Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 66


🌻🌻🌻


Tak ada obrolan apapun sepanjang perjalanan menuju panti asuhan, Melisa yang kesal memilih duduk di kursi belakang bersama Langit.


"Ra!"


Reza terus saja memanggil istrinya dengan sesekali ia melirik lewat kaca spion di mobilnya.


"Liat jalanan, Mas!" ucap Melisa yang sadar sedang diperhatikan.


"Pindah sini" ajak Reza setengah merengek.


"Gak!" jawab Melisa ketus.


Reza mendengus kesal, ia menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di panti asuhan.


"Jangan lama-lama" Pinta Reza saat Melisa keluar dari mobil.


"Hem," sahutnya tanpa berkata.


Reza menunggu didalam mobil, ia mengetukkan jarinya pada stir mobil untuk mengusir rasa bosan selama menunggu sang istri kembali.


"Lama banget, sih!" gerutu Reza mulai kesal


Baru ia ingin meraih ponsel, matanya langsung tertuju pada mobil sedan hitam yang berhenti tepat di depan gerbang panti asuhan.


"Ricko," gumamnya, saat melihat sosok pria tinggi keluar dari mobil itu.


Ingatannya langsung tertuju pada istrinya yang masih ada dalam, dengan cepat Reza turun dari mobil dan berjalan menuju panti.


"Assalamu'alaikum" sapa Reza saat berada di ambang pintu.


Matanya menatap lekat kearah Melisa yang sedang tertunduk dihadapannya Ricko dan Umi.


"Waalaikum salam" jawab ketiganya bersamaan.


"Nak Reza" panggil Umi.


Reza menghampiri Umi kemudian mencium takzim punggung tangan wanita paruh baya itu.


"Apa kabar, Nak?" tanya Umi.


"Baik,Umi. Umi sendiri apa kabar?" tanya balik Reza basa basi.


"Alhamdulillah, Umi sehat, mari duduk dulu"


"Terimakasih,Umi aku sama mas Reza mau langsung ke kantor" jawab Melisa cepat, ia menangkap sorot mata tajam suaminya kearah Ricko.


"Baiklah, hati-hati dijalan" pesan umi setelah Reza dan Melisa berpamitan.


Kini keduanya berjalan beriringan menuju mobil yang terparkir disebrang jalan.


"Kirain Mas Reza gak akan masuk kedalam" ucap Melisa saat Reza mulai menyalakan mobil.


"Kamu nya lama"


"Oh, kirain karna ada Ricko" sindir Melisa dengan lirik kan sinis


"Itu salah satunya" jawab Reza ketus.


Melisa memutar bola matanya jengah sambil mencebikkan bibirnya.


cemburuan banget!!!


****


Sampai di parkiran VVIP Reza menggandeng tangan sang istri menuju lift yang langsung tertuju Ke lantainya.


Masih dengan keadaan diam membisu, tak ada obrolan apapun sampai lift berhenti.


"Ayo, cepetan!" ajak Reza mengulurkan tangannya, agar Melisa segera keluar dari lift.


Melisa membuang nafasnya kasar, ia meraih tangan itu dan berjalan disisinya.


Sampaii ruangannya, Reza langsung membuka jasnya, mulai membuka map dan berkas yang sudah disiapkan oleh Viana.


"Kamu mau makan apa, Ra?" tanya Reza tiba-tiba di sela pekerjaannya.


"Tapi bentar lagi jam makan siang" ucap Melisa saat melirik jam dinding.


"Kita makan disini aja, aku masih banyak kerjaan" jawab Reza dengan tatapan tak lepas dari layar laptop.


Melisa membuang nafas kasar, lagi lagi ia akan seharian menemani Reza dikantor.


Merasa tak ada yang ingin ia makan, akhirnya ia memilih masuk kedalam kamar untuk merebahkan tubuhnya, berjam-jam duduk disofa sambil memainkan ponsel membuat ia jenuh dan sedikit mengantuk.


Baru beberapa saat ia terlelap, ia merasa pipinya seperti ada yang mengusap lembut.


"Ra, makan dulu yuk" ujar Reza pelan.


"Hem," Melisa bergeliat, ia mengerjapkan sedikit matanya.


"Makan dulu, udah siang" ujarnya lagi belum beranjak dari sisi tempat tidur.


"Iya, tunggu!" jawabnya masih mengumpulkan kesadaran.


***


Kini keduanya kembali berada di sofa ruang kerja Reza dengan banyak macam hidangan diatas meja, membuat Melisa berkali-kali menatap heran pada suamianya.


"Banyak banget, buat kita aja?" tanya Melisa bingung.


"Terus maunya buat siapa?" sahut Reza yang sudah menyendokkan nasi ke mulutnya.


"Yakin abis?"


"Makan aja dulu, gak abis bawa pulang" kekeh Reza dengan mulut penuh makanan.


Melisa yang melihat begitu banyak hidangan tersaji didepan matanya justru merasa mual, ia hanya menyicipi sedikit di tiap makanan.


"Kenapa gak makan?" Reza menyodorkan satu piring berisi ikan gurame pedas manis.


"Gak, aku lagi gak mau makan aku mau ini aja" Jawab Melisa menunjuk jus apel yang sudah ia minum setengah.


Melisa melihat suaminya makan dengan sangat lahap, bagai berhari-hari tak makan saja, fikirnya!


"Kamu beneran gak mau?" kini Reza bertanya sambil menunjuk Semangkuk Soto daging.


"Gak, buat mas Reza aja" sahut Melisa menolak.


Kini Melisa menelan salivanya sendiri, ia menatap tak percaya semua piring dan mangkuk yang kosong tak bersisa di hadapannya.


Ya tuhan..


aku gak salah lihat? mas Reza benar benar ngabisin semuanya sendiri.


Melisa berkata dalam hatinya, ia menoleh sejenak kearah suaminya yang sedang bersandar di punggung sofa.


"Kenapa?" tanya Melisa sembari mengusap lengan suaminya itu..


"Kekenyangan, ya?" tanyanya lagi saat dirasa tak ada jawaban dari Reza.


"Hem, iya" akhirnya Reza menyahut.


"Haha, mas Reza kebangetan sih, segini banyaknya habis sendiri" kekeh Melisa, tangannya kini sudah berada di perut reza yang sedikit membuncit.


"Aslinya aku pengen makan orang,Ra!" jawab Reza serius.


"Siapa? mas Reza mau makan siapa?" tanya Melisa tak kalah serius.


"Ricko dan Langit!"


🎉🎉🎉🎉🎉🎉


sejak kapan berubah jadi Sumanto bang?


😂😂😂😂..


sultan kalo cemburu makannya jadi manusia ya🤔🤔🤔🤔..


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN.