
🌻🌻🌻
Selesai makan siang special karna ada tambahan tebakan dari Ay semua masuk kamar masing-masing termasuk ketiga anaknya.
"Aku tungguin di kamar ya" goda Reza saat di ujung tangga.
"Mau apa?" Tanya Melisa kebingungan.
"Mau apa aja lah, colek colek boleh, toel toel hayuk, mau aku celupin juga siap"
"Dasar Mesum! kita udah dapet ultimatum dari Kakak dia gak mau punya adek lagi" Melisa mengingat kan suaminya.
"Gampang, buktinya gak jadi jadi tuh" kekehnya.
**
"Mama lama banget!" Rengek si bungsu yang sudah terpisah kamar tidur dari kedua kakaknya.
"Iya, tadi ngobrol dulu sama papa sebentar"
"Obrolin apa?, mama minta papa buat Abang kesini kan?"
"Hem, enggak sayang" coba nanti malam bicarakan sama papa ya.
"Abang jagain adek loh, mah" jelas Cahaya
"Iya, mama tau sayang" Kata Melisa sambil mengusap kepalanya anak perempuannya.
"Abang sayang adek ya mah"
"Semua sayang adek, gak ada yang gak sayang adek. Adek harus kuat ya harus sembuh janji sama mama?"
"Janji, mah.. adek bosen minum obat terus"
Melisa mencium pucuk kepala Cahaya penuh kasih sayang, hatinya mencelos jika melihat beberapa botol obat yang tertata rapih di atas meja.
Lama Ia mendekap tubuh kecil itu dalam pelukannya, sampai Si bungsu terlelap terbuai mimpi.
"Mama sebenernya gak kuat liat kamu begini" lirih Melisa sebelum bangkit dari tidurnya, melepas pelukan cahaya.
Ia kembali menarik nafas dalam sebelum akhirnya menutup pintu kamar Chaca.
.
.
.
"Ngapain, mas?" tanya Melisa saat masuk kedalam kamar nya, di lihatnya sang Suami sedang duduk diatas tempah tidur dengan menyadarkan tubuhnya di punggung ranjang.
"kamu maunya ngapain dulu?"
"Mas Reza gak balik kantor emangnya?"Tanya Melisa setelah duduk di sebelah suaminya.
"Aku sebenarnya lagi kesel, Ra"
"Kenapa?, ada masalah di kantor?"
"Viana mau risegn"
"Loh, kenapa?, sayang banget , Mas"
"iya makanya aku lagi pusing kalo sampe gak dapet gantinya kaya dia"
"Lalu mas Reza udah punya gantinya Belum?"
Reza diam sejenak, setalah ia tersenyum simpul kearah sang istri.
"Siapa?"
"Ardi kekantor, katanya sepupu istrinya lagi butuh kerja gitu"
"Cantik gak?" tanya Melisa dengan raut wajah sedikit masam.
"Liat aja sama Kamu sendiri" Ujarnya melirik kearah ponsel yang tergeletak di atas nakas.
Tapi basa basi tentu Melisa Langsung meraih benda pipih itu dengan cekatan.
"Wiiih, tuh tangan cepet banget, haha" kekeh Reza meledek istrinya.
"Yang ini?" Melisa memperlihatkan sebuah foto wanita cantik namun dewasa.
"Hem, iya" Jawabnya santai.
" Cantik ya?"
" siapa?" tanya Reza.
"Ini sepupu istrinya Ardi!" sahut Melisa ketus.
"Oh.." Hanya itu Jawaban Reza.
"Kok, Oh doang sih?"
"Terus maunya apa?, kan cantik juga itu menurut kamu, Ra "
"Emang menurut mas Reza gak cantik?"
"Menurut aku ya kamu yang cantik" jawabnya sambil meraih tengkuk Melisa, ia langsung menikmati bibir ranum yang sedari tadi merajuk padanya
"Kamu yang paling cantik, gak ada lagi, Ra.. kamu yang terbaik, kamu yang paling nikmat" ujarnya saat melepas ciumannya sesaat.
Melissa kembali menutup matanya, sentuhan lembut sang suami selalu menggetar kan hatinya.
Dari bibir kini aksinya turun ke leher, dengan tangan yang mulai meraba keseluruh tubuh istrinya yang masih terbalut dress polkadot berwarna merah.
Pria yang mulai menyesap dengan lembut itu terus me re mas area favorit nya.
Jejak peninggalan pun terukir jelas di leher kiri dan kanan sang istri, sungguh kontras dengan kulitnya yang memang putih alami.
"Mas, udah sore" bisiknya saat Melisa sadar Reza mulai membuka pengait tutup Gunung kembarnya setelah menurunkan resleting dress-nya.
"Hem" sahutnya tanpa berkata, hanya hembusan nafas penuh nafsu yang Melisa rasakan.
"Balik kantor gak?"
"Iya, tapi ini tanggung, Ra!"
Reza langsung membaringkan tubuh istrinya, Aksi piknik pun akan segera ia mulai, dengan pentungan yang.............
( Sisanya Kalian bayangin sendiri ya, laki teteh belom pulang, bingung mau pegangan kemana nanti, wkwkwk)
***
CEKLEK
"Loh kakak ngapain?" tanya Melisa pada si sulung yang sedang duduk melamun sendiri di ayunan, tempat favorit cahaya jika sedang mendengarkan cerita bersama Langit
"Enggak, Kakak lagi mikirin robot kakak dimana ya, kakak lupa, mah" jawabnya, namun tatapan bocah tampan itu seakan berbeda dari biasanya saat melihat Melisa, dahinya mengkerut dengan sorot mata tajam.
"Kakak kenapa?" tanya Reza yang baru turun dengan wajah herannya..
Ay hanya menggeleng kan kepalanya, kemudian berlari ke arah tangga dengan tergesa.
"Loh, kakak mau kemana?" teriak Melisa.
"Kakak mau nangkep GAJAH di kamar mama yang udah gigitin leher mama"
.
.
.
💦💦💦💦💦💦💦
Othor bantuin ya kak nangkep 🐘 nakalnya
Nanti othor bawain karung, ok...
🤭🤭🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan ❤️