
🌻🌻🌻
Melisa merengut kesal saat Reza keluar dari mobil dengan santai dan kembali lagi dengan dua piring ketoprak di tangannya.
"Kan aku bilang gak mau!" Kata Melisa melipat tangan di dadanya.
"Ini buat aku semua,Ra" jawabnya sambil mengaduk aduk bihun dan ketupat yang diberi bumbu kacang itu.
"Bener bener, Mas Reza rakus banget" dengus Melisa sebal, masih ada sisa kebasahan di pipinya.
"Dikit banget tau, aku sepiring mana kenyang"
"Mas Reza tau dari mana ada ketoprak disini?" tanya Melisa penasaran.
"Aku dulu pernah ngumpet disini pas SMA pura pura beli ketoprak pas dikejar-kejar polisi"
"Mas Reza kenapa di kejar polisi?" tanyanya penasaran.
"Karna aku ganteng" jawabnya dengan mulut penuh makanan.
PLAKK....
"Orang nanya serius,"
"Ini serius, Ra. aku dikejar-kejar polisi karna aku ganteng!" ucapnya me yakinkan sang istri.
"Mas, polisi mendingan ngejar pencuri dari pada ngejar kamu" balas Melisa.
"Aku emang pencuri, Ra! pencuri hatimu" sahutnya dengan gelak tawa.
Tak ada habisnya memang bagi Reza untuk menggoda istrinya, hari hari yang mereka lewati penuh dengan rayuan dan juga kasih sayang yang selalu Reza berikan, tak perduli lengan dan perutnya harus merintih kesakitan asal bisa melihat KHUMAIRAHnya merona menahan malu atau kesal.
______
Reza yang sudah membawa nampan di tangannya bergegas naik ke ranjang untuk menyuapi Melisa makan malam, pesan dokter Caca agar sang istri bedrest benar-benar ia turuti bahkan seisi rumah kembali heboh saat mendengar teriakan ibu hamil itu yang menolak untuk terus menerus di gendong oleh suaminya.
Bahkan Melisa mengancam mogok makan bila ke kamar mandi pun tak di ijinkan berjalan.
"Ayo satu lagi" bujuk Reza saat tinggal sisa satu sendok lagi di piringnya.
"Aku udah kenyang banget" rengek Melisa terus menjauhkan makanan dari mulutnya.
"Tanggung, sayang satu lagi"
"Buat mas Reza aja!" tolaknya lagi sambil membuang muka karna benar-benar tak ingin menghabiskannya.
Reza langsung menghela nafas beratnya, kemudian menyimpan piring itu diatas nakas.
Lalu mengelus perlahan perut yang sudah terlihat sedikit membuncit dimana sang buah hati kini berada.
"Kalian segalanya," lirihnya pelan sambil mengembangkan senyum.
"Mas Reza mau cewe apa cowok?"
"Apapun itu sama aja, kalo lahir pertama cewe ya tinggal bikin lagi cowo. kalo lahir cowo ya bikin lagi cewe. kalo lahir cewe cewe cewe ya bikin terus sampe dapet cowo. kalo lahir cowo cowo cowo bikin terus sampe dapet cewe, gampang kan? tenang Ra aku mah bakal jadi suami siaga dua empat puluh jam kalo di suruh ngadon bikinan anak" jawabnya dengan bangga sambil menepuk dadanya dan Melisa hanya melongo mendengar semua perkataan suaminya.
"Mas Reza mau punya anak banyak?"
"Banyak gak apa-apa, satu juga gak apa-apa, tugas aku cuma bikin, semangat semangat semangat" kekehnya lalu memeluk sang istri dengan erat.
"Cinta banget aku Ra, sama kamu. makasih ya udah mau jadi ibu dari anakku dan bertahan sama aku sampe detik ini" ucapnya lagi sambil mencium pucuk kepala istrinya.
"Iya sama-sama, Mas. aku juga mencintaimu dan akan selalu bersamamu"
"Ya udah kalo cinta kita gelar Piknik yuk?"
Tiga hari bedrest membuat Melisa sangat bosan, ia hanya berputar di dalam kamarnya tanpa boleh keluar semua aktivitas ia lakukan didalam kamar termasuk sarapan makan siang dan malam.
Reza lebih memilih membawa pekerjaannya kerumah karna tak ingin meninggalkan Melisa sendiri walau ada mama eyang juga Ameera yang bersedia menemani.
"Mas Reza cepet bangun, udah siang"
"Hem, bentar lagi" jawabnya dengan mata masih terpejam.
Hujan pagi ini membuat siapapun tak ingin beranjak dari tempat tidur termasuk pasangan suami istri ini yang polos tanoa apapun dibalik selimut.
"Udah siang loh, Mas"
"Iya," akhirnya Reza membuka matanya, ia merenggangkan ototnya yang terasa pegal karna aksi patrolinya yang luar biasa, menggarap hutan belantara.
"Aku siapin air mandinya dulu ya" ucap Melisa yang sudah hendak bangun meraih bathrobe.
"Gak usah, aku bisa sendiri kamu disini aja" cegah Reza meminta sang istri diam di tempat tidur.
"Ya udah" jawabnya pasrah, dan kembali meringkuk.
Reza yang turun dari kasur langsung berjalan menuju kamar mandi, waktu sudah menunjukan jam enam pagi dimana satu jam lagi ia harus sudah berangkat ke kantor.
"Aaaaaaaaaaa" teriak Reza dari dalam kamar mandi membuat Melisa panik meraih bathrobe dan langsung menghampiri suaminya.
Ceklek
"Ada apa, Mas?" tanyanya dengan rasa khawatir.
"Perut ku buncit banget, Ra"
"Terus kenapa?" tanya Melisa bingung.
"Belalai ku gak keliatan nih, coba kamu liat"
Melisa akhirnya masuk mendekati suaminya, memperhatikan apa yang di tunjukkan Reza.
"Tuh aku gak bisa liat kan?" ujar Reza, sambil memegang pinggang dengan kedua tangannya.
"Hmm, iya kalo lagi imut imut begitu emang gak keliatan, tapi kalo lagi sangar keliatan ko" rayu Melisa.
"Masa sih, ko aku gak tau!" ucap Reza dengan mengernyitkan dahinya.
"Sini deh aku contohin"
SKIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIPPPPP
"keliatan kan?" ucap Melisa setelah usahanya berhasil.
"Wah, ini sih kamu godain aku, Ra"
"Eh, mas Reza mau apa?" Melisa langsung panik saat pinggangnya mulai di tarik.
"Tanggung jawab bikin imut lagi!".
🐍🐍🐍🐍🐍🎉🎉
Yang imut imut apa sih bang?
itu percakapan apa ya di dalam kamar mandi 🤔🤔🤔🤔🤔
Like KOMENNYA yuk,♥️♥️♥️