
🌻🌻🌻🌻🌻
"Kuliah baru masuk udah minta nikah, ini anak perawan orang mau di kasih makan apa?" timpal Melisa sambil meletakan piring di atas meja.
"Kan ada papa!" sahut si kembar berbarengan.
Uhuuukk.... uhuuuukkk!
Reza langsung tersedak saat Air dan Bumi menunjuk kearahnya.
"Anak gada akhlak"
.
.
.
Suara derap langkah mulai terdengar jelas dari arah luar, bahkan ucapan salam si bungsu sudah sampai di dapur.
"Hallo, Adek pulang!" sapanya dengan riang dan manja pada semua yang sudah berkumpul di ruang makan.
"Hai sayang" sahut Reza pada anak perempuan satu-satunya itu.
Si cantik mencium seluruh keluarganya termasuk dua kakak laki-lakinya.
"Hai..." Cahaya menyapa sambil tersenyum ramah pada seorang gadis yang belum ia kenal sama sekali.
"Hai juga" balas Kahyangan.
"Siapa?, pacar kak Ay!" tebak Chaca.
"Enak aja!, punya kakak dong" jawab Bumi, ia kembali merangkul Yayang dengan bangga.
"Kakak, sehat!" tanya si bungsu, ia dengan polosnya menempelkan punggung tangannya di kening kakak keduanya itu.
Semua orang yang ada tertawa, termasuk Kahyangan yang tersenyum simpul.
"Ih, apa sih!" dengus Bumi kesal.
Langit yang baru datang pun ikut terkejut saat melihat sosok yang tak dikenalnya ada ditengah tengah keluarga angkatnya.
"Malam semua" sapanya.
"Malam, Bang. kirain gak mampir" tanya Reza.
"Ketemu temen tadi, Om" jawab Langit yang memang meminta Cahaya untuk masuk lebih dulu.
Langit mengangguk sopan pada gadis yang masih di rangkul oleh adiknya itu, tanpa bertanya sepertinya ia sudah bisa menebak siapa yang kini duduk di sisi Bumi.
"Masa kak Bu punya pacar, Bang!" seru Cahaya pada kekasihnya itu.
"Gak apa-apa, malah kamu udah punya calon suami" sahutnya santai sambil menarik kursi agar calon istrinya itu lekas duduk.
"Cih, perkumpulan orang-orang bucin akut!" cebik Air sembari memasukan kerupuk ke mulutnya.
"Cieee.... yang sendirian! katanya punya pacar selusin. Berjejer kaya Pepes ikan lagi di panggang taunya disini jadi obat nyamuk!" kekeh Reza sambil tertawa, dengan tangan meraih pinggang ramping sang istri.
.
.
.
"Huaaaaaaaaaaaa.... pacar mana pacar!!!!"
**********
Usai makan malam heboh, Bumi berpamitan untuk mengantar Kahyangan pulang kerumahnya.
Tangan mereka saling menggenggam erat, Gadis itu tak bisa menolak karena Bumi terlalu agresif padanya baru beberapa jam saling mengenal pemuda itu seakan tak mau jauh darinya, Ia sampai malu Sendiri berada di tengah tengah keluarga Bumi.
"Rumahmu dimana?"
"Komplek green Park" jawab Kahyangan.
udah peluk peluk sekarang baru nanya!
"Kuliah di universitas A, jurusan sastra" ucapnya jelas.
Bumi hanya mengangguk sambil melajukan mobilnya, perjalan yang hampir memakan waktu satu jam itu mereka isi dengan tanya jawab, Bumi yang bertanya dan Kahyangan hanya menjawab tanpa balik bertanya.
"Di depan belok kanan" seru Yayang saat mobil mewah Bumi sudah masuk gerbang utama.
Ia menjalankan Mobilnya dengan kecepatan sedang, khawatir rumah pemilik hatinya terlewat.
"Sudah sampai, Bu"
"Disini?" tanya Bumi, ia menghentikan mobilnya di depan rumah tak berpagar namun memiliki halaman yang cukup luas.
"Mampir dulu yuk" ajak Yayang meski sudah menunjukan pukul sembilan malam.
"Besok aja aku jemput kamu ya"
Gadis itu mengangguk sambil tersenyum.
"Terima kasih buat hari ini" ucap Yayang.
"Ya, sama-sama, Langsung istirahat ya nanti" pesan Bumi, di bakik sikap diamnya ia sebenarnya sosok pria penuh perhatian dan posesif.
"Kamu hati-hati di jalan"
Kini bumi yang mengangguk, ia menarik tengkuk gadis yang baru ia temukan itu agar lebih dekat dengannya, satu kecupan mendarat sempurna di kening Kahyangan.
"Aku mencintaimu"
.
.
.
Rona bahagia tak luput dari wajah pemuda sembilan belas tahun itu, ia pulang dengan senyum tak lepas dari sudut bibirnya.
Hatinya bagai di tumbuhi bunga warna-warni.
"Kirain gak bakal ketemu, Yang" gumamnya begitu lega.
Tak ada yang lebih berarti selain gadis itu bagi Bumi saat ini setelah keluarganya.
.
.
.
.
.
.
.
Kamu harus membayar mahal penantianku dengan cara menjadi milikku selamanya"
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Bucin akut 😂😂😂
Kebanyakan micin kayanya 🤭🤭🤭
Emang si yayang yakin mau sama kamu, kak 🙄
Jangan ngarep tinggi2, next part ada batako siap menghadangmu, udah bukan kerikil lagi 😪😪😪
Like komen nya yuk ramai ❤️❤️❤️