
π»π»π»
***Reza..
***
Sentuhanmu seperti KHUMAIRAH ku***..
Begitulah bathinnya berkata, Ana mengurusnya dengan sangat baik, senyum manis tak lepas dari wajah bermata bulat itu ditambah dengan hidung mancung yang membuat Ana sungguh indah di pandang.
Meski tak ada getaran apapun dalam hatinya tapi tak bisa ia pungkiri, Reza sangat merindukan sang istri.
"Abang gak mau tidur lagi?" tanya Ana setelah memberikan obat pada Reza.
Reza hanya menarik nafasnya sambil terus menatap kedua manik mata Ana yang coklat berkilau lalu sedikit menggelengkan kepalanya.
"Terus Abang mau apa?"
"Abang harus banyak istirahat, biar cepet sembuh" Ana terus saja berbicara dengan lembut dan penuh perhatian menghangatkan hati Reza yang sedang di rundung rindu.
"Kasian anak istri Abang" lirih Ana, entah mengapa gadis cantik itu malah mengatakannya sambil menunduk.
"Namamu, Ana?" tanya Reza pelan dan terbata-bata yang langsung membuat Ana mendongakkan wajahnya kembali menatap Reza.
"Iya, namaku Ana," sahutnya dengan senyum manis, wajah murungnya Langsung hilang saat mendengar suara Reza yang amat melenakan di telinganya.
Reza hanya mengangguk sekali, menarik ujung bibirnya untuk mengulas senyum.
"Terimakasih" ujar Reza lagi.
"Sudah tugasku, Abang mau apa lagi sekarang?"
"Pisang, mau?" tanyanya antusias.
Jika saja kamu istriku, mungkin aku sudah menggodamu. bathin Reza.
"Abang gak boleh banyak gerak, nanti lama sembuhnya" begitulah yang selalu Ana katakan untuk memecah keheningan didalam kamar rawat inap yang tak begitu besar, tak ada siapapun disana karna Rafka pamit untuk kembali kerumah sedangkan supir yang menabrak Reza tak tahu keberadaannya usai di bawa Ardi dan dua orang berbaju hitam.
"Air"
"Oh, Abang haus ya?, tunggu biar Ana ambilkan"
Reza menyesap air putih hangat dari dalam gelas beling yang cukup besar hingga habis setengahnya.
"Wih, udah melek sempurna nih kayanya" goda Ardi saat datang dengan menenteng bungkusan berisi buah dan cemilan.
"Laper gak Lo?, gue bawa makanan"
"Eh suscan, kalo mau ambil aja ya" kata Ardi menawarkan isi dalam bungkusan tersebut yang sudah ia letakan diatas nakas.
"Apa Suscan?" tanya Ana bingung.
"Suster cantik, ckckck" kekeh Ardi, namun dibalas dengan bibir manyun oleh Ana.
Reza yang melihat perubahan raut wajah Ana hanya bisa mengulum senyum.
"Hallo, Aaaaaaaay.. uluh uluh NaGa nya papah Eza yang sekarang lagi bonyok maksimal" ejek Ardi sambil memegang benda pipih dihadapan wajahnya.
"Kangen papa gak?, papanya gak pulang ya"
"Ay," lirih Reza pelan, rasa rindu pada si sulung yang selalu memekakkan telinganya itu tak lagi bisa ia tahan.
"Aaay"
"Mau ngomong sama anak Lo?" tanya Ardi sambil terkekeh.
Reza mengangguk, bibirnya tersenyum namun matanya memancarkan rasa kesal yang luar biasa pada sahabatnya itu.
"Hallo papah" sapa Melisa yang hanya suaranya karna layar ponsel seluruh dengan wajah baby Ay.
"Papa sembuh belum?, ayo bilang papa kalo Ay kangen"
"Ay, papa kangen Ay" sahut Reza pelan.
"Mas, gimana kabarnya?" kini layar ponsel berganti dengan wajah Melisa dengan rambut yang masih sedikit basah, Reza langsung tersenyum menggoda.
"Aku mau kerumah sakit, dua jam lagi"
Reza hanya mengangguk, matanya fokus mentap KHUMAIRAHnya yang belum bisa ia rengkuh saat ini.
"Hati-hati, mana Cahaya?"
"Mbaaaak, cahaya bawa kemari" teriak Melisa memanggil suster dan Cahaya di kamar sebelah.
"Tunggu ya, mas. Bu lagi main sama Ameera, Ay baru bangun nih bareng sama ChaCha" kata Melisa sambil menunggu si bungsu datang.
Diserahkannya Ay pada suster untuk bergantian menyapa Reza.
"Ayo sapa papanya, papa lagi sakit belum bisa pulang juga antar cahaya checkup, gak apa-apa ya hari ini sama mama aja dulu" kata Melisa, ia sedang bersusah payah untuk tidak menitikan air matanya.
"Aku mencintaimu, Ra.. tunggu aku pulang"
PRAAAAAAAANG....
πππππππππ
Thor novel Lo kenapa sih demen banget perang di akhir bab?
PRAAANG..
GUBRAAKKK..
BUUUGGGHHH
begitu Mulu perasaan ya, ujungnya di gantung ππππππ...
Ya kali kalian jangan tinggal baca doang sini ayo maen tebak tebakan
Noh suara apa tadi??
Yang jelas bukan suara kentut si babang Reza yaππππππ..
Dede cahaya lagi video call sama Papa nih.. ada yang mau ikutan?? doain Cahaya sembuh ya ante ante bucinnya suami dadakanβ€οΈ