuntun menuju kamar mereka di lantai dua.
Cek lek
Langit yang membukakan pintu mempersilahkan kedua mertuanya untuk masuk lebih dulu. Ia yang berjalan di belakang tentu hanya ingin memastikan jika pasangan baya itu sampai di ruang istirahatnya.
"Abang pamit ke kantor lagi ya, Pah, Buna" pamit Langit.
"Iya, hati hati di jalan ya, Bang" sahut Reza dan Melisa berbarengan.
Pasangan baya itu hanya tersenyum kecil sambil menganggukan kepala. Keduanya melepas kepergian Langit dengan titipan salam untuk si bungsu Cahaya Rimeza Rahardian Wijaya yang kini menjadi Nyonya besar Biantara.
Reza yang duduk di sofa mulai menyalakan TV led besar yang menggantung di dinding kamar, sedangkan Melisa memilih membersihkan diri di kamar mandi. Ia mengganti pakaiannya dengan yang jauh bisa membuatnya lebih nyaman karna hanya itu yang ia butuhkan untuk tubuh yang tak lagi sebugar dulu.
Rambut yang sedari tadi di gelung rapih kini di urainya, Melisa nampak lebih cantik meski semuanya berwarna putih. Surai sepinggang nya perlahan di sisir dan di biarkan begitu saja sesuai kesukaan sang suami selama ini.
Cek lek
Melisa yang baru saja keluar langsung melempar senyum terbaiknya saat manik matanya bertemu dengan sorot mata teduh sang suami.
"Mas Reza butuh sesuatu?" tawar Melisa, wanita yang tak pernah bosan melayani suami tampan kaya rayanya itu bertanya sambil berjalan mendekat ke arah meja riasnya.
"Enggak, Ra. Makasih" sahut Reza yang tak lepas menatap istri cantiknya.
"Dede lagi gak ada ya, kalau ada pasti rame tau kita udah pulang. Sepi kaya gini aku jadi bingung, Mas" ucap Melisa dengan langkah menghampiri sandaran hatinya.
.
.
.
Nasi kuning Nasi uduk...
Dari pada bingung, sini temenin aku duduk...
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Eeaa... Aki aki ngegembel 🤣🤣🤣
Tuh lidah bisa keseleo Bang 😘😘😘
Hari ini launching nupelnya baru juga ya..
#GalaAsmara
Kisah anaknya Bumi sama Khayangan
Yang mau mampir dulu tunggu like sama komennya