Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 44


🌻🌻🌻


Berani bermain api?


Rasakan sendiri akibatnya, setan kecil.


"Enak,Mas!" kekeh Melisa manja.


"Nanti ya dirumah kalo mau yang lebih enak" balas Reza tak mau kalah.


"Aku mau naik rollercoaster" ujar Rossa mendadak sambil menghentakkan kakinya ke lantai.


"Ya tinggal naik, siapa yang larang?" tanya Melisa mencibir.


"Aku mau naik sama kak,Mel. ya?" rengek Rossa sambil menarik tangan Melisa untuk bangun.


"Kamu bisa naik sendiri"


"Ya sudah, aku mau ditemani kak Reza aja!" ucapnya dengan senyum liciknya.


"Silahkan, aku gak keberatan jika suamiku mau, coba aja kamu tanya"


"Ayo, kak!" kini ia merengek manja pada Reza yang masih duduk santai mengabiskan ice-cream nya


"Kakak takut muntah, nanti Melisa yang akan repot, dan aku Takan membiarkan istriku kesusahan mengurusku" jawab Reza tegas.


"Kakak gak asik, dulu gak gini" protes Rossa kesal.


"Dulu kakak sendiri, sedangkan sekarang berdua" Reza lalu merangkul istrinya dengan mesra.


Rossa yang makin kesal akhirnya pergi meninggalkan pasangan pengantin baru itu yang masih asik bermesraan.


"Mas Reza beneran gak mau naek rollercoaster?"


"Gak ah, maunya naek kepuncak gunung"


"Ngapain?"


"Kan gua nya ada tsunami, jadi aku cuma bisa piknik diatas" kekeh Reza.


Melisa yang kini sedikit sudah mengerti dengan bahasa isyarat Reza merasa malu dan akhirnya memeluk suaminya erat.


"Sabar ya,Mas. nanti juga bisa patroli lagi"


"Kapan?"


"Hmm, lima hari lagi paling lama" jawab Melisa namun dengan ragu-ragu, ia takut malah kenyataannya lebih dari itu.


"Oooh,"


"Kenapa?" Melisa mendongakkan wajahnya.


"Gak apa-apa,bearti mulai nanti malam pikniknya masing-masing" ujar Reza yang membuat istrinya semakin bingung.


"Maksudnya?" tanya Melisa penasaran.


"Aku ke puncak gunung, sedangkan kamu ke kebun binatang"


"Loh, ada apa disana?"


"Ada belalai gajah, kamu belum kenalan kan?"


"Nanti malem harus kenalan, Ok!"


"Terserah mas Reza aja, aku mah gak ngerti"


Reza yang sudah gemas, semakin mengeratkan pelukannya, ia ciumi pucuk kepala istrinya berkali-kali.


Entah harus bagaimana aku mengucapkan rasa syukur ku karna telah di anugrahi istri sepertimu, aku tak percaya kalau kamu pandai menyimpan rasa!


*******


" Udah mainnya?" tanya Reza saat Rossa kembali dengan wajah merahnya.


"Aku mual, ooekk"


"Hah, udah kakak bilang kan tadi?" jawab Reza sambil menekan tengkuk Rossa.


Melisa yang melihat drama itu hanya tersenyum kecil, ia biarkan sejenak suaminya memperhatikan setan kecil itu.


"Mas, aku laper"


"Tunggu,kak! aku masih mual" rengek Rossa lagi yang masih memegangi perutnya.


"Terus kamu suruh aku tahan laper demi rasa mual mu?" tanya Melisa dengan tangan sudah melipat didada.


" setidaknya tunggu mual ku hilang!"


"Kita cari makan, nanti disana kamu bisa minum teh hangat" jawab Reza kemudian.


"Pilihan yang tepat, Ayo, mas!"


Rossa yang ditinggalkan akhirnya mengacak rambutnya sendiri, ia nekat menaiki rollercoaster hanya untuk mendapatkan perhatian lebih dari kakak sepupunya namun nyatanya, ia ditinggal kan begitu saja.


Awas Lo ya, besok dirumah bakal abis di tangan gue!!!


_____________


Reza dengan sabarnya sedang fokus membuka semua hidangan laut di atas meja makan sebuah resto seafood.


Melisa memesan semua aneka kepiting kerang dan lobster hanya tinggal membuka mulut untuk menikmatinya karna sang suami tak mengijinkan tangan halusnya menyentuh makanan itu.


"Cepet dimakan,Cha" titah Reza pada Rossa yang belum menyentuh makanannya.


"Iya, kak tapi ini panas banget, gimana minumnya?" dengus Rossa kesal, Karna teh manis hangat yang ia inginkan namun yang teh panas yang di pesan Melisa.


"Panas banget ya, Cha?" goda Melisa.


"Banget, kak.banget" jawab Rossa ketus.


Reza yang melihat drama dua wanita didepannya ini hanya menggelengkan kepalanya.


🎉🎉🎉🎉🎉


babang Reza sok ganteng 🤭🤭


like komennya yuk..


jangan lupa..