Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 66


🌻🌻🌻🌻


Hari ini semua punya aktivitas masing-masing, Langit dan Reza ke kantor, Melisa dan Cahaya pergi dengan Ameera, Air entah akan kemana sedang hanya Bumi yang di rumah, ia langsung masuk kamar dan mengunci pintunya.


"Kak, jangan di kunci dong" Melisa mengetuk pintu kamar si tengah, khawatir jika terjadi sesuatu karna ia akan sendiri di apartemen.


"Kakak kayanya lebih dari empat bulan ini aneh, mah" ucap si bungsu.


"Aneh gimana?, jangan bikin Mama takut ya"


"Haha, enggak, mah. cuma makin sering sendiri aja buat maen ponsel, apa Kakak punya pacar?" gumam Cahaya, ia sering memperhatikan perubahan sikap kakak keduanya itu


"Asal gak macem-macem ya gak apa-apa, dek"


Kepergian seluruh keluarganya membuat ia benar-benar fokus di dalam kamarnya.


Merebahkan tubuhnya di tengah kasur dengan kalung di tangannya.


kapan lagi kita akan bertemu?


Apa hampir tiga tahun ini tak cukup untuk ku tau keberadaan mu..


aku hanya ingin mengenal mu.. hanya itu!.


*******


Air membawa motor besarnya membelah jalan raya di tengah ibu kota yang ramai lancar, bunyi knalpot yang menggelegar menandakan ia sedang berada dalam kecepatan tertinggi.


Tak ada rasa takut dan jera meski beberapa kali mengalami kecelakaan hingga harus di bawa kerumah sakit tapi jika motor baru ia dapatkan rasa sakit itu seakan ia lupakan.


Tiiinnnn.... tiiiinn....tiiiinnn....


Klakson ia pencet berkali-kali di depan rumah mewah berlantai dua tanpa pagar, lima menit ia menunggu kini datang seorang gadis dengan rambut sebahunya sedikit berlari ke arahnya.


"Lama ya?" tanya si gadis, bernama Rizka.


"Enggak, yuk jalan" ajak Air yang langsung memasang kan helm di kepala sang kekasih.


"Beneran nih Lo mau ikut?, gue gak mau Lo nanti ngerengek minta pulang" Air memastikan.


"Iya, aku janji"


Gadis cantik keturunan Padang itu langsung duduk di jok belakang motor gede Air, ia memeluk perut pemuda itu dengan erat saat motor mulai berjalan meninggalkan rumahnya.


Air yang fokus pada jalan di depannya itu tak terlalu mendengarkan apa yang di bicarakan gadis dibelakangnya sampai motor nya berhenti di area perkampungan kecil di pinggiran kota.


"Loh, Ay!" ucap Rizka yang Bingung saat ia turun.


"Kenapa? mau pulang?" tanya Air sambil melepas helm di kepala kekasihnya.


"Ngapain kesini?" tanya Rizka.


"Main sama mereka!" Jawabnya sambil melambaikan tangan pada beberapa anak-anak yang berlari ke arahnya.


Rizka terperajat kaget saat anak-anak itu memeluk pria tampan miliknya.


"Ay, kotor loh" cetus Rizka tak suka.


"Gak apa-apa, mereka abis cari uang wajar lah kotor" sahut Ay dengan bangganya pada semua anak di depannya itu.


"Kakak Ay pasti bawa ayam bakar lagi, iya kan!" ucap salah satu anak perempuan yang mengenakan baju polkadot berwarna merah.


"Hahaha, ayam mulu nanti kalian kaya musang" kekeh Ay sambil mencubit pipi si anak tadi dengan gemasnya.


"Terus kakak Ay bawa apa dong?" tanya mereka berbarengan.


"Ikan goreng aja ya sama jus buah, gimana? kalian suka gak?"


"Sukaaaaaaaa"


Air dan anak-anak tertawa bersama, kemudian ia menyuruh semuanya untuk menghampiri satu mobil box yang membawa makan siang untuk mereka.


"Kamu ngapain sih aja aku kesini, Ay?" Rizka yang tak habis pikir masih kesal.


"Mang lo kira gue mau bawa Lo kemana?" tanya Air santai, rona bahagia jelas terlihat di wajah tampannya saat melihat anak-anak itu mengantri rapih menunggu gilirannya.


"Ya minimal nonton gitu, Ay" dengus nya kesal.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gue aja jajan masih di kasih orangtua gue, ngapain juga gue jajanin Lo!!!


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Bilang aja Lo pelit kak 🤭🤭🤭🤭


Ajaran Mak othor ya 🙄🙄🙄


gapapa deh duitnya buat lamar si Ono ya 🤣


Like komen nya yuk ramai kan ♥️